bukamata.id – Masyarakat di kawasan Jawa Barat dikagetkan oleh guncangan minor pada Rabu (19/8/2026) pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi peristiwa tektonik berkekuatan magnitudo 2,5 yang melanda wilayah Kabupaten Bandung sekitar pukul 06.35 WIB.
Pusat getaran di darat ini terdeteksi pada koordinat 7,23 LS dan 107,62 BT—berjarak sekitar 25 kilometer arah Tenggara Kabupaten Bandung dengan kedalaman yang terbilang sangat dangkal, yakni 5 kilometer.
Dipicu Pergerakan Sesar Aktif
Melihat posisi serta kedalamannya, pemicu getaran ini dipastikan berasal dari dinamika kerak bumi lokal di kedalaman dangkal.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” kata Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang Hartanto.
Dirasakan Hingga Pangalengan
Laporan warga mengindikasikan dampak guncangan paling terasa berada di area Pangalengan. Skala intensitasnya tercatat berada di level II MMI, yang umumnya ditandai dengan ayunan halus pada benda-benda yang tergantung.
“Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut,” ungkapnya.
Kondisi Terkini dan Imbauan Warga
Hingga pantauan terakhir pada pukul 06.58 WIB, BMKG belum mencatat adanya tanda-tanda getaran susulan di lokasi tersebut. Situasi di lapangan dilaporkan tetap kondusif dan aman tanpa adanya dampak kerusakan fisik pada permukiman.
Masyarakat imbau untuk tidak terpancing isu simpang siur yang beredar di media sosial.
“Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi,” imbau Hartanto.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










