Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Game Free Fire

Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!

Selasa, 15 September 2026 08:27 WIB

Puluhan Bangunan Liar di TPU Kristen Pandu Bandung Ditertibkan Bertahap

Selasa, 15 September 2026 07:46 WIB
Dapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game, tukarkan poin dengan uang cash.

Peluang Emas Hari Ini: Cara Klaim Saldo DANA Gratis Rp150.000 Lewat Fitur Resmi Terbaru

Selasa, 15 September 2026 06:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Puluhan Bangunan Liar di TPU Kristen Pandu Bandung Ditertibkan Bertahap
  • Peluang Emas Hari Ini: Cara Klaim Saldo DANA Gratis Rp150.000 Lewat Fitur Resmi Terbaru
  • Dafa Al Gasemi Tinggalkan Dewa United, Persikad Depok Jadi Pelabuhan Baru
  • Tak Cuma untuk Sarapan, 3 Bubur Ayam Bandung Ini Cocok Diburu Tengah Malam
  • Angkot Masuk Bandara Husein Sastranegara? Ini Rute yang Disiapkan
  • Klaim Sekarang! Daftar Kode Redeem FF 15 September 2026 untuk Dapatkan Hadiah Eksklusif Gratis
  • Panduan Liburan ke Bandung: 14 Tempat Wisata Paling Populer dengan Panorama Alam Memukau
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 15 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Kena Mental Karena Dihujat, Cahaya Mutiara Minta Fauzan Tak Memojokkannya!

By SusanaSenin, 6 April 2026 10:13 WIB4 Mins Read
Cahaya Mutiara Pohan akhirnya menyampaikan permintaan maaf usai video ejekan “kampungan” viral di media sosial. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Fenomena video viral kembali mengguncang jagat media sosial. Kali ini, rekaman yang memperlihatkan dua perempuan menertawakan seorang remaja karena dianggap “kampungan” memicu gelombang kritik dari warganet.

Video tersebut dengan cepat menyebar di berbagai platform, memancing emosi publik yang menilai tindakan itu tidak mencerminkan empati, terutama di tengah meningkatnya kesadaran etika bermedia sosial.

Sorotan tajam kemudian tertuju pada sosok dalam video, yakni Cahaya Mutiara Pohan dan perekam video, Fauzan Akbar.

Permintaan Maaf Cahaya Mutiara: Klarifikasi yang Jadi Sorotan

Melalui unggahan video di akun Instagram @feedgramindo yang dikutip pada Senin (6/4/2026), Cahaya Mutiara akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

Ia mengakui kesalahan karena telah merekam dan menyebarkan video tanpa izin dari Fauzan.

“Saya, Cahaya Mutiara Pohan… ingin mengucapkan permintaan maaf sebesar-besarnya kepada Fauzan karena telah mengambil video tersebut tanpa meminta izin…,” ujarnya.

Dalam klarifikasinya, ia juga menegaskan bahwa tidak ada niat menghina atau menyebut kata “kampungan” seperti yang ramai dituduhkan.

Baca Juga:  Heboh Video Viral Guru Bahasa Inggris, Ternyata Isinya Bikin Netizen Gigit Jari!

Ia juga menegaskan bahwa tidak ada niat menghina ataupun menyebut kata “kampungan” seperti yang ramai diperbincangkan.

Namun, pernyataan lanjutan yang ia sampaikan justru menjadi perhatian publik karena dinilai cukup emosional.

“Tolong kalau ada orang yang bertanya terkait kejadian tersebut, tolong jawab yang sebenar-benarnya dan sejujur-jujurnya. Dengan rezeki yang telah kamu dapat, mohon untuk tidak semakin memojokkan saya, semakin memburuk-burukkan saya. Saya juga sakit, saya juga kena mental, saya juga stres, saya dihujat. Tapi memang itu kesalahan saya jadi saya terima. Sekali lagi saya memohon maaf yang sebesar-besarnya, semoga semangat kamu kembali, kembali beraktivitas seperti sebelumnya,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut justru memicu perdebatan baru. Sebagian warganet menilai permintaan maaf itu tidak sepenuhnya tulus, bahkan terkesan sebagai pembelaan diri.

