Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Panas! Umuh Muchtar Buka Suara Soal Rumor Bomber Persija Menuju Persib Bandung

Selasa, 19 Mei 2026 06:00 WIB

Viral ‘Video Guru Bahasa Inggris, Pakar Ungkap Risiko Serius di Balik Link Palsu dan Ancaman Keamanan Digital

Selasa, 19 Mei 2026 05:00 WIB

Jadwal Lengkap Puasa Idul Adha 2026, Ini Versi Pemerintah, Muhammadiyah, dan NU!

Selasa, 19 Mei 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Panas! Umuh Muchtar Buka Suara Soal Rumor Bomber Persija Menuju Persib Bandung
  • Viral ‘Video Guru Bahasa Inggris, Pakar Ungkap Risiko Serius di Balik Link Palsu dan Ancaman Keamanan Digital
  • Jadwal Lengkap Puasa Idul Adha 2026, Ini Versi Pemerintah, Muhammadiyah, dan NU!
  • Viral ‘Video Guru Bahasa Inggris vs Murid’ 6 Menit, Picu Pencarian Massif hingga Muncul Dugaan Rekayasa dan Link Berbahaya
  • Video Tukang Cilok Viral di Medsos, Link Diburu Netizen!
  • Link Video Viral Guru Bahasa Inggris vs Murid Part 2 Lebih Hot? Hati-hati Jebakan!
  • Jangan Main Bongkar Saja, Besok Kami Makan Apa? Jerit PKL Cicadas Terdampak Proyek BRT Jabar
  • Video Viral Guru Bahasa Inggris dan Murid Kembali Heboh, Link ‘Full 6 Menit’ Jadi Sorotan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 19 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Penjual Es Dicoret dari PBI BPJS, Penghasilan Rp30 Ribu Sehari Dianggap Kategori Mampu

By Aga GustianaJumat, 13 Februari 2026 15:34 WIB3 Mins Read
Ilustrasi BPJS Kesehatan. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kisah memilukan datang dari Ajat (37), seorang pedagang es keliling yang harus berjuang di tengah keterbatasan ekonomi dan kondisi kesehatan serius. Dengan penghasilan sekitar Rp30 ribu per hari, ia justru dicoret dari daftar Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan karena dinilai masuk kategori mampu.

Keputusan tersebut membuat Ajat kebingungan. Sebab, pendapatannya yang tak menentu nyaris tak cukup untuk memenuhi kebutuhan harian keluarga, apalagi membayar iuran BPJS secara mandiri setiap bulan.

Padahal, Ajat saat ini menjalani prosedur cuci darah rutin yang tidak bisa dihentikan. Terapi itu menjadi satu-satunya jalan untuk mempertahankan kesehatannya. Jika terputus, risiko komplikasi bisa mengancam keselamatannya.

“Tadi saya mau coba daftar lagi ke dinas sosial. Jawabannya sama seperti kemarin, tidak bisa karena sudah terdaftar sebagai peserta BPJS mandiri,” kata Ajat, dikutip dari Instagram @mediaindonesia, Jumat (13/2/2026).

Baca Juga:  Jalan Aspal Cimenyan Bandung Terkelupas, Warganet Curiga Ada Penyelewengan Dana

Terpaksa Jadi Peserta Mandiri

Ajat mengaku tak memiliki pilihan lain selain mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS mandiri. Status itu membuatnya wajib membayar iuran secara rutin agar layanan cuci darah tetap bisa diakses.

Di sisi lain, penghasilannya sebagai pedagang es keliling sangat terbatas. Kondisi fisiknya yang harus menjalani terapi seumur hidup juga membatasi ruang geraknya untuk mencari nafkah lebih besar.

Upayanya untuk mengaktifkan kembali kepesertaan PBI ditolak karena namanya tercatat dalam kategori desil 6 pada pendataan kesejahteraan sosial. Artinya, secara administratif ia dianggap berada di kelompok masyarakat menengah ke atas.

Baca Juga:  Bongkar Misteri: Cacahan Uang Rupiah Berserakan di TPS Liar Bekasi, dari Mana Asalnya?

Namun Ajat membantah penilaian tersebut. Ia menegaskan kondisi ekonominya jauh dari kategori mampu.

“Katanya tergolong menengah ke atas, padahal kenyataannya jauh banget. Jangankan kerja ke mana-mana, kerja saja cuma jualan,” ujarnya dengan nada lemah.

Persoalan Data dan Realitas Lapangan

Kasus yang dialami Ajat kembali menyoroti persoalan akurasi pendataan bantuan sosial. Perbedaan antara data administratif dan kondisi riil di lapangan kerap memunculkan polemik.

Program PBI sejatinya ditujukan bagi masyarakat miskin dan tidak mampu agar tetap mendapatkan layanan kesehatan tanpa harus membayar iuran. Namun, ketepatan sasaran masih menjadi tantangan dalam implementasinya.

Baca Juga:  Viral Aksi Perundungan Remaja di Bandung Sambil Live TikTok, Korban Diancam Ditusuk

Bagi Ajat, status dalam sistem pendataan terasa tak sejalan dengan kenyataan hidupnya sehari-hari. Sebagai kepala keluarga dengan penyakit kronis, ia memiliki keterbatasan fisik sekaligus beban ekonomi yang berat.

Harapan untuk Kebijakan Lebih Berpihak

Di tengah situasi sulit, Ajat hanya berharap ada kebijakan yang mempertimbangkan kondisi nyata masyarakat kecil. Baginya, akses terhadap layanan kesehatan bukan sekadar fasilitas administratif, melainkan kebutuhan mendasar untuk bertahan hidup.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik angka dan kategori desil, ada manusia dengan perjuangan nyata. Bagi Ajat, yang setiap hari berkeliling menjajakan es demi mencukupi kebutuhan keluarga, kepastian jaminan kesehatan adalah soal hidup dan mati.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BPJS Kesehatan pbi penjual es viral
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Jadwal Lengkap Puasa Idul Adha 2026, Ini Versi Pemerintah, Muhammadiyah, dan NU!

Jangan Main Bongkar Saja, Besok Kami Makan Apa? Jerit PKL Cicadas Terdampak Proyek BRT Jabar

Heboh Sosok Sambo di Bali! Bukan Polisi, Tapi Kerjaan Seharinya Jauh Lebih Bikin Merinding!

Tragis! Pria Hanyut di Sungai Cikapundung Ditemukan Tewas di Batujajar

Bikin Malu Tuan Rumah! Peselancar Putri Indonesia Ini Cetak Rekor yang Belum Pernah Ada!

Klarifikasi Atau Settingan? Misteri Pria Gondrong Demo Pati di Kantor Intel Kodim!

Terpopuler
  • Link Asli Video Viral? Guru Vs Murid Durasi 6 Menit Bikin Penasaran Publik
  • Dicari Link Full 6 Menit, Video Guru Bahasa Inggris Ini Justru Bikin Publik Curiga
  • Video 6 Menit Guru Bahasa Inggris Viral di TikTok dan X, Ternyata Banyak Kejanggalan
  • Link Video Viral Skandal Guru Bahasa Inggris vs Murid, Benarkah Ada Kelanjutannya?
  • Adu Mekanik di Bursa Transfer: Persib Tantang Klub Yunani Demi Amankan Tanda Tangan Bintang Brasil
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.