bukamata.id – Kabar gembira menghampiri para Bobotoh! Sosok yang pernah mengantarkan Persib Bandung meraih gelar juara Indonesia Super League (ISL) 2014 dan Piala Presiden 2015, Djadjang Nurdjaman, kembali ke pangkuan Maung Bandung. Kali ini, Djanur, sapaan akrabnya, ditunjuk sebagai Direktur Teknik dengan fokus utama pada pembinaan pemain muda demi memperkuat fondasi masa depan klub.
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan, menyatakan bahwa penunjukan Djanur adalah bagian dari transformasi dan evolusi klub. “Persib saat ini tidak hanya sedang bertransformasi, tetapi juga terus berevolusi dalam berbagai aspek. Salah satu fokus utama kami adalah penguatan sistem pembinaan pemain muda,” ujarnya, Jumat (2/5/2025).
Kembalinya Djanur ke Persib bukan sekadar reuni, melainkan penegasan komitmen klub terhadap pembinaan usia dini. Karier pria kelahiran Majalengka ini memang lekat dengan Persib, mulai dari pemain (1977-1978, 1986-1992), asisten pelatih, pelatih sementara, hingga pelatih kepala yang sukses mempersembahkan dua gelar bergengsi.
Sebagai Direktur Teknik, Djanur akan memiliki peran krusial di balik layar tim utama. Ia bertanggung jawab menyusun kurikulum pembinaan pemain muda, mencari, dan mengembangkan bibit-bibit potensial yang akan menjadi tulang punggung Persib di masa depan.
“Kami membutuhkan sosok yang memahami secara mendalam kultur sepakbola Bandung dan memiliki pengalaman melatih di level tertinggi. Kami yakin, Djadjang Nurdjaman adalah figur yang tepat untuk mengemban tugas ini,” ungkap Adhitia. Ia menambahkan bahwa peran Djanur akan melengkapi sistem yang sudah berjalan di Akademi Persib serta menjadi acuan pengembangan sepak bola usia dini di Bandung.
Perjalanan Panjang Djanur Bersama Persib: Dari Pemain Legendaris Hingga Arsitek Juara
Kisah cinta Djanur dengan Persib dimulai sejak usia belia. Ia bahkan menjadi bagian penting saat Persib meraih gelar juara Perserikatan 1986, di mana gol tunggalnya di final mengakhiri penantian gelar selama 25 tahun. Ia terus menjadi pemain kunci hingga pensiun pada 1992, juga turut andil dalam gelar juara Divisi Utama 1989/1990.
Setelah gantung sepatu, Djanur tak pernah jauh dari Persib. Ia menjadi asisten pelatih dan turut merasakan gelar juara Liga Indonesia 1994/1995. Puncaknya, sebagai pelatih kepala, ia membawa Persib meraih trofi ISL 2014 dan Piala Presiden 2015, menjadikannya orang kedua yang mampu meraih gelar juara Persib sebagai pemain dan pelatih.
Sempat menimba ilmu di Inter Milan, Djanur kembali menukangi Persib pada 2016-2017. Kini, setelah delapan tahun, ia kembali dengan amanah baru untuk membangun masa depan Pangeran Biru.
“Terima kasih sebesar-besarnya kepada PT Persib Bandung Bermartabat yang telah mempercayakan saya sebagai Direktur Teknik. Ini adalah kebanggaan dan penghargaan besar bagi saya. Darah saya adalah Persib,” ujar Djanur penuh semangat.
Fokus utama Djanur adalah membina para pemain muda Persib, menyusun kurikulum pembinaan yang komprehensif, dan memastikan sistem yang diterapkan mampu mencetak pemain berkualitas dengan karakter yang baik.
“Insya Allah, saya akan memberikan yang terbaik. Semoga proses pembinaan ini berjalan lancar,” pungkasnya, seraya menekankan pentingnya pemain muda Persib tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga mental dan akhlak yang terpuji.
Kembalinya Djanur diharapkan membawa angin segar bagi pembinaan pemain muda Persib dan menjadi langkah strategis untuk meraih kejayaan di masa depan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