Komentar Warganet: Antara Kritik dan Nasihat

Respons publik terhadap permintaan maaf tersebut terbilang beragam. Banyak yang menilai bahwa permintaan maaf seharusnya disampaikan tanpa disertai pembenaran.

Beberapa komentar yang ramai beredar di media sosial antara lain:

“Minta maaf atau pembelaan diri ini? Minta maaf ya minta maaf aja…” tulis akun @adl***

Baca Juga:  Viral di TikTok, Video Cut Salwa Jadi Perbincangan Publik, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

“Bukan salah Fauzan kamu dihujat, tapi kamu sendiri yang upload video…” tulis akun @ada***

Di sisi lain, ada pula warganet yang mencoba menyeimbangkan situasi dengan pesan reflektif:

“Jangan berlarut-larut membully kekurangan seseorang, lebih baik koreksi diri masing-masing…” tulis akun @sar***

Sementara itu, sebagian lainnya menilai permintaan maaf muncul karena tekanan viralitas:

“Minta maaf karena sudah viral, bukan karena menyesal…” tulis akun @kro***

Komentar-komentar ini menunjukkan bagaimana publik semakin kritis terhadap isu perundungan dan kejujuran dalam meminta maaf di ruang digital.

Fakta Menyentuh: Fauzan Sedang Berduka

Di balik video yang viral, tersimpan kisah yang jauh lebih menyentuh. Fauzan, remaja yang menjadi objek ejekan, ternyata baru saja kehilangan ibunya pada malam takbiran.

Informasi ini diungkap melalui unggahan akun TikTok @emamore02 dan langsung menggugah empati publik.

Meski tengah berduka, Fauzan tetap berusaha menjalani aktivitas seperti biasa. Ia bahkan mengenakan pakaian terbaik yang dimilikinya saat keluar rumah sebuah detail sederhana yang justru memperlihatkan keteguhan hatinya.

Baca Juga:  Terbongkar! Kejanggalan di Balik Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit, Ternyata Ada yang Tak Sinkron?

Kisah ini membuat banyak warganet berbalik memberikan dukungan penuh kepada Fauzan.

Akhir Damai: Saling Memaafkan dan Ambil Hikmah

Seiring berjalannya waktu, konflik yang sempat memanas akhirnya mereda. Kedua belah pihak dikabarkan telah saling memaafkan.

Momen ini menjadi titik balik yang diharapkan dapat mempererat hubungan serta menjadi pelajaran berharga, tidak hanya bagi mereka yang terlibat, tetapi juga bagi masyarakat luas.

Peristiwa ini menegaskan pentingnya bijak dalam menggunakan media sosial. Setiap tindakan, sekecil apa pun, dapat berdampak besar ketika tersebar di ruang publik digital.

Refleksi: Bijak Bermedia Sosial di Era Viral

Kasus ini menjadi pengingat kuat bahwa empati dan etika harus tetap dijaga, terutama di era di mana konten dapat viral dalam hitungan detik.

Alih-alih menghakimi, publik juga diajak untuk lebih bijak dalam merespons, memberi ruang untuk perbaikan, tanpa mengabaikan pentingnya tanggung jawab.

Pada akhirnya, kisah Fauzan dan Cahaya Mutiara bukan sekadar tentang viralitas, tetapi tentang kemanusiaan, kesalahan, dan kesempatan untuk berubah.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

video viral Viral TikTok 2026
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Game Free Fire

Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!

Dapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game, tukarkan poin dengan uang cash.

Peluang Emas Hari Ini: Cara Klaim Saldo DANA Gratis Rp150.000 Lewat Fitur Resmi Terbaru

Tak Cuma untuk Sarapan, 3 Bubur Ayam Bandung Ini Cocok Diburu Tengah Malam

Game Free Fire

Klaim Sekarang! Daftar Kode Redeem FF 15 September 2026 untuk Dapatkan Hadiah Eksklusif Gratis

Panduan Liburan ke Bandung: 14 Tempat