Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Pemain Timnas Indonesia usai mencetak gol ke gawang Arab Saudi.

Jadwal FIFA ASEAN Cup 2026: Indonesia vs Singapura, Bangladesh vs Malaysia Jadi Pembuka

Kamis, 24 September 2026 15:45 WIB

Kecelakaan Maut di Baleendah, 2 Orang Tewas Usai Motor Hantam Tembok Beton

Kamis, 24 September 2026 15:23 WIB

Meta Buka Era Baru Gadget AI, Charm hingga Kacamata Pintar Resmi Diperkenalkan

Kamis, 24 September 2026 15:08 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jadwal FIFA ASEAN Cup 2026: Indonesia vs Singapura, Bangladesh vs Malaysia Jadi Pembuka
  • Kecelakaan Maut di Baleendah, 2 Orang Tewas Usai Motor Hantam Tembok Beton
  • Meta Buka Era Baru Gadget AI, Charm hingga Kacamata Pintar Resmi Diperkenalkan
  • Daftar Lengkap Pemain Masuk & Keluar Persib dan Persija di Bursa Transfer Super League
  • Maut Saat Pasang Tiang PJU di Sumedang: Lima Pekerja Tersengat Listrik, Satu Orang Tewas
  • Bursa Transfer Super League Ditutup: Persija Sukses Amankan Marselino Ferdinan, Persib Pilih Senyap
  • Halaman Hotel di Cihampelas Diduga Masuk Rumija, Legalitas Dicek
  • Krisis Air Bersih Melanda Sumedang, 5.000 Liter Air Didistribusikan untuk Warga
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 24 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Jelang HJKB ke-216, Mahasiswa Tagih Progres Pemkot Bandung Tangani Sampah hingga Kemacetan

By Mulki AlbarRabu, 23 September 2026 14:03 WIB3 Mins Read
Jelang HJKB ke-216, mahasiswa menagih progres Pemkot Bandung menangani persoalan sampah, kemacetan, transportasi umum, banjir, lingkungan, dan infrastruktur. Foto: bukamata.id/ Mulki Albar.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Menjelang Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-216, mahasiswa menagih progres Pemerintah Kota Bandung di bawah kepemimpinan Wali Kota Muhammad Farhan dan Wakil Wali Kota Erwin dalam menyelesaikan sejumlah persoalan yang masih dihadapi masyarakat.

Ketua HMI Fakultas Dakwah Universitas Islam Bandung, Faris Jihadi Hanifa, mengatakan HJKB seharusnya tidak hanya menjadi momentum perayaan, tetapi juga menjadi ruang evaluasi terhadap berbagai persoalan yang dirasakan masyarakat.

“216 tahun Bandung itu seharusnya jadi momentum untuk bertanya, sudah sejauh mana pemerintah menyelesaikan persoalan yang setiap hari dihadapi warga?” kata Faris saat dihubungi Koran Mandala, Rabu (23/9/2026).

Menurut Faris, sedikitnya terdapat sejumlah persoalan yang perlu menjadi perhatian Pemkot Bandung, mulai dari pengelolaan sampah, kemacetan dan transportasi umum, banjir serta ketahanan lingkungan, hingga pemeliharaan infrastruktur.

Sampah

Faris menilai persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah Pemkot Bandung. Ia menyoroti dokumen perencanaan pemerintah daerah yang menurutnya masih mencatat adanya persoalan dalam optimalisasi pengelolaan sampah.

Baca Juga:  Warganet Protes Rumah Biliar di Bandung Ditutup Selama Ramadhan: Emang Batalin Puasa?

“Lagi dan lagi sampah ini sampai sekarang pemerintah itu belum bisa menjawab persoalan-persoalan tentang sampah ini. Dari mulai dokumen perencanaan Pemkot itu sendiri ternyata masih mencatat belum optimal penanganan sampah dan kebutuhan optimalisasi pengelolaan sampah di Kota Bandung,” ungkapnya.

Pemkot Bandung sendiri memiliki Rencana Induk Sistem Pengelolaan Sampah Kota Bandung 2024–2043 yang menargetkan terwujudnya sistem pengelolaan sampah berkelanjutan, termasuk melalui pengurangan, pengolahan, pemanfaatan sampah, serta kolaborasi dengan masyarakat dan berbagai pihak.

Kemacetan dan Transportasi

Pada persoalan kemacetan, Faris menyoroti kondisi di kawasan Kiaracondong serta ketersediaan transportasi umum yang dinilainya masih menjadi tantangan.

