bukamata.id – Komedian Nunug mengungkap alasan menjual semua aset dari hasil kerja kerasnya sebagai seniman. Kini ia bersama sang suami, Iyan Sambiran memilih tinggal di kos-kosan di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan.
“Nggak lama (buat memutuskan) ya sudahlah kos aja yang penting urusan keluarga beres. Sudah hampir 7, 8 bulan,” kata Nunung saat menjadi bintang tamu Pagi Pagi Ambyar TransTV.
Alasan Nunung menjual semua asetnya karena untuk biaya pengobatan dan menghidupi keluarganya.
“Karena kebutuhan semakin banyak, saya berobat terus, saya berobat nggak boleh putus. Kan saya ada beberapa penyakit, berobat mahal banget, butuh obat, butuh hidup buat keluarga juga,” sambung dia dengan menahan tangis.
Sementara untuk biaya tinggal di kos-kosan, Nunung harus membayar Rp3,2 juta per bulannya. Kini aset Nunung hanya tinggal satu rumah yang berada di Solo, Jawa Tengah, itu pun untuk tempat tinggal keluarganya.
“Semua (aset dijual), yang di Solo juga dijual semua, yang banyak sebenarnya di Solo semua,” ungkap Nunung sambil meneteskan air mata.
Nunung juga menceritakan rumah terakhir yang ditempati bersama suami dan anak-anaknya di Jakarta. Di rumah tersebut, mereka sudah tinggal selama 9 tahun. Keputusan menjual aset itu hasil ngobrol Nunung dengan suaminya.
“Kalau suami sebetulnya ya, ‘Yang penting kamu bahagianya di mana saja’. Aku bilang, ‘Ya udah kita ngekos, kalau kita ngontrak, nanti kita pasti beli perabotan lagi, repot lagi pindah-pindahannya’, pikiran aku gitu. Kalau ngekos pikiran aku tinggal bawa baju aja, nggak usah bawa apa-apa. Kalau mau pindah-pindah enak, kalau kita bosan mau pindah-pindah lagi enak,” tutur Nunung.
Nunung juga mengungkapkan pendapat keluarganya di Solo saat dia memutuskan menjual semua asetnya.
“Ya mereka nggak bisa ngapa-ngapain. Mereka kan cuma, ‘Itukan punyanya Mama’, nggak ada yang larang. Mereka juga butuh, saya butuh berobat, berobat harus jalan terus nggak bisa putus,” ucap perempuan 61 tahun bernama lengkap Tri Retno Prayudati itu.
Sementara itu suami Nunung, Iyan Sambiran, mengatakan tinggal di kos adalah keputusan berat dan mereka harus beradaptasi.
“Ini sebenarnya sangat berat keputusan ini, saat kita ngekos berdua ada perubahan. Biasa keluarga ramai, ada cucu, kos berdua jadi kosong berdua aja di kamar. Kalau kita berdua di kamar akhirnya saya cari cara enaknya ajak jalan-jalan keliling,” kata Iyan Sambiran.
“Suasana kos emang nggak bagus kalau untuk tinggal bertahun-tahun, boring ya karena cuma ke kamar mandi dan tempat tidur saja. Kadang sedih, tapi mau gimana lagi, keadaan,” sambung Nunung.
Iyan Sambiran menambahkan, dia dan Nunung kuat menjalani kondisi saat ini.
“Ini yang harus dijalani. Inilah kehidupan, ada di bawah, atas, tengah, kita berusaha harus di tengah terus lebih baik daripada di atas terus, jatuhnya lebih sakit,” ucap Iyan Sambiran.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











