bukamata.id – Perbaikan Jembatan Sasak Geulis Dayeuhkolot masih menghadapi kendala anggaran. Pemerintah Kabupaten Bandung mengakui belum mampu membiayai pembangunan secara menyeluruh jika hanya mengandalkan APBD.
Bupati Bandung Dadang Supriatna menyampaikan, kondisi fisik Jembatan Dayeuhkolot yang terus menurun membutuhkan solusi cepat melalui kerja sama lintas pemerintah.
“Untuk saat ini, kalau menggunakan APBD Kabupaten Bandung, jujur saja saya belum siap. Tapi kita upaya secara lobi dan juga penyampaian kepada Pak Gubernur,” ujarnya kepada awak media, Rabu (11/2/2026).
Opsi Libatkan Pemprov Jabar dan Kementerian PU
Dadang menjelaskan, apabila Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga mengalami keterbatasan anggaran, pihaknya akan mengajukan dukungan ke pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Menurutnya, pembangunan Jembatan Sasak Geulis merupakan program strategis karena berada di jalur penting nasional.
“Kalau untuk Pak Gubernur di sini kesulitan dalam anggaran, mungkin kami juga akan mencoba kepada Kementerian PU bahwa ini juga merupakan program strategisnya Pak Presiden,” katanya.
Ia menegaskan, penanganan tidak boleh menunggu hingga kondisi jembatan semakin membahayakan pengguna jalan.
Skema Pembiayaan dan Pembebasan Lahan
Terkait skema kerja sama, Dadang berharap pemerintah provinsi atau pusat dapat menangani pembiayaan konstruksi utama. Sementara itu, Pemkab Bandung siap mendukung aspek teknis, termasuk penyelesaian pembebasan lahan apabila jembatan diperlebar.
“Kalau anggarannya lebih tinggi, kami siap ambil bagian untuk menyelesaikan tanah karena ini akan lebih dilebarkan lagi. Saya kira tidak masalah,” ucapnya.
Pemprov Jabar: Pembangunan Jembatan Baru Sudah Dianggarkan 2026
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan bahwa perbaikan Jembatan Sasak Geulis sudah masuk dalam rencana anggaran 2026.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan bahwa jembatan tersebut merupakan akses jalan milik Pemprov Jabar. Ia menegaskan pembangunan jembatan baru telah dialokasikan dalam APBD provinsi tahun ini.
“Tahun ini sudah dianggarkan untuk pembangunan jembatan baru,” ujar Dedi dalam unggahan media sosialnya, Minggu (8/2/2026).
Dua Opsi Desain Jembatan
Pemprov Jabar menyiapkan dua konsep pembangunan:
- Konsep pertama, mempertahankan model jembatan saat ini tanpa peninggian, dengan estimasi anggaran sekitar Rp60 miliar.
- Konsep kedua, membangun jembatan dengan ketinggian baru sesuai rekomendasi Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), dengan kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp100 miliar.
Perbedaan skema dan kebutuhan anggaran ini masih menjadi pembahasan lintas pemerintah.
Warga Menanti Kepastian
Di tengah pembahasan kewenangan dan pembiayaan, warga Dayeuhkolot, Banjaran, dan Baleendah berharap realisasi perbaikan Jembatan Dayeuhkolot dapat segera terlaksana.
Setiap hari, jembatan yang menjadi akses vital tersebut dilalui ribuan kendaraan. Masyarakat kini menanti kepastian pembangunan jembatan baru yang dijanjikan pada 2026 agar keselamatan dan kelancaran mobilitas dapat terjamin.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











