Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Harga Emas Antam Anjlok! Cek Harga 1 Gram hingga 1.000 Gram Hari Ini

Selasa, 6 Oktober 2026 10:45 WIB

Bukan Lagi Spesialis Runner-Up! Perjuangan 35 Tahun Terbayar, Indonesia Raja Baru Asia Tenggara!

Selasa, 6 Oktober 2026 10:40 WIB

Daftar Lengkap Top Skor FIFA ASEAN Cup 2026: Bomber Timnas Indonesia Sabet Sepatu Emas

Selasa, 6 Oktober 2026 09:50 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Harga Emas Antam Anjlok! Cek Harga 1 Gram hingga 1.000 Gram Hari Ini
  • Bukan Lagi Spesialis Runner-Up! Perjuangan 35 Tahun Terbayar, Indonesia Raja Baru Asia Tenggara!
  • Daftar Lengkap Top Skor FIFA ASEAN Cup 2026: Bomber Timnas Indonesia Sabet Sepatu Emas
  • Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Antapani, Farhan Ancam Beri Sanksi Tegas Pejabat Setempat
  • Ancam Posisi Kazakhstan! Update Ranking FIFA Timnas Indonesia Usai Juara ASEAN Cup 2026
  • 7 Kuliner Legendaris Khas Bandung Barat, Wajib Mampir ke Sentra Pembuatannya!
  • Jelang Port FC vs Persib, Rekor Maung Bandung Bikin Deg-Degan: Belum Pernah Menang!
  • Bikin Kalap! 5 Restoran AYCE Bandung dengan Korean BBQ hingga Shabu-Shabu
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 6 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Beberkan PR Jabar di Usia 81 Tahun, dari Lapangan Kerja hingga Lingkungan

By Mulki AlbarRabu, 19 Agustus 2026 10:13 WIB4 Mins Read
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Foto: bukamata.id/ Mulki Albar.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkap sejumlah persoalan yang masih menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Provinsi Jawa Barat di usia ke-81 tahun.

Refleksi tersebut disampaikan Dedi di tengah momentum Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Barat. Ia mengakui masih terdapat sejumlah kebutuhan dasar masyarakat yang belum sepenuhnya terpenuhi, mulai dari lapangan pekerjaan, infrastruktur, pendidikan, kesehatan hingga persoalan lingkungan.

Menurut Dedi, salah satu tantangan utama Jawa Barat saat ini adalah keterbatasan lapangan pekerjaan. Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat harus mencari penghidupan hingga ke luar daerah maupun luar negeri.

“Saya sebagai Gubernur Jawa Barat karena belum bisa menyiapkan lapangan kerja terbuka yang sangat banyak sehingga harus pergi ke luar negeri karena keterbatasannya lapangan kerja di Jawa Barat,” ujar Dedi melalui akun media sosialnya, Rabu (19/8/2026).

Karena itu, Pemprov Jabar akan terus mendorong investasi untuk memperluas kesempatan kerja. Dedi berharap masyarakat Jawa Barat ke depan dapat memperoleh pekerjaan tanpa harus meninggalkan daerah asalnya.

“Semoga ke depan kita akan terus mendorong investasi agar rakyat Jawa Barat bisa bekerja di kampung halamannya sendiri,” katanya.

Baca Juga:  Darurat Karhutla Jawa Barat: Lebih dari 2,2 Juta Hektare Wilayah Terancam Kebakaran, Sukabumi Paling Luas!

Dedi mengakui, capaian pembangunan Jawa Barat masih belum sepenuhnya sesuai dengan harapan. Menurutnya, pemerintah harus terus bekerja untuk menyelesaikan berbagai persoalan mendasar yang masih dirasakan masyarakat.

“Kekurangannya banyak sekali, pencapaiannya belum sesuai dengan harapan. Untuk itu kami akan terus berusaha dan bekerja agar seluruh harapan itu bisa terwujud,” ujarnya.

Jalan Desa hingga Sekolah Masih Jadi Perhatian

Di sektor infrastruktur, Dedi menyebut kondisi jalan provinsi secara umum terus mengalami perbaikan. Namun, persoalan masih ditemukan pada sejumlah jalan kabupaten dan jalan desa.

Ia berharap pemerintah kabupaten dan desa memiliki kemampuan anggaran yang memadai untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah masing-masing. Pemprov Jabar juga diharapkan dapat memberikan dukungan sesuai dengan kemampuan fiskal daerah.

