bukamata.id – Gelombang gempa bumi susulan masih belum berhenti menggetarkan daratan Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pasca-guncangan dahsyat bermagnitudo 7,7 yang melanda pada Sabtu (15/8), aktivitas tektonik di wilayah tersebut dilaporkan masih sangat tinggi hingga Rabu (19/8/2026) pagi.
Berdasarkan pemantauan terbaru hingga pukul 08.00 WITA, ribuan getaran susulan tercatat terus terjadi, di mana puluhan di antaranya bahkan dirasakan cukup kuat oleh penduduk setempat.
“Total gempa susulan 2.850 hingga Rabu (19/8/2026), pukul 08.00 Wita. Magnitudo terbesar 6,2, magnitudo terkecil 1,1, magnitudo di atas 5 sebanyak 24 kali, dan genla susulan dirasakan 83 kali,” Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama dalam keterangan, Rabu.
Warga Mbay Bertahan di Rumah Rentan Sambil Bersiap Evakuasi
Dampak dari rentetan getaran ini dirasakan langsung oleh warga Mbay, Kabupaten Nagekeo. Kekhawatiran masih menyelimuti warga karena guncangan terjadi berulang kali sejak dini hari.
Tessa, salah seorang penduduk lokal, mengungkapkan bahwa dirinya bersama warga lain merasakan setidaknya 6 hingga 7 kali guncangan kuat sejak pukul 03.00 WITA hingga pagi hari.
“Gempa lagi dari jam 3 pagi. Sudah 6-7 kali kami rasa kuat,” kata Tessa saat dikonfirmasi detikBali.
Guna mengantisipasi situasi memburuk, Tessa dan keluarganya memilih bertahan di hunian berstruktur setengah tembok sembari tetap dalam posisi siaga tinggi.
“Ini tiba-tiba angin, tiba-tiba mendung,” ujarnya.
Update Korban Jiwa dan Luka-Luka di Berbagai Wilayah
Data penanganan darurat mencatat bahwa peristiwa bencana alam ini telah menelan puluhan korban jiwa serta ratusan warga luka-luka di berbagai kabupaten terdampak di Pulau Flores. Total korban terdampak secara keseluruhan dilaporkan mencapai 608 orang.
“Meninggal dunia 70 orang,” ujar Fathur dalam keterangan, Selasa (18/8/2026).
Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, merinci sebaran korban meninggal dunia sebanyak 70 orang tersebut meliputi:
- Kabupaten Manggarai: 27 orang
- Kabupaten Manggarai Timur: 25 orang
- Kabupaten Nagekeo: 8 orang
- Kabupaten Ngada: 2 orang
- Kabupaten Manggarai Barat: 2 orang
- Kabupaten Ende: 2 orang
Rincian Korban Luka Berat dan Luka Ringan
Selain korban meninggal dunia, Fathur menjelaskan terdapat 230 warga yang menderita luka berat dan 308 orang mengalami luka ringan.
Sebaran Korban Luka Berat (Total 230 Orang):
- Manggarai Timur: 182 orang
- Ngada: 17 orang
- Nagekeo: 13 orang
- Manggarai: 8 orang
- Ende: 4 orang
- Sikka: 2 orang
- Manggarai Barat: 2 orang
Sebaran Korban Luka Ringan (Total 308 Orang):
- Manggarai Timur: 242 orang
- Ende: 22 orang
- Ngada: 19 orang
- Manggarai: 14 orang
- Nagekeo: 9 orang
- Manggarai Barat: 4 orang
“Manggarai Timur 182 orang, Sikka 2 orang, Manggarai Barat 2 orang, Manggarai 8 orang dan Ende 4 orang,” tandasnya.
Hingga saat ini, tim SAR gabungan bersama instansi terkait masih terus bersiaga serta melakukan pemantauan intensif di lokasi penanganan bencana.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










