Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bantuan Sosial PKH dan BPNT Cair Oktober 2026? Ini Langkah Mudah Cek Saldo KKS dan Status Penerima

Minggu, 11 Oktober 2026 06:00 WIB
Sudirman Street Food

Rekomendasi 10 Tempat Wisata Kuliner Malam Bandung yang Pas Buat Nongkrong Akhir Pekan

Minggu, 11 Oktober 2026 02:00 WIB

Rekomendasi 15 Tempat Wisata Bandung Terpopuler untuk Mengisi Liburan Akhir Pekan

Minggu, 11 Oktober 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bantuan Sosial PKH dan BPNT Cair Oktober 2026? Ini Langkah Mudah Cek Saldo KKS dan Status Penerima
  • Rekomendasi 10 Tempat Wisata Kuliner Malam Bandung yang Pas Buat Nongkrong Akhir Pekan
  • Rekomendasi 15 Tempat Wisata Bandung Terpopuler untuk Mengisi Liburan Akhir Pekan
  • Aksi Mbappe ke Kelab Malam saat Cedera Bikin Fans Madrid Geram, Respon Menohok Mourinho Jadi Sorotan
  • Jadwal Persib vs Dewa United: Kebugaran Thom Haye dkk Jadi Taruhan!
  • Efisiensi APBD Ancam Keselamatan Pesisir Jabar: Anggaran Mitigasi Tsunami Sangat Terbatas
  • Dua Anak Punk Hilang Misterius di Irigasi Johar Karawang Usai Terlibat Perkelahian
  • Bukan Ratu Biasa! Inilah Sosok Suthida, Permaisuri Thailand Pemegang Kendali Jet Tempur
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 11 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Misteri Luka Tusuk Pejabat BKAD Purwakarta: Keluarga Cium Kejanggalan, Tolak Isu Bunuh Diri

By Aga GustianaSelasa, 16 Juni 2026 11:48 WIB3 Mins Read
Ilustrasi jenazah. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kematian tragis Yogi Saleh, Kepala Bidang Pengelolaan Aset Daerah di BKAD Kabupaten Purwakarta, masih menyisakan teka-teki besar. Almarhum ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di kediamannya, Kampung Karangsari, Desa Citalang, Kecamatan Purwakarta, pada Minggu (14/6). Kondisi jasad yang dipenuhi luka tusukan memicu tanda tanya besar mengenai apa yang sebenarnya terjadi.

Di balik peristiwa memilukan ini, pihak kepolisian membeberkan fakta bahwa birokrat tersebut sempat menghilang dari aktivitas kantornya sebelum ditemukan tewas.

Absen Bekerja Dua Hari Sebelum Ditemukan Tewas

Pihak kepolisian sejauh ini masih meraba-raba motif di balik tragedi ini. Berdasarkan hasil penelusuran awal, almarhum diketahui sempat mangkir dari tugasnya di pemerintahan daerah selama dua hari berturut-turut.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan mengonfirmasi bahwa korban tidak menunjukkan keberadaannya di tempat kerja menjelang akhir pekan, meski motif absennya belum bisa dipastikan.

“Bahwa sejak hari Kamis dan Jumat korban tidak masuk bekerja,” kata Hendra Rochmawan, Selasa (16/6/2026).

Hingga saat ini, kejelasan mengenai penyebab utama hilangnya nyawa korban masih terus didalami oleh Satreskrim Polres Purwakarta melalui proses penyelidikan intensif.

Pihak Keluarga Desak Polisi Bongkar Fakta dan Hasil Autopsi

Kondisi fisik jenazah yang tidak wajar membuat pihak keluarga tersentak. Mereka secara terbuka menyatakan adanya indikasi yang tidak beres dan mendesak kepolisian bertindak cepat serta transparan.

Eka Yusuf, selaku perwakilan dari keluarga almarhum, mengungkapkan rasa tidak percayanya atas kondisi luka yang diderita sang kakak. Saat diwawancarai di rumah duka pada Senin (15/6), ia meminta keadilan ditegakkan jika terbukti ada unsur kriminalitas.

“Saya melihat ada kejanggalan. Banyak luka di tubuh kakak saya, di leher dan bagian lainnya. Kalau takdir saya terima, tapi kalau memang ada tindakan pidana, keluarga meminta keadilan dan meminta polisi mengungkap kasus ini usut tuntas,” kata Eka.

Selain itu, pihak keluarga kini tengah menanti laporan hitam di atas putih terkait hasil bedah mayat (autopsi) yang dilakukan tim kedokteran forensik.

“Kami belum menerima hasil resminya. Kalau memang ada luka-luka seperti yang disampaikan, tentu harus dijelaskan secara terbuka. Jangan sampai ada yang ditutupi,” katanya.

Membantah Isu Depresi dan Adanya Curhatan Soal Beban Kerja

Di tengah simpang siurnya informasi, sempat berembus spekulasi liar yang menyebutkan korban nekat mengakhiri hidupnya sendiri. Namun, tuduhan tersebut langsung ditepis mentah-mentah oleh pihak keluarga yang mengenal baik kepribadian Yogi.

“Kalau ada yang mengatakan bunuh diri karena depresi, saya pribadi sulit percaya. Kakak saya orang yang religius, rajin beribadah,” ujarnya.

Eka berharap penuh agar Pemerintah Kabupaten Purwakarta turut mengawal kasus ini agar tidak menguap begitu saja tanpa kepastian hukum.

“Kami minta kasus ini diusut tuntas. Kalau memang ada pelaku, harus ditangkap. Jangan sampai kasus ini berhenti tanpa kejelasan,” tuturnya.

Meski menolak narasi bunuh diri, Eka tidak menampik bahwa almarhum sempat memikul beban pikiran terkait kedinasan. Berdasarkan informasi internal keluarga, korban sempat mengutarakan keluh kesah mengenai pekerjaannya kepada sang istri sebelum insiden berdarah itu terjadi.

“Saya hanya mendengar dari keluarga, jika korban bercerita ke istrinya ada keluhan terkait pekerjaan. Detailnya saya tidak tahu, mungkin istrinya yang lebih mengetahui,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi tsunami

Efisiensi APBD Ancam Keselamatan Pesisir Jabar: Anggaran Mitigasi Tsunami Sangat Terbatas

Dua Anak Punk Hilang Misterius di Irigasi Johar Karawang Usai Terlibat Perkelahian

Soroti Jasa Medis Cuma Rp20 Ribu, Anggota DPRD Jabar Sentil Pemprov Soal MoU 65 Rumah Sakit

Ilustrasi tsunami

Ini 5 Kabuptaen di Jawa Barat yang Masuk Zona Merah Tsunami Megathrust

Tembus 33 Ribu Tanda Tangan, Petisi Online Tolak Penutupan Jalan Diponegoro Bandung Makin Masif

Wacana Sistem Tidak Naik Kelas Diberlakukan 2027, Guru dan Siswa Diimbau Siapkan Strategi Baru

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Megaproyek Pusat Data AI di Jatiluhur Purwakarta Ditahan BRIN, Ada Apa?
  • SEJARAH! Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Puasa Gelar 35 Tahun Berakhir
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.