“Jalan-jalan desa masih banyak yang rusak. Semoga nanti para bupati dan para kepala desanya memiliki anggaran yang cukup agar bisa membangun jalan kabupaten dan jalan desanya, dan semoga juga provinsi memiliki anggaran yang cukup agar bisa membantunya,” tuturnya.

Persoalan pendidikan juga masih menjadi perhatian. Dedi mengatakan sejumlah bangunan SD dan SMP masih membutuhkan rehabilitasi. Di sisi lain, kebutuhan terhadap sekolah jenjang SMA dan SMK terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk usia sekolah.

Baca Juga:  Warung Ikonik Ciater Dibongkar, Kebijakan Dedi Mulyadi Jadi Sorotan

Karena itu, pembangunan sekolah baru dinilai perlu terus dilakukan untuk memperluas akses pendidikan menengah bagi masyarakat Jawa Barat.

“Kita harus terus membangun sekolah-sekolah baru agar di Jawa Barat rakyatnya bisa sekolah minimal sama SMA dan SMK,” katanya.

Warga Masih Kesulitan Akses Kesehatan

Dedi juga menyoroti persoalan pelayanan kesehatan. Menurutnya, masih terdapat masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan layanan medis akibat persoalan kepesertaan BPJS Kesehatan maupun keterbatasan biaya pengobatan.

Ia mencontohkan kasus warga yang memiliki tunggakan biaya pengobatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

“Tadi malam juga saya membereskan tunggakan warga Rp162 juta ke Rumah Sakit Hasan Sadikin. Dia nunggak dan dia harus operasi lagi, dia bingung. Kita akan terus memberikan bantuan, dukungan agar bisa terobati,” ungkapnya.

Menurut Dedi, kondisi tersebut menunjukkan masih perlunya penguatan layanan dasar agar masyarakat tidak kehilangan akses terhadap pelayanan kesehatan ketika menghadapi persoalan ekonomi.

Sampah hingga Pencemaran Lingkungan

Selain persoalan ekonomi dan layanan dasar, lingkungan juga menjadi catatan Dedi. Ia menyinggung sejumlah persoalan mulai dari kerusakan kawasan hutan, pencemaran sungai, sampah hingga abrasi pantai yang masih membutuhkan penanganan.

Baca Juga:  Bey Sebut Pelatihan Serius Kunci Keberhasilan Jabar Hattrick Juara Umum PON 2024

Pemprov Jabar, kata Dedi, terus mendorong pembangunan fasilitas pengolahan sampah, termasuk pengembangan teknologi yang dapat mengubah sampah menjadi energi.

Upaya tersebut diharapkan tidak hanya mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan, tetapi juga memberikan manfaat tambahan melalui pemanfaatan sampah sebagai sumber energi.

Dedi menegaskan, persoalan lingkungan tidak bisa dipisahkan dari keberlanjutan kehidupan masyarakat. Kualitas lingkungan yang buruk dapat berdampak terhadap sektor pertanian, peternakan, perikanan hingga kesehatan.

“Kemudian pencemaran lingkungannya harus dihindarkan, jangan sampai mencemari sungai, udara dan merusak kualitas kehidupan masyarakat,” katanya.

Meski masih menemukan banyak persoalan, Dedi menilai berbagai pekerjaan rumah tersebut harus menjadi dorongan bagi pemerintah untuk bekerja lebih serius. Ia mengajak masyarakat turut menjaga dan membangun Jawa Barat secara bersama-sama.

“Dirgahayu Provinsi Jawa Barat. Jawa Barat milik kita semua. Mari kita rawat dan jaga untuk kepentingan seluruh warga. Hatur nuhun,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi HUT RI jawa barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Antapani, Farhan Ancam Beri Sanksi Tegas Pejabat Setempat

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

BSU Rp900 Ribu hingga Bansos Beras 30 Kg, Ini Bantuan Pemerintah Oktober 2026

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos Oktober 2026 Mulai Cair! 6 Bantuan Ini Siap Disalurkan, Cek Daftarnya

960 Gas Portable Sehari! Polisi Bongkar Pabrik Oplosan LPG 3 Kg di Bandung

Sempat Terdengar Teriakan, Pria Jatuh dari Flyover Kopo hingga Meninggal

Dulu Serba Pink, Sekarang Makeup?! Penampilan Terbaru Ustaz Riza Muhammad Kembali Disorot Warganet

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Antara Regulasi dan Realita: Menguak Karut-Marut Anggaran Publikasi Rp250 Juta di Diskominfo Purwakarta
  • Aturan Dibuat untuk Dilanggar? Menguliti Tiga Dosa Administratif Pengadaan Publikasi Purwakarta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.