bukamata.id – Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Hannah Yeoh, mengambil langkah tegas dengan mengusulkan penghentian penyaluran dana pemerintah kepada Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM). Usulan tersebut disampaikan dalam sidang paripurna pembahasan RUU Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2026 di Dewan Rakyat, pada Jumat (21/11/2025).
“Untuk saat ini, saya hanya bisa mengusulkan [kepada Dewan Rakyat] agar tidak ada lagi dana tambahan yang disalurkan [kepada FAM],” ujar Hannah.
Menurut Hannah, FAM harus melakukan evaluasi besar-besaran setelah mencuatnya kasus pemalsuan akta naturalisasi tujuh pemain timnas Malaysia. Ia menilai skandal ini bukan sekadar kesalahan administratif, melainkan masalah serius yang telah mencoreng reputasi sepak bola nasional.
Wanita berusia 46 tahun itu menegaskan bahwa penghentian dukungan dana bisa menjadi momentum bagi FAM untuk memperbaiki tata kelola dan mencegah kejadian serupa di masa depan. Ia juga menekankan perlunya fokus pada agenda timnas yang sedang bersiap menghadapi sejumlah ajang penting.
“Fokuslah terlebih dahulu untuk membantu tim nasional dan memastikan adanya perbaikan,” ucap Hannah saat memberikan nasihat kepada pengurus FAM.
Seperti diketahui, FIFA sebelumnya menjatuhkan sanksi kepada FAM terkait dugaan pemalsuan dokumen tujuh pemain naturalisasi pada akhir September. FAM sempat mengajukan banding, namun permohonan tersebut ditolak. Tidak lama kemudian, FIFA merilis dokumen yang disebut dipalsukan.
Dalam pernyataan lanjutan, badan sepak bola dunia itu mengungkap bahwa FAM akhirnya mengakui pemalsuan dokumen tersebut. Dengan demikian, sanksi untuk Malaysia telah berkekuatan hukum tetap.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









