bukamata.id – Nama Keisha, mahasiswi baru Universitas Padjadjaran (Unpad), mendadak hangat diperbincangkan di jagat maya. Momen interaksinya bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam forum kuliah umum di Jatinangor, Jawa Barat, pada Senin (10/8/2026) memicu gelombang simpati publik sekaligus kritik tajam netizen.
Keisha yang berhasil menembus Unpad melalui jalur prestasi akademik awalnya berniat membagikan kisah perjuangan hidupnya. Namun, tanggapan serta respons yang dilontarkan sang Gubernur justru dinilai publik terlalu menohok dan kurang berempati terhadap situasi pribadi sang mahasiswi.
Percakapan Personal yang Memicu Reaksi Netizen
Di hadapan ribuan peserta, Dedi Mulyadi sempat melontarkan sejumlah pertanyaan mengenai latar belakang keluarga Keisha yang dibesarkan oleh seorang ibu tunggal.
“Bapaknya masih ada?” tanya Dedi Mulyadi.
“Bapakku enggak tanggung jawab. Bapak aku tuh, apa ya, intinya gitu enggak ngasih tahu kabar,” ungkap Keisha.
“Sampai sekarang enggak ketemu bapaknya?” tanya Dedi lagi.
“Ketemu, cuma ya kalau misal aku minta uang pun, gitu,” pungkas Keisha.
“Kenapa kamu dilahirkan dari bapak yang tidak bertanggung jawab, pilih yang bertanggung jawab dong,” kata Dedi.
“Ya enggak tahu, kan enggak bisa milih nasib,” ujar Keisha dengan wajah sedih.
Tak berhenti di situ, semangat Keisha yang memilih Program Studi Administrasi Pemerintahan demi membuktikan kemampuannya kepada kerabat yang pernah menyudutkannya kembali mendapat respons bernada sinis.
“Kamu ikut sama ibu?” tanya Dedi.
“Aku sama nenek, cuma nenek aku udah meninggal,” pungkas Keisha.
“Apa yang membuat motivasi kamu kuliah?” tanya Dedi.
“Aku pengin ngebuktiin ke saudara-saudara yang udah zolim ke aku,” ungkap Keisha.
“Kamu ambil jurusan apa?” tanya Dedi.
“Administrasi pemerintahan,” ungkap Keisha.
“Udah kebanyakan. Yang sekarang aja P3K belum diangkat jadi PNS semua, ini nambah lagi nih jurusan,” pungkas Dedi.
“Kenapa kamu enggak masuk kedokteran?” tanya Dedi lagi.
“Kan enggak ada biayanya pak, aku kan dari IPS bukan dari IPA,” jawab Keisha lugas.
“Kamu kenapa masuk IPS dulu?” tanya Dedi.
“Psikotesnya ke situ,” kata Keisha.
Meski dialog berlangsung cukup sengit, Dedi Mulyadi pada akhirnya memberikan apresiasi finansial berupa bantuan biaya pendidikan dan tempat tinggal untuk mendukung perkuliahan Keisha.
“Semesterannya aku bayarin 5 semester. Kamu bayar baya kosnya dibayarin 2 tahun nanti sama Pak Asep alumni Unpad,” ungkap Dedi Mulyadi.
“Makasih banyak bapak,” ucap Keisha.
Semangat Meredup dan Dukungan dari Lingkungan Kampus
Kendati mendapat bantuan biaya, dampak psikologis dari cuplikan wawancara yang terlanjur viral tersebut rupanya memukul kondisi mental Keisha. Kehilangan semangat dan rasa canggung yang mendalam disebut-sebut membuat keadaannya sempat drop.
Gelombang dukungan pun mengalir dari keluarga besar program studinya. Melalui media sosial X (Twitter), pemilik akun Dyno via @membacalangit meluapkan rasa prihatinnya terhadap tekanan mental yang dialami mahasiswi baru tersebut.
“GUE BARU TAU KALO MABA YANG DIPERMALUKAN ITU JURUSAN GUE!?” tulis Dyno.
“Shame on u KDM! What a p****. Semangaaat terus Keisha! pls cheer her up dong temennyaa aaaa sedih banget,” kata Dyno.
Dyno turut menyertakan pesan solidaritas dari akun perhimpunan mahasiswa Administrasi Pemerintahan (Adpem Career) yang menggalang dukungan moral agar Keisha tetap tegar melanjutkan studinya di Unpad:
“Belakangan ini kita sama-sama melihat situasi yang dialami oleh Keisha Adpem’26 dalam rangkaian kegiatan Prabu 2026 berkesempatan untuk wawancara dengan Gubernur Jawa Barat yang kemudian menjadi perhatian publik saat ini karena pada kesempatan tersebut, yang bersangkutan mendapatkan perlakuan dan ucapan yang kurang mengenakan baik mengenai Program Studi Administrasi Pemerintahan serta kehidupan pribadi Keisha.
Dan pada saat meksipun kondisi Keisha sedang tidak baik-baik saja karena merasa malu dan kehilangan semangat untuk berkuliah di Adpem dan Unpad.
Sebagai keluarga besar Administrasi Pemerintahan, rasanya penting bagi kita untuk hadir memberikan dukungan, semangat, dan motivasi kepada Keisha. Terlepas dari dinamika yang terjadi, semoga Keisha tetap kuat, tidak kehilangan semangat, dan terus melangkah dalam menjalani proses pendidikannya,” tulis akun Adpem Career.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









