Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?

Jumat, 16 Oktober 2026 21:01 WIB

Target 4 Perunggu Asian Para Games 2026, Indonesia Awali Perjuangan dengan Dua Kemenangan

Jumat, 16 Oktober 2026 20:33 WIB

IHSG Terjun ke Level 5.185, Kapolri Perintahkan Bareskrim Selidiki Dugaan Pidana

Jumat, 16 Oktober 2026 20:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Target 4 Perunggu Asian Para Games 2026, Indonesia Awali Perjuangan dengan Dua Kemenangan
  • IHSG Terjun ke Level 5.185, Kapolri Perintahkan Bareskrim Selidiki Dugaan Pidana
  • Tragedi Kebakaran Bromo! 4 Orang Tewas, Petugas TNBTS dan Relawan Terjebak Kobaran Api
  • Dana Bencana Rp148 Miliar Diduga Dikorupsi, Adik Eks Kepala BNPB Jadi Tersangka
  • Kabar Duka! Aktor Senior Yadi Timo Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun
  • 3 Wakil Indonesia Berburu Semifinal Denmark Open 2026, Putri KW Hadapi Penguasa China
  • Agnez Mo Jadi Artis Indonesia Pertama yang Punya Patung Lilin di Madame Tussauds Hollywood
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Penjual Es Dicoret dari PBI BPJS, Penghasilan Rp30 Ribu Sehari Dianggap Kategori Mampu

By Aga GustianaJumat, 13 Februari 2026 15:34 WIB3 Mins Read
Ilustrasi BPJS Kesehatan. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kisah memilukan datang dari Ajat (37), seorang pedagang es keliling yang harus berjuang di tengah keterbatasan ekonomi dan kondisi kesehatan serius. Dengan penghasilan sekitar Rp30 ribu per hari, ia justru dicoret dari daftar Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan karena dinilai masuk kategori mampu.

Keputusan tersebut membuat Ajat kebingungan. Sebab, pendapatannya yang tak menentu nyaris tak cukup untuk memenuhi kebutuhan harian keluarga, apalagi membayar iuran BPJS secara mandiri setiap bulan.

Padahal, Ajat saat ini menjalani prosedur cuci darah rutin yang tidak bisa dihentikan. Terapi itu menjadi satu-satunya jalan untuk mempertahankan kesehatannya. Jika terputus, risiko komplikasi bisa mengancam keselamatannya.

“Tadi saya mau coba daftar lagi ke dinas sosial. Jawabannya sama seperti kemarin, tidak bisa karena sudah terdaftar sebagai peserta BPJS mandiri,” kata Ajat, dikutip dari Instagram @mediaindonesia, Jumat (13/2/2026).

Baca Juga:  Viral Pria Palak dan Rusak Mobil di Bandung, Berakhir Damai

Terpaksa Jadi Peserta Mandiri

Ajat mengaku tak memiliki pilihan lain selain mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS mandiri. Status itu membuatnya wajib membayar iuran secara rutin agar layanan cuci darah tetap bisa diakses.

Di sisi lain, penghasilannya sebagai pedagang es keliling sangat terbatas. Kondisi fisiknya yang harus menjalani terapi seumur hidup juga membatasi ruang geraknya untuk mencari nafkah lebih besar.

Upayanya untuk mengaktifkan kembali kepesertaan PBI ditolak karena namanya tercatat dalam kategori desil 6 pada pendataan kesejahteraan sosial. Artinya, secara administratif ia dianggap berada di kelompok masyarakat menengah ke atas.

Baca Juga:  Sunhaji Terima Tawaran Umrah dari Gus Miftah, Pakai Seragam Banser

Namun Ajat membantah penilaian tersebut. Ia menegaskan kondisi ekonominya jauh dari kategori mampu.

“Katanya tergolong menengah ke atas, padahal kenyataannya jauh banget. Jangankan kerja ke mana-mana, kerja saja cuma jualan,” ujarnya dengan nada lemah.

Persoalan Data dan Realitas Lapangan

Kasus yang dialami Ajat kembali menyoroti persoalan akurasi pendataan bantuan sosial. Perbedaan antara data administratif dan kondisi riil di lapangan kerap memunculkan polemik.

Program PBI sejatinya ditujukan bagi masyarakat miskin dan tidak mampu agar tetap mendapatkan layanan kesehatan tanpa harus membayar iuran. Namun, ketepatan sasaran masih menjadi tantangan dalam implementasinya.

Baca Juga:  Viral di Media Sosial soal Khodam, Begini Pandangan Islam

Bagi Ajat, status dalam sistem pendataan terasa tak sejalan dengan kenyataan hidupnya sehari-hari. Sebagai kepala keluarga dengan penyakit kronis, ia memiliki keterbatasan fisik sekaligus beban ekonomi yang berat.

Harapan untuk Kebijakan Lebih Berpihak

Di tengah situasi sulit, Ajat hanya berharap ada kebijakan yang mempertimbangkan kondisi nyata masyarakat kecil. Baginya, akses terhadap layanan kesehatan bukan sekadar fasilitas administratif, melainkan kebutuhan mendasar untuk bertahan hidup.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik angka dan kategori desil, ada manusia dengan perjuangan nyata. Bagi Ajat, yang setiap hari berkeliling menjajakan es demi mencukupi kebutuhan keluarga, kepastian jaminan kesehatan adalah soal hidup dan mati.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BPJS Kesehatan viral
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

IHSG Terjun ke Level 5.185, Kapolri Perintahkan Bareskrim Selidiki Dugaan Pidana

Tragedi Kebakaran Bromo! 4 Orang Tewas, Petugas TNBTS dan Relawan Terjebak Kobaran Api

Ilustrasi korupsi

Dana Bencana Rp148 Miliar Diduga Dikorupsi, Adik Eks Kepala BNPB Jadi Tersangka

Viral Petugas SPBU Menangis di Depan I Wayan Koster: Saya Bukan Robot, Pak!

Diduga Jadi Korban Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen PIK 2

Nasib Tragis Pria di Bandung, Mengaku Ditipu Rekan Bisnis Puluhan Juta lalu Dibuang di Cimenyan

Terpopuler
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu
  • Kontroversi Jalan Diponegoro Bandung: Demi Ruang Publik atau Menabrak Tata Ruang?
  • Siap-siap Cair! Panduan Cek Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Oktober-Desember 2026 Pakai NIK KTP
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.