bukamata.id – ASUS memperkenalkan ExpertBook Ultra (B9406CAA) sebagai laptop bisnis flagship yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan profesional dan perusahaan di tengah meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI).
ASUS memosisikan ExpertBook Ultra sebagai “The Flagship of the Industry”, dengan menggabungkan performa komputasi, kemampuan AI, mobilitas, ketahanan, serta fitur keamanan tingkat enterprise dalam satu perangkat.
Commercial Director ASUS Indonesia, Eric Khoven, mengatakan ExpertBook Ultra dirancang sebagai salah satu perangkat yang mendukung kebutuhan kerja di era Copilot+ PC dan pemrosesan AI secara lokal.
“Sebagai fondasi era baru Copilot+ PC, ASUS ExpertBook Ultra mengandalkan prosesor hingga Intel Core Ultra X9 Processor 388H generasi terbaru yang dipadukan dengan Neural Processing Unit atau NPU yang mampu menghasilkan performa hingga 50 Trillion Operations Per Second (TOPS),” ujar Eric dalam keterangan yang diterima, Rabu (19/8/2026).
Menurut Eric, kemampuan tersebut memungkinkan perangkat menjalankan berbagai kebutuhan AI tanpa sepenuhnya bergantung pada pemrosesan berbasis cloud. Salah satunya melalui ASUS AI ExpertMeet yang mendukung transkripsi, penerjemahan bahasa, serta optimalisasi kamera secara langsung melalui NPU.
ASUS juga membekali ExpertBook Ultra dengan Zenni Claw yang memungkinkan pengguna menjalankan berbagai fungsi agentic AI secara lokal maupun melalui cloud dengan menghubungkan perangkat ke sejumlah platform AI.
Dari sisi layar, ExpertBook Ultra hadir dengan pilihan panel POLED dan Tandem OLED. Varian Tandem OLED berukuran 14 inci memiliki resolusi 3K dengan refresh rate hingga 120Hz serta tingkat kecerahan puncak mencapai 1.400 nits.
Teknologi tersebut diklaim memberikan visibilitas lebih baik ketika perangkat digunakan di luar ruangan, termasuk saat pengguna melakukan presentasi atau bekerja di area dengan paparan cahaya matahari.
“Bayangkan kalau Anda seorang eksekutif yang harus melakukan presentasi mendadak di area luar ruangan kafe atau bandara dengan paparan cahaya matahari langsung. ASUS ExpertBook Ultra mendominasi skenario ini berkat terobosan layar Tandem OLED berukuran 14 inci dengan tingkat kecerahan puncak mencapai 1.400 nits,” kata Eric.
Ringan tetapi Tangguh
Selain performa, ASUS juga menempatkan mobilitas sebagai salah satu keunggulan ExpertBook Ultra. Laptop tersebut memiliki bobot mulai dari 0,99 kilogram untuk varian POLED dan 1,09 kilogram untuk varian Tandem OLED.
Sasisnya menggunakan material magnesium-aluminium dengan teknologi ASUS Nano Ceramic serta telah melalui pengujian standar MIL-STD-810H.
ASUS menyebut perangkat tersebut dirancang untuk menghadapi berbagai kondisi penggunaan di lingkungan kerja, termasuk tekanan fisik saat dibawa bepergian.
“Daya tahan terhadap tekanan hingga 100 kilogram atau lebih akan sangat berguna saat laptop ditempatkan di dalam tas dan terhimpit dokumen-dokumen lain saat dalam perjalanan bisnis,” ujar Eric.
Untuk mendukung aktivitas kerja dalam mobilitas tinggi, ExpertBook Ultra juga dibekali baterai berkapasitas 70 Wh yang diklaim mampu memberikan daya tahan hingga 26 jam serta mendukung pengisian daya hingga 50 persen dalam waktu 30 menit.
Keamanan Data Jadi Perhatian
ASUS turut menekankan aspek keamanan sebagai bagian dari perangkat bisnis flagship tersebut.
ExpertBook Ultra dilengkapi sistem ASUS ExpertGuardian dan berbagai fitur keamanan perangkat keras, termasuk ASUS Security Processor, TPM 2.0, Microsoft Pluton, sensor sidik jari, Windows Hello IR, penutup fisik kamera, serta perlindungan BIOS.
Menurut Eric, sistem tersebut dirancang untuk melindungi data perusahaan apabila perangkat maupun media penyimpanannya jatuh ke tangan pihak yang tidak berwenang.
“Secara fisik, laptop memang bisa dicuri. Tetapi data-data yang tersimpan di dalam ASUS ExpertBook Ultra tidak akan dapat diambil oleh pihak yang tidak berwenang, meskipun SSD yang terpasang di dalamnya diambil dan dipasang ke laptop lain,” katanya.
Untuk performanya, perangkat ini tersedia dengan pilihan prosesor hingga Intel Core Ultra X9-388H, NPU 50 TOPS, RAM hingga 64 GB LPDDR5x, serta penyimpanan SSD PCIe Gen 5 hingga 2 TB.
Pada sektor grafis, ExpertBook Ultra menggunakan Intel Arc terintegrasi. ASUS juga membekali perangkat dengan dua port Thunderbolt 4, dua USB-A, HDMI 2.1, serta jack audio 3,5 mm.
ASUS menyebut kombinasi tersebut ditujukan untuk menunjang kebutuhan profesional, mulai dari pekerjaan perkantoran dan analisis data hingga pengolahan konten serta penggunaan aplikasi berbasis AI.
Melalui ExpertBook Ultra, ASUS ingin memperkuat posisinya di segmen laptop bisnis premium dengan menawarkan perangkat yang tidak hanya mengedepankan spesifikasi, tetapi juga keamanan dan mobilitas.
Perangkat ini menjadi bagian dari strategi ASUS untuk menjawab kebutuhan perusahaan yang semakin mengandalkan AI dalam aktivitas kerja, sekaligus tetap membutuhkan perlindungan terhadap data dan informasi bisnis yang bersifat sensitif.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









