bukamata.id – Teka-teki mengenai nasib Persib Bandung setelah insiden panas di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) akhirnya terjawab. Asian Football Confederation (AFC) merilis hasil sidang Komite Etik dan Disiplin pada Rabu, 4 Maret 2026.
Kabar tersebut menjadi angin segar bagi publik sepak bola Jawa Barat. Pasalnya, dalam rilis resmi AFC tidak ditemukan nama Persib Bandung sebagai klub yang menerima hukuman. Artinya, kekhawatiran mengenai sanksi AFC Persib Bandung setelah insiden laga internasional di Bandung tidak terbukti.
Sebaliknya, AFC justru menjatuhkan sanksi kepada klub asal Iran, Tractor FC. Keputusan ini membuat manajemen Persib serta Bobotoh bisa bernapas lega setelah sempat muncul kekhawatiran terkait potensi hukuman bagi tim kebanggaan Jawa Barat tersebut.
Di sisi lain, situasi berbeda justru dialami rival abadi Persib, Persija Jakarta. Tim berjuluk Macan Kemayoran kini tengah menghadapi masa sulit akibat badai cedera pemain, di tengah persaingan ketat perebutan posisi puncak klasemen Liga 1 Indonesia musim 2025–2026.
Kronologi Insiden GBLA yang Picu Isu Sanksi AFC
Ketegangan bermula saat Persib menghadapi Ratchaburi FC pada leg kedua babak 16 besar AFC Champions League Two pada 18 Februari 2026.
Dalam pertandingan tersebut, Persib sebenarnya meraih kemenangan 1-0 lewat gol Andrew Jung. Namun hasil itu tidak cukup untuk membawa Maung Bandung lolos ke babak berikutnya karena kalah agregat 1-3.
Usai pertandingan, suasana di stadion sempat memanas. Sejumlah oknum suporter dilaporkan masuk ke lapangan dan mencoba mendekati wasit. Selain itu, aksi pelemparan botol dan petasan dari tribun juga tercatat dalam laporan pertandingan.
Dalam regulasi disiplin AFC, pelanggaran seperti invasi lapangan atau pelemparan benda ke area pertandingan biasanya dapat berujung pada denda finansial, bahkan hukuman pertandingan tanpa penonton.
Namun hingga pengumuman sidang disiplin pada 4 Maret 2026, Persib Bandung tidak masuk dalam daftar klub yang dijatuhi hukuman. Keputusan ini diduga berkaitan dengan respons cepat panitia pelaksana dan aparat keamanan di GBLA yang segera mengamankan situasi serta mengevakuasi perangkat pertandingan.
Persija Jakarta Dihantam Badai Cedera
Sementara kabar baik datang dari Bandung, kondisi berbeda justru dialami Persija. Tim ibu kota baru saja bermain imbang 2-2 melawan Borneo FC di Jakarta International Stadium.
Setelah laga tersebut, Persija harus kehilangan beberapa pemain penting karena masalah kebugaran. Bek andalan Rizky Ridho, serta Maxwell, Almeida, dan Doni Tri Pamungkas dilaporkan mengalami cedera.
Tak hanya itu, dua pemain asing Persija yakni Mauro Zilstrak dan Paulo Ricardo juga masih menjalani perawatan. Kondisi ini menjadi pukulan telak bagi tim asuhan Mauricio Souza, mengingat mereka sedang berusaha mengejar selisih poin dari Persib di papan atas klasemen.
“Kami harus melihat kondisi Alaidin dan Mauro. Saya belum tahu apakah mereka bisa tampil di laga berikutnya,” ujar Mauricio Souza.
Kabar Baik Persib: Castel Pulih, Rumor Transfer Menguat
Di tengah kabar positif soal nihilnya sanksi AFC, Persib juga mendapatkan perkembangan baik dari kondisi pemainnya. Striker Sergio Castel yang sebelumnya sempat dilarikan ke rumah sakit setelah benturan keras saat melawan Persebaya Surabaya, dipastikan tidak mengalami cedera serius.
Dokter tim Wira Candra menyebut sang penyerang hanya mengalami memar otot di bagian rusuk kiri dan sudah bisa kembali berlatih bersama tim.
Selain itu, rumor transfer juga mulai memanas. Persib disebut-sebut sedang mendekati gelandang serang asal Aljazair, Himad Abdelli, yang sebelumnya bermain untuk Angers SCO di kompetisi Ligue 1 Prancis.
Pemain berusia 25 tahun itu dikabarkan akan menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun. Jika transfer tersebut terwujud, Abdelli berpotensi membentuk duet menarik di lini tengah bersama Tom Haye.
Peluang Persib di Puncak Klasemen Semakin Terbuka
Dengan tidak adanya sanksi dari AFC dan mulai pulihnya sejumlah pemain kunci, peluang Persib Bandung untuk mempertahankan posisi di puncak klasemen semakin terbuka.
Fokus Maung Bandung kini tertuju pada pertandingan berikutnya menghadapi Persik Kediri pada 9 Maret. Laga tersebut menjadi momentum penting bagi Persib untuk memperkuat dominasi mereka dalam perburuan gelar musim ini.
Jika mampu memaksimalkan momentum positif ini, bukan tidak mungkin Persib akan semakin menjauh dari para pesaingnya dalam perebutan gelar juara Liga 1 musim 2025–2026.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










