Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Menjelajahi Wisata Kuliner Bogor: Panduan Lengkap 14 Spot Legendaris hingga Spot Foto Estetik

Rabu, 16 September 2026 02:00 WIB

Menjelajah Pesona Purwakarta: 27 Destinasi Liburan Hits yang Ramah di Kantong

Rabu, 16 September 2026 01:00 WIB

Siaga Merah di Tanah Suci: Arab Saudi Keluarkan Peringatan Darurat Usai Hujaman Rudal Houthi

Selasa, 15 September 2026 21:36 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Menjelajahi Wisata Kuliner Bogor: Panduan Lengkap 14 Spot Legendaris hingga Spot Foto Estetik
  • Menjelajah Pesona Purwakarta: 27 Destinasi Liburan Hits yang Ramah di Kantong
  • Siaga Merah di Tanah Suci: Arab Saudi Keluarkan Peringatan Darurat Usai Hujaman Rudal Houthi
  • Sampah di Purwakarta Nyaris Sentuh 200 Ton Per Hari, Warga Diminta Mulai Pilah dari Rumah
  • Jelang Duel Kontra FC Seoul, Marc Klok Kobarkan Semangat Juang Persib di Panggung Asia
  • Nenek di Sukabumi Ditemukan Tewas Saat Padamkan Kebun Bambu yang Terbakar
  • Pekan Ketiga Super League Memanas! Persib ke Jepara, Persija Kontra Java United
  • Penyu Raja Ampat Dibunuh di Depan Kamera: Dari Perburuan hingga WNA Diamankan di Bandara
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 16 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Krisis Memburuk: Lebih dari 1.200 Jiwa Melayang dalam Gempuran AS-Israel di Iran

By Aga GustianaJumat, 6 Maret 2026 14:58 WIB2 Mins Read
Situasi di Iran memanas. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Suasana duka menyelimuti Iran di tengah eskalasi konflik yang memuncak dalam satu pekan terakhir. Data terbaru yang dirilis otoritas setempat mencatat lonjakan tajam jumlah korban jiwa akibat operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel yang telah berlangsung sejak akhir pekan lalu.

Berdasarkan laporan yang disiarkan oleh Press TV pada Jumat (6/3/2026), Yayasan Martir dan Urusan Veteran Iran mengonfirmasi bahwa setidaknya 1.230 orang telah dinyatakan meninggal dunia sejak serangan dimulai pada Sabtu (28/2/2026). Angka ini terus merangkak naik seiring dengan intensitas serangan yang meluas.

Tragedi di Balik Klaim Operasi Militer

Sejak awal eskalasi, Washington dan Tel Aviv berdalih bahwa gempuran udara mereka difokuskan pada infrastruktur militer strategis Iran, mulai dari sistem rudal, armada angkatan laut, hingga pusat komando dan kendali di Teheran.

Namun, laporan dari lapangan memberikan gambaran yang jauh lebih memprihatinkan. Alih-alih hanya menyasar sasaran militer, gelombang serangan tersebut justru dilaporkan meluluhlantakkan berbagai fasilitas publik. Rumah sakit, sekolah, fasilitas olahraga, kawasan pemukiman padat, bahkan situs warisan budaya kini menjadi saksi bisu kehancuran akibat gempuran udara tersebut.

Baca Juga:  Operasi Berjalan Sulit, Kebakaran Kompleks Hong Kong Tewaskan 44 Orang

Dampak dari eskalasi ini semakin parah dengan gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, bersama sejumlah jajaran komandan militer berpangkat tinggi pada fase serangan awal. Kehilangan figur sentral tersebut memicu situasi nasional yang semakin genting.

Baca Juga:  Kondisi Darurat Global, Panglima TNI Keluarkan Perintah Siaga 1 Nasional

Tudingan Kejahatan Perang

Kini, prosesi pemakaman massal menjadi pemandangan harian di Teheran dan berbagai kota besar lainnya di Iran. Para petinggi negara pun tidak tinggal diam. Mereka secara tegas melayangkan kecaman keras terhadap tindakan koalisi AS-Israel.

Pemerintah Iran menegaskan bahwa serangan yang menyasar situs sipil dan cagar budaya bukanlah tindakan militer biasa, melainkan pelanggaran berat.

“Pelanggaran terang-terangan terhadap hukum kemanusiaan internasional dan kejahatan perang yang tak terbantahkan,” ujar pejabat senior Iran dalam pernyataan resminya.

Respons Teheran: Hak Membela Diri

Menghadapi agresi yang terus berlanjut, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa negaranya tidak memiliki opsi lain selain melakukan perlawanan demi kedaulatan bangsa. Teheran akhirnya meluncurkan serangan balik terukur menggunakan rudal dan pesawat nirawak (drone) yang diarahkan ke target-target di Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat yang tersebar di wilayah Teluk.

Baca Juga:  Iran Tolak Negosiasi Gencatan Senjata Selama Serangan Israel Berlangsung

Meski mengambil langkah militer yang tegas, Pezeshkian dalam pesannya kepada para pemimpin kawasan menekankan bahwa Iran tetap berkomitmen pada prinsip kedaulatan negara-negara tetangga. Situasi di kawasan ini kini berada di titik nadir, dengan dunia internasional terus menanti langkah diplomatik apa yang mungkin dilakukan untuk meredam api konflik yang semakin membara.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

berita internasional Timur Tengah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Siaga Merah di Tanah Suci: Arab Saudi Keluarkan Peringatan Darurat Usai Hujaman Rudal Houthi

Sampah di Purwakarta Nyaris Sentuh 200 Ton Per Hari, Warga Diminta Mulai Pilah dari Rumah

Nenek di Sukabumi Ditemukan Tewas Saat Padamkan Kebun Bambu yang Terbakar

Penyu Raja Ampat Dibunuh di Depan Kamera: Dari Perburuan hingga WNA Diamankan di Bandara

Asap Kebakaran Punclut Makan Korban, 13 Warga Bandung Kena ISPA

Underpass Gatot Subroto Cimahi Ditargetkan Rampung Desember, Nilai Proyek Rp126 Miliar

Terpopuler
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Uang Mertua Rp17 Miliar Raib, Shabrina Adfi Buka Suara Soal Kejahatan Perbankan di BTN
  • Bikin Penasaran! Sosok Lylia Kasir Indomaret Jadi Buruan Warganet di TikTok
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.