Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kisah Bayi Surili yang Selamat dari Kobaran Api Karhutla Ciremai: Terpisah dari Induk dan Butuh Penanganan Khusus

Sabtu, 24 Oktober 2026 18:29 WIB

Gemparkan Paris! Mengenal The Sacred Riana: Pesulap Indonesia Pertama yang Raih ‘Oscar Dunia Sulap’

Sabtu, 24 Oktober 2026 16:38 WIB

Garudayaksa vs Persib: Adu Taktik Skuad Mewah Ratusan Miliar di Pakansari

Sabtu, 24 Oktober 2026 16:01 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kisah Bayi Surili yang Selamat dari Kobaran Api Karhutla Ciremai: Terpisah dari Induk dan Butuh Penanganan Khusus
  • Gemparkan Paris! Mengenal The Sacred Riana: Pesulap Indonesia Pertama yang Raih ‘Oscar Dunia Sulap’
  • Garudayaksa vs Persib: Adu Taktik Skuad Mewah Ratusan Miliar di Pakansari
  • Intip 5 Wisata Curug Hits di Kuningan, Ada yang Punya Pemandian Air Panas Alami!
  • Darurat Karhutla Jawa Barat: Lebih dari 1.100 Hektare Lahan Hangus, Subang Jadi Wilayah Paling Parah!
  • Stop Sok Ngatur Hidup Orang! Petuah Berkelas Luna Maya di Tengah Kasus Juan Eve
  • Fakta Baru Kasus Dugaan Kekerasan Siswa SRT 1 Sumedang: Korban Sempat Kabur Hingga Minta Pulang
  • Heboh Sindiran ‘KING’ dari Bos Madura United Usai Tundukkan Persib Bandung
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Warung Ikonik Ciater Dibongkar, Kebijakan Dedi Mulyadi Jadi Sorotan

By Aga GustianaSenin, 11 Agustus 2025 09:44 WIB2 Mins Read
Warung ikonik di Ciater dibongkar
Warung ikonik di Ciater dibongkar. (Foto: tangkap layar Instagram @subang.info)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk menertibkan deretan warung di sepanjang Jalan Ciater, perbatasan Kabupaten Bandung Barat–Subang, memicu perdebatan hangat di kalangan masyarakat dan warganet.

Warung-warung tersebut selama ini menjadi tempat favorit bagi pengendara maupun wisatawan untuk beristirahat sambil menikmati kopi, udara sejuk, dan pemandangan kebun teh.

Lokasinya yang berada di lahan perkebunan teh Ciater milik PTPN I Regional juga dianggap mendukung aktivitas warga dan keamanan jalur, terutama karena lampu-lampu warung membantu penerangan ketika PJU kurang memadai.

Namun, Pemprov Jawa Barat memutuskan melakukan penertiban sebagai bagian dari penataan kawasan wisata. Dedi Mulyadi menyatakan langkah ini akan berlanjut ke wilayah Jalan Tangkuban Perahu dan Jalan Raya Lembang. Warung permanen yang berdiri di badan jalan sudah menerima surat peringatan pembongkaran.

Baca Juga:  Refleksi HUT ke-80 RI, Dedi Mulyadi Tegaskan Kehadiran Nyata Negara untuk Rakyat

Sebagai bentuk kompensasi, para pedagang di sepanjang Jalan Ciater akan direlokasi ke lokasi baru yang disiapkan Pemkab Subang dan menerima uang ganti sebesar Rp10 juta per pedagang.

Baca Juga:  Kota Bandung Etalase Jabar, Dedi Mulyadi Ingin Problem Sosial Diselesaikan

Meski ada kompensasi, kebijakan ini memicu gelombang kritik di media sosial. Sejumlah netizen menilai warung-warung tersebut berperan besar dalam menjaga keamanan dan kenyamanan jalur, sekaligus menjadi sumber mata pencaharian warga.

Komentar warganet di akun Instagram @subang.info mencerminkan kekhawatiran itu.

“Keinginan makan Indomie kuah sambil lihat pemandangan yang indah pupus lah sudah,” tulis seorang pengguna.

“Tanjakan Emen bakal gelap dan sepi. Kalau kendaraan mogok, sudah tidak ada tempat istirahat lagi,” ujar netizen lain.

Baca Juga:  KDM Integrasikan Kebijakan Transportasi untuk Tekan Kecelakaan Lalu Lintas di Jabar

Ada pula yang mengkhawatirkan meningkatnya pengangguran, kemiskinan, dan potensi kejahatan di jalur tersebut.

Jalan Lembang–Subang dikenal memiliki medan ekstrem, baik turunan curam dari arah Lembang maupun tanjakan panjang dari arah Subang. Selama ini, keberadaan warung dianggap membantu pengendara mendapatkan tempat istirahat atau bantuan darurat.

Meski pro-kontra mencuat, Pemprov Jawa Barat memastikan program penertiban ini tetap berjalan sebagai bagian dari penataan kawasan wisata dan keselamatan jalan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kisah Bayi Surili yang Selamat dari Kobaran Api Karhutla Ciremai: Terpisah dari Induk dan Butuh Penanganan Khusus

Darurat Karhutla Jawa Barat: Lebih dari 1.100 Hektare Lahan Hangus, Subang Jadi Wilayah Paling Parah!

Fakta Baru Kasus Dugaan Kekerasan Siswa SRT 1 Sumedang: Korban Sempat Kabur Hingga Minta Pulang

Kecanduan Judol Bikin Gelap Mata, Ayah di Bandung Tega Aniaya Anak hingga Tewas

Bansos

BPNT Oktober 2026 Rp600 Ribu, Begini Cara Cek Penerimanya lewat HP

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Cair Oktober-Desember! Begini Cara Cek Nama Penerima Bansos Tahap 4 2026

Terpopuler
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Rapimnas PII 2026 Anugerahkan Penghargaan Narendra Dharma Abiyanta kepada Tiga Gubernur
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.