Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Senegal vs Maroko

Maroko Buka Suara Usai Rebut Title Juara Piala Afrika 2025 dari Senegal Jalur Pengadilan

Jumat, 20 Maret 2026 18:20 WIB

Daftar Lokasi Salat Id Bandung 21 Maret 2026: Masjid Raya hingga Lapangan Terbuka

Jumat, 20 Maret 2026 18:02 WIB
Persib Bandung

Bursa Transfer Panas! Eks Pemain Eredivisie Ini Tertarik ke Super League, Persip Siap Rekrut?

Jumat, 20 Maret 2026 17:34 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Maroko Buka Suara Usai Rebut Title Juara Piala Afrika 2025 dari Senegal Jalur Pengadilan
  • Daftar Lokasi Salat Id Bandung 21 Maret 2026: Masjid Raya hingga Lapangan Terbuka
  • Bursa Transfer Panas! Eks Pemain Eredivisie Ini Tertarik ke Super League, Persip Siap Rekrut?
  • FIFA Resmi Sanksi Federasi Sepak Bola Israel Terkait Diskriminasi dan Rasisme
  • Catat! Jadwal Buka Puasa Bandung Hari Ini 20 Maret 2026
  • Resmi! Sholat Idulfitri 2026 di Bandung Digelar di Gedung Sate dan Balai Kota, Catat Jadwalnya
  • Viral Video Kebaya Hitam No Sensor, Link Diburu Netizen: Apa Isinya?
  • Viral! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Bikin Warganet Heboh, Hati-hati Link Phishing
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 20 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

KemenHAM Jabar Nilai Program Pendidikan Karakter Dedi Mulyadi Sebagai Solusi Konkret

By SusanaSenin, 5 Mei 2025 16:30 WIB2 Mins Read
Pendidikan Karakter. Foto: Instagram @dedimulyadi71.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Program pendidikan karakter bagi siswa bermasalah yang digagas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, terus menjadi polemik di tengah masyarakat.

Meski telah berjalan di beberapa wilayah seperti Purwakarta dan Kota Bandung, kritik terhadap program ini terus bermunculan, terutama soal keterlibatan institusi militer dalam proses pendidikan bagi siswa sipil.

Salah satu pihak yang menyoroti adalah Komnas HAM, yang menilai bahwa pendidikan bagi warga sipil, termasuk siswa sekolah, semestinya bukan berada di bawah kewenangan institusi militer. Kritik ini semakin menguat karena program tersebut belum dilandasi kajian regulatif yang matang.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil KemenHAM) Jabar, Hasbullah, mengatakan bahwa program ini muncul sebagai upaya pragmatis dalam mencari solusi atas kenakalan remaja yang tak kunjung terselesaikan secara nasional.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Resmi Larang Pelajar Jabar Nongkrong di Atas Jam 8 Malam

“Masalah kenakalan anak-anak ini sudah menahun. Dari program-program pusat pun, tidak ada langkah konkret yang bisa dijalankan secara efektif,” ujar Hasbullah, Senin (5/5/2025).

Hasbullah mengakui bahwa secara regulasi, kebijakan ini memang menimbulkan perdebatan. Pasalnya, belum ada kajian resmi yang melibatkan para ahli, baik dari sisi kebijakan publik, hukum, maupun HAM.

“Dalam tata kelola pemerintahan yang baik, seharusnya ada kajian kebijakan, analisis risiko, dan evaluasi dampak. Tapi saya juga memahami bahwa Dedi Mulyadi cenderung pragmatis, dan mungkin masyarakat pun sudah lelah dengan diskusi yang tidak berujung pada solusi nyata,” jelasnya.

Baca Juga:  Jalan Baru Padalarang–Kota Baru Parahyangan Siap Dibangun, Anggaran Pembebasan Lahan Rp150 Miliar

Terkait potensi pelanggaran HAM, Hasbullah menilai hal itu bergantung pada sudut pandang masing-masing.

“Ketakutan masyarakat bahwa siswa akan mendapat perlakuan kasar saat dibina di lingkungan militer sebenarnya belum terbukti. Berdasarkan konten-konten yang dipublikasikan, seperti di kanal YouTube Dedi Mulyadi, pendekatannya justru menekankan pada pembentukan karakter dan melibatkan peran serta orang tua,” katanya.

Ia menegaskan, program tersebut dijalankan atas dasar persetujuan dari orang tua siswa, bukan pemaksaan.

“Jika orang tua sudah tidak mampu membina anaknya dan menitipkan mereka dengan ikhlas untuk mendapat pembinaan, kenapa tidak? Yang penting evaluasi tetap dilakukan,” imbuhnya.

Baca Juga:  Resmikan Pusbankum Desa se-Jabar, KDM Dorong Peradilan Adat Lewat Pergub Baru

Hasbullah menyoroti bahwa selama ini belum ada solusi yang benar-benar konkret untuk masalah kenakalan remaja.

“Setiap kali ada tawuran pelajar yang menelan korban, yang muncul hanya pernyataan belasungkawa dan harapan semoga jadi yang terakhir. Tapi langkah konkret tak pernah terlihat,” tuturnya.

Ia berharap ke depan, Pemprov Jabar dapat melibatkan Kanwil KemenHAM dalam merumuskan program-program berbasis karakter dan HAM.

“Kalau kita lihat konten-konten dari KDM, 90 persen menyentuh isu-isu HAM, seperti lingkungan hidup, anak, dan pelayanan publik. Kanwil KemenHAM tentu sangat mengapresiasi jika bisa dilibatkan,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi KemenHAM militer pendidikan karakter
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Daftar Lokasi Salat Id Bandung 21 Maret 2026: Masjid Raya hingga Lapangan Terbuka

Catat! Jadwal Buka Puasa Bandung Hari Ini 20 Maret 2026

Resmi! Sholat Idulfitri 2026 di Bandung Digelar di Gedung Sate dan Balai Kota, Catat Jadwalnya

Arus Mudik Lebaran 2026: Jalur Nagreg Tercatat Padat, 150 Ribu Kendaraan Melintas

Jelang Idulfitri 1447 H, Ini Daftar ATM Pecahan Kecil Rp10.000 dan Rp20.000 di Bandung

Nagreg Membludak! 118 Ribu Kendaraan Melintas, Polisi Terapkan One Way Berulang

Terpopuler
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Netizen Penasaran! Video Mukena Pink ‘No Sensor’ Viral, Banyak yang Buru Link Aslinya
  • Kronologi dan Isi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit yang Viral
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Viral! ‘Ukhti Mukena Pink’ Bikin Netizen Penasaran, Pencarian Versi Tanpa Sensor Meledak
  • Viral Video Ibu Tiri vs Anak Tiri 7 Menit di Kebun Sawit: Ternyata Ini Fakta Tersembunyi di Baliknya!
  • Detik-detik Video Ibu Tiri dan Anak Tiri di Kebun Sawit Bocor, Link Telegram Diburu Warganet
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.