bukamata.id – Persib Bandung menghadapi ujian berat usai kalah 0-3 dari Ratchaburi FC pada leg pertama babak 16 besar AFC Champions League Two 2025-2026. Kekalahan tersebut membuat peluang Maung Bandung melaju ke perempat final semakin menantang.
Pada fase gugur ini digunakan format kandang-tandang tanpa aturan gol tandang. Artinya, agregat total dari dua pertandingan menjadi penentu kelolosan.
Untuk membalikkan keadaan, Persib wajib menang dengan selisih minimal empat gol di leg kedua jika ingin memastikan tiket delapan besar.
Misi Sulit di AFC Champions League Two
Membalikkan defisit tiga gol di kompetisi level Asia bukan perkara mudah. Sejak era AFC Cup dimulai pada 2004, hanya satu tim yang tercatat mampu melakukan comeback dari ketertinggalan tiga gol di fase gugur.
Momen langka itu terjadi pada edisi 2019 saat wakil Yordania, Al-Jazeera, bangkit setelah kalah 0-3 dari Al-Jaish di leg pertama semifinal zona Asia Barat.
Pada leg kedua di Amman, Al-Jazeera tampil luar biasa dengan kemenangan 4-0. Gol penentu dicetak oleh Zaid Jaber pada masa injury time. Laga tersebut menjadi salah satu comeback paling dramatis dalam sejarah kompetisi antarklub Asia dan kini menjadi inspirasi bagi tim yang menghadapi situasi serupa.
Bojan Hodak: Semua Masih Mungkin
Meski peluang terbilang tipis, pelatih Persib, Bojan Hodak, menegaskan bahwa timnya belum menyerah. Ia percaya sepak bola selalu menghadirkan kemungkinan tak terduga, terutama ketika bermain di kandang sendiri.
Menurutnya, Persib masih memiliki 90 menit untuk memperbaiki performa dan menunjukkan karakter sesungguhnya. Dukungan suporter di Bandung diyakini bisa menjadi energi tambahan bagi tim untuk tampil lebih agresif dan efektif.
Leg kedua di Bandung akan menjadi laga penentuan. Jika mampu menang empat gol tanpa balas, Persib bukan hanya lolos ke perempat final, tetapi juga mencatatkan salah satu comeback terbesar dalam sejarah kompetisi Asia.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










