bukamata.id – Jawa Barat, provinsi yang terletak di bagian barat Pulau Jawa dengan ibu kota Bandung, tak hanya dikenal karena keindahan alam dan kekayaan budayanya, tetapi juga memiliki sejarah panjang yang membentang sejak abad ke-5. Bersama dengan Banten, wilayah ini dikenal sebagai Tatar Sunda atau Pasundan—kampung halaman masyarakat Sunda, suku terbesar kedua di Indonesia.
Provinsi Bersejarah dengan Warisan Budaya Kaya
Jawa Barat berbatasan dengan Banten dan Daerah Khusus Jakarta di barat, Laut Jawa di utara, Jawa Tengah di timur, serta Samudra Hindia di selatan. Posisi geografis strategis ini membuatnya menjadi jalur penting sejak masa kerajaan kuno hingga zaman kolonial.
Penetapan 19 Agustus sebagai Hari Jadi Pemerintah Provinsi Jawa Barat merujuk pada keputusan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang pada tanggal tersebut di tahun 1945 menetapkan Jawa Barat sebagai salah satu dari delapan provinsi pertama Indonesia. Keputusan itu kemudian diresmikan melalui Peraturan Daerah Nomor 26 Tahun 2010.
Jejak Sejarah dari Masa ke Masa
Abad ke-5: Kerajaan Tarumanagara
Sejarah Jawa Barat dimulai sejak abad ke-5 dengan berdirinya Kerajaan Tarumanagara. Kerajaan Hindu ini meninggalkan tujuh prasasti berbahasa Sanskerta yang tersebar di wilayah Jawa Barat. Prasasti-prasasti tersebut mencatat kiprah raja-raja besar Tarumanagara dan menjadi bukti awal peradaban tinggi di tanah Sunda.
Abad ke-8: Kerajaan Sunda (Pakuan Pajajaran)
Setelah Tarumanagara runtuh, wilayah barat Pulau Jawa dikuasai oleh Kerajaan Sunda yang berpusat di Pakuan Pajajaran, kini dikenal sebagai Kota Bogor. Prasasti Kebon Kopi II yang bertanggal 932 menjadi salah satu bukti keberadaan kerajaan ini.
Abad ke-16: Munculnya Kesultanan Cirebon
Masuknya pengaruh Islam mengubah lanskap politik di Jawa Barat. Pelabuhan Cirebon melepaskan diri dari Kerajaan Sunda akibat pengaruh Kesultanan Demak dan kemudian berdiri sebagai Kesultanan Cirebon. Tak lama kemudian, Pelabuhan Banten juga memisahkan diri dan berkembang menjadi Kesultanan Banten.
Abad ke-17: VOC dan Pengaruh Belanda
Pada 1619, VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) berpindah markas dari Ambon ke Jayakarta (kemudian menjadi Batavia), memperkuat dominasi Belanda di barat Pulau Jawa. Perjanjian dagang dengan Kesultanan Banten menjadi langkah awal masuknya pengaruh kolonial di wilayah ini.
Abad ke-19: Dominasi VOC di Jawa Barat
Kekuasaan VOC kian terasa di Jawa Barat, terutama melalui perizinan membangun benteng dan kantor dagang di Banten. Pada 1925, Hindia Belanda secara resmi membentuk Provinsi Jawa Barat sebagai pelaksanaan undang-undang reformasi pemerintahan (Bestuurshervormingwet) yang disahkan pada 1922.
Dari Negara Pasundan ke Kembali ke NKRI
Pasca-kemerdekaan, Jawa Barat mengalami fase transisi politik yang unik. Pada 27 Agustus 1948, wilayah ini dijadikan Negara Pasundan sebagai bagian dari Republik Indonesia Serikat (RIS). Namun, status itu tidak bertahan lama. Pada tahun 1950, Jawa Barat resmi kembali menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









