Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kiper 40 Tahun Bikin Spanyol Frustrasi, Vozinha Jadi Pahlawan Tanjung Verde

Selasa, 16 Juni 2026 12:45 WIB

Cut Salwa Jadi Trending, Pakar Ingatkan Bahaya Klik Link Viral Tanpa Verifikasi

Selasa, 16 Juni 2026 12:25 WIB

Misteri Luka Tusuk Pejabat BKAD Purwakarta: Keluarga Cium Kejanggalan, Tolak Isu Bunuh Diri

Selasa, 16 Juni 2026 11:48 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kiper 40 Tahun Bikin Spanyol Frustrasi, Vozinha Jadi Pahlawan Tanjung Verde
  • Cut Salwa Jadi Trending, Pakar Ingatkan Bahaya Klik Link Viral Tanpa Verifikasi
  • Misteri Luka Tusuk Pejabat BKAD Purwakarta: Keluarga Cium Kejanggalan, Tolak Isu Bunuh Diri
  • Transfer Panas! Enriko Papa Diperebutkan Persib dan Klub Besar ASEAN Lainnya
  • Misteri Kematian Pejabat Purwakarta, Polisi Temukan Tali hingga Pisau di TKP
  • Geger! Spanyol Tertahan Tim Underdog di Laga Perdana Piala Dunia 2026
  • Tembus Rekor Baru? Harga Emas di Pegadaian Kompak Naik Tajam Hari Ini
  • Drama Transfer Persib: Arah Angin Berubah, Ramon Tanque Batal Bertahan?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 16 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Misteri Luka Tusuk Pejabat BKAD Purwakarta: Keluarga Cium Kejanggalan, Tolak Isu Bunuh Diri

By Aga GustianaSelasa, 16 Juni 2026 11:48 WIB3 Mins Read
Ilustrasi jenazah. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kematian tragis Yogi Saleh, Kepala Bidang Pengelolaan Aset Daerah di BKAD Kabupaten Purwakarta, masih menyisakan teka-teki besar. Almarhum ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di kediamannya, Kampung Karangsari, Desa Citalang, Kecamatan Purwakarta, pada Minggu (14/6). Kondisi jasad yang dipenuhi luka tusukan memicu tanda tanya besar mengenai apa yang sebenarnya terjadi.

Di balik peristiwa memilukan ini, pihak kepolisian membeberkan fakta bahwa birokrat tersebut sempat menghilang dari aktivitas kantornya sebelum ditemukan tewas.

Absen Bekerja Dua Hari Sebelum Ditemukan Tewas

Pihak kepolisian sejauh ini masih meraba-raba motif di balik tragedi ini. Berdasarkan hasil penelusuran awal, almarhum diketahui sempat mangkir dari tugasnya di pemerintahan daerah selama dua hari berturut-turut.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan mengonfirmasi bahwa korban tidak menunjukkan keberadaannya di tempat kerja menjelang akhir pekan, meski motif absennya belum bisa dipastikan.

“Bahwa sejak hari Kamis dan Jumat korban tidak masuk bekerja,” kata Hendra Rochmawan, Selasa (16/6/2026).

Hingga saat ini, kejelasan mengenai penyebab utama hilangnya nyawa korban masih terus didalami oleh Satreskrim Polres Purwakarta melalui proses penyelidikan intensif.

Pihak Keluarga Desak Polisi Bongkar Fakta dan Hasil Autopsi

Kondisi fisik jenazah yang tidak wajar membuat pihak keluarga tersentak. Mereka secara terbuka menyatakan adanya indikasi yang tidak beres dan mendesak kepolisian bertindak cepat serta transparan.

Eka Yusuf, selaku perwakilan dari keluarga almarhum, mengungkapkan rasa tidak percayanya atas kondisi luka yang diderita sang kakak. Saat diwawancarai di rumah duka pada Senin (15/6), ia meminta keadilan ditegakkan jika terbukti ada unsur kriminalitas.

“Saya melihat ada kejanggalan. Banyak luka di tubuh kakak saya, di leher dan bagian lainnya. Kalau takdir saya terima, tapi kalau memang ada tindakan pidana, keluarga meminta keadilan dan meminta polisi mengungkap kasus ini usut tuntas,” kata Eka.

Selain itu, pihak keluarga kini tengah menanti laporan hitam di atas putih terkait hasil bedah mayat (autopsi) yang dilakukan tim kedokteran forensik.

“Kami belum menerima hasil resminya. Kalau memang ada luka-luka seperti yang disampaikan, tentu harus dijelaskan secara terbuka. Jangan sampai ada yang ditutupi,” katanya.

Membantah Isu Depresi dan Adanya Curhatan Soal Beban Kerja

Di tengah simpang siurnya informasi, sempat berembus spekulasi liar yang menyebutkan korban nekat mengakhiri hidupnya sendiri. Namun, tuduhan tersebut langsung ditepis mentah-mentah oleh pihak keluarga yang mengenal baik kepribadian Yogi.

“Kalau ada yang mengatakan bunuh diri karena depresi, saya pribadi sulit percaya. Kakak saya orang yang religius, rajin beribadah,” ujarnya.

Eka berharap penuh agar Pemerintah Kabupaten Purwakarta turut mengawal kasus ini agar tidak menguap begitu saja tanpa kepastian hukum.

“Kami minta kasus ini diusut tuntas. Kalau memang ada pelaku, harus ditangkap. Jangan sampai kasus ini berhenti tanpa kejelasan,” tuturnya.

Meski menolak narasi bunuh diri, Eka tidak menampik bahwa almarhum sempat memikul beban pikiran terkait kedinasan. Berdasarkan informasi internal keluarga, korban sempat mengutarakan keluh kesah mengenai pekerjaannya kepada sang istri sebelum insiden berdarah itu terjadi.

“Saya hanya mendengar dari keluarga, jika korban bercerita ke istrinya ada keluhan terkait pekerjaan. Detailnya saya tidak tahu, mungkin istrinya yang lebih mengetahui,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Misteri Kematian Pejabat Pejabat Purwakarta Tewas Pembunuhan Purwakarta 2026 Yogi Saleh BKAD
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Misteri Kematian Pejabat Purwakarta, Polisi Temukan Tali hingga Pisau di TKP

Warga Bandung Barat Tandu Pasien Ratusan Meter ke Ambulans, Akses Jalan Sempit Jadi Sorotan

Diwarnai Kericuhan Petasan, Ini Poin-poin Tuntutan Aksi Mahasiswa di Gedung DPRD Jabar

Gelar Aksi ‘Indonesia Disaster’ di DPRD Jabar, Mahasiswa Bandung Bawa 3 Tuntutan Krusial

Bandung Zoo Punya Bos Baru! Revitalisasi Besar Disiapkan, Harga Tiket Jadi Sorotan

Digugat Terkait Maladministrasi PCMB 2026, Ini Respons Kepala Disdik Jabar Purwanto

Terpopuler
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
  • Link Asli Video Cut Salwa di Hotel Diburu Warganet, Apa Isinya?
  • Viral! Daftar Nama yang Diserahkan Sony Sonjaya ke Kejagung Terkait Kasus BGN, Siapa Saja?
  • Antisipasi Demo Mahasiswa Memanas, 2.300 Personel Gabungan TNI-Polri Jaga Ketat Kota Bandung
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.