“Dokumen kemacetan Kiaracondong, terutama di tahun 2026, itu mencatat tingginya kemacetan dan transportasi umum yang belum memadai. Di sisi lain, Pemkot baru pada Juli 2026 menetapkan subsidi angkutan massal metropolitan,” ujarnya.

Pemkot Bandung memang telah menetapkan subsidi angkutan massal metropolitan berbasis jalan di kawasan perkotaan Cekungan Bandung melalui Keputusan Wali Kota Bandung Nomor 551/Kep.1296-Dishub/2026 yang ditetapkan pada 30 Juli 2026.

Baca Juga:  Teras Cihampelas, Mimpi Urban Ridwan Kamil yang Ingin Dibongkar Dedi Mulyadi

Banjir dan Ketahanan Lingkungan

Faris juga menyoroti persoalan banjir dan ketahanan lingkungan sebagai isu yang menurutnya perlu ditangani dalam jangka panjang.

Ia mengaitkannya dengan status siaga darurat bencana yang ditetapkan Pemkot Bandung sepanjang 2026.

“Memang seharusnya dilihat karena ini merupakan persoalan jangka panjang. Pemkot itu sampai detik ini seharusnya menetapkan status siaga darurat karena cuaca ekstrem sejak Januari tahun 2026. Serta pada bulan September itu kan masih memiliki status siaga untuk kekeringan dan kebakaran lahan,” katanya.

Pemkot Bandung menetapkan status siaga darurat banjir, banjir bandang, cuaca ekstrem dan tanah longsor pada 6 Januari 2026. Sementara status siaga darurat kekeringan serta kebakaran lahan ditetapkan pada 8 Juli 2026 dan masih berstatus berlaku hingga September 2026.

Infrastruktur

Persoalan lain yang disoroti Faris adalah pemeliharaan infrastruktur. Ia menilai perawatan infrastruktur dasar, termasuk drainase dan jalan, perlu menjadi perhatian pemerintah.

“Infrastruktur di Kota Bandung itu belum sepenuhnya konsisten dirawat oleh pemerintah. Karena dokumen perencanaan pemerintah daerah itu sendiri mengidentifikasi persoalan pemeliharaan infrastruktur dasar, drainase, dan juga kualitas jalan sebagai isu yang perlu dan sangat-sangat harus ditangani,” tambahnya.

Baca Juga:  Polemik Royalti Lagu di Bandung, Wali Kota Farhan Pastikan Legal Standing Dulu

Faris menegaskan, kritik tersebut bukan berarti mahasiswa menuntut Pemkot Bandung menjadi pemerintahan yang sempurna. Namun, menurutnya, pemerintah perlu menunjukkan capaian yang dapat diukur dan dirasakan masyarakat.

“Kita bukannya meminta kepada Pemerintah Kota Bandung itu harus menjadi pemerintah yang sempurna, tidak. Tapi memang bagi saya, pemerintah itu sudah seharusnya berani menunjukkan progres yang bisa diukur dan bisa dirasakan oleh masyarakat,” ungkapnya.

Menurut Faris, ukuran keberhasilan pemerintah tidak semata-mata terlihat dari kemeriahan perayaan HJKB. Ia menilai perhatian utama tetap perlu diarahkan pada penyelesaian persoalan yang dihadapi warga sehari-hari.

“Karena kota itu kan bukan dinilai dari seberapa meriah ulang tahunnya, tapi lebih ke seberapa serius pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan yang ada,” tegasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Hari Jadi Kota Bandung 2026 HJKB 216 Bandung HJKB ke-216 Muhammad Farhan Pemkot Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kecelakaan Maut di Baleendah, 2 Orang Tewas Usai Motor Hantam Tembok Beton

Maut Saat Pasang Tiang PJU di Sumedang: Lima Pekerja Tersengat Listrik, Satu Orang Tewas

Halaman Hotel di Cihampelas Diduga Masuk Rumija, Legalitas Dicek

Krisis Air Bersih Melanda Sumedang, 5.000 Liter Air Didistribusikan untuk Warga

84 Bangunan di Rumija Coblong dan Bandung Wetan Jadi Sasaran Penertiban

Heboh Kemunculan ‘Cucu Krakatau’ Seluas 32,8 Hektare Usai Erupsi, Begini Penjelasan Badan Geologi

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.