Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Daftar Harga Terbaru BBM Nonsubsidi Pertamina, Resmi Turun Per 1 Agustus 2026

Sabtu, 1 Agustus 2026 06:29 WIB

Cara Cek Bansos Tahap 3: Gunakan NIK KTP untuk Pastikan Namamu Masuk Daftar Penerima

Sabtu, 1 Agustus 2026 06:00 WIB

Tanggal 1 Agustus Jatuh Hari Sabtu, Apakah Gaji Pensiunan PNS Tetap Cair? Ini Jawaban Taspen

Sabtu, 1 Agustus 2026 05:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Daftar Harga Terbaru BBM Nonsubsidi Pertamina, Resmi Turun Per 1 Agustus 2026
  • Cara Cek Bansos Tahap 3: Gunakan NIK KTP untuk Pastikan Namamu Masuk Daftar Penerima
  • Tanggal 1 Agustus Jatuh Hari Sabtu, Apakah Gaji Pensiunan PNS Tetap Cair? Ini Jawaban Taspen
  • Screenshot DM Instagram Bisa Ketahuan? Ini Rahasia Notifikasi yang Wajib Diketahui Pengguna
  • Bansos Kemensos Tahap 3 2026 Cair! Cek NIK KTP Sekarang, Ada PKH dan BPNT Rp600 Ribu
  • Cara Klaim Saldo DANA Gratis 1 Agustus 2026: Manfaatkan Peluang Cuan Hari Ini
  • Klaim Sekarang! Daftar Kode Redeem FF 1 Agustus 2026, Buruan Ambil Hadiah Skin & Bundle Gratis
  • Tantan Sulthon Bukhawan Resmi Maju Calon Ketua PWI Jabar, Bawa Program 1.000 UKW Gratis untuk Wartawan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 1 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Krisis Memburuk: Lebih dari 1.200 Jiwa Melayang dalam Gempuran AS-Israel di Iran

By Aga GustianaJumat, 6 Maret 2026 14:58 WIB2 Mins Read
Situasi di Iran memanas. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Suasana duka menyelimuti Iran di tengah eskalasi konflik yang memuncak dalam satu pekan terakhir. Data terbaru yang dirilis otoritas setempat mencatat lonjakan tajam jumlah korban jiwa akibat operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel yang telah berlangsung sejak akhir pekan lalu.

Berdasarkan laporan yang disiarkan oleh Press TV pada Jumat (6/3/2026), Yayasan Martir dan Urusan Veteran Iran mengonfirmasi bahwa setidaknya 1.230 orang telah dinyatakan meninggal dunia sejak serangan dimulai pada Sabtu (28/2/2026). Angka ini terus merangkak naik seiring dengan intensitas serangan yang meluas.

Tragedi di Balik Klaim Operasi Militer

Sejak awal eskalasi, Washington dan Tel Aviv berdalih bahwa gempuran udara mereka difokuskan pada infrastruktur militer strategis Iran, mulai dari sistem rudal, armada angkatan laut, hingga pusat komando dan kendali di Teheran.

Namun, laporan dari lapangan memberikan gambaran yang jauh lebih memprihatinkan. Alih-alih hanya menyasar sasaran militer, gelombang serangan tersebut justru dilaporkan meluluhlantakkan berbagai fasilitas publik. Rumah sakit, sekolah, fasilitas olahraga, kawasan pemukiman padat, bahkan situs warisan budaya kini menjadi saksi bisu kehancuran akibat gempuran udara tersebut.

Dampak dari eskalasi ini semakin parah dengan gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, bersama sejumlah jajaran komandan militer berpangkat tinggi pada fase serangan awal. Kehilangan figur sentral tersebut memicu situasi nasional yang semakin genting.

Tudingan Kejahatan Perang

Kini, prosesi pemakaman massal menjadi pemandangan harian di Teheran dan berbagai kota besar lainnya di Iran. Para petinggi negara pun tidak tinggal diam. Mereka secara tegas melayangkan kecaman keras terhadap tindakan koalisi AS-Israel.

Pemerintah Iran menegaskan bahwa serangan yang menyasar situs sipil dan cagar budaya bukanlah tindakan militer biasa, melainkan pelanggaran berat.

“Pelanggaran terang-terangan terhadap hukum kemanusiaan internasional dan kejahatan perang yang tak terbantahkan,” ujar pejabat senior Iran dalam pernyataan resminya.

Respons Teheran: Hak Membela Diri

Menghadapi agresi yang terus berlanjut, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa negaranya tidak memiliki opsi lain selain melakukan perlawanan demi kedaulatan bangsa. Teheran akhirnya meluncurkan serangan balik terukur menggunakan rudal dan pesawat nirawak (drone) yang diarahkan ke target-target di Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat yang tersebar di wilayah Teluk.

Meski mengambil langkah militer yang tegas, Pezeshkian dalam pesannya kepada para pemimpin kawasan menekankan bahwa Iran tetap berkomitmen pada prinsip kedaulatan negara-negara tetangga. Situasi di kawasan ini kini berada di titik nadir, dengan dunia internasional terus menanti langkah diplomatik apa yang mungkin dilakukan untuk meredam api konflik yang semakin membara.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

AS-Israel Ayatollah Ali Khamenei berita internasional Konflik Iran Masoud Pezeshkian Timur Tengah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Daftar Harga Terbaru BBM Nonsubsidi Pertamina, Resmi Turun Per 1 Agustus 2026

Tanggal 1 Agustus Jatuh Hari Sabtu, Apakah Gaji Pensiunan PNS Tetap Cair? Ini Jawaban Taspen

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos Kemensos Tahap 3 2026 Cair! Cek NIK KTP Sekarang, Ada PKH dan BPNT Rp600 Ribu

Tantan Sulthon Bukhawan Resmi Maju Calon Ketua PWI Jabar, Bawa Program 1.000 UKW Gratis untuk Wartawan

Desak Evaluasi Otonomi Daerah, APKASI Nyaring Suarakan Revisi UU Nomor 23 Tahun 2014

Pelecehan Seksual

Demi Rujuk, Ayah di Bandung Barat Siksa Anak Kandung hingga Berdarah dan Direkam

Terpopuler
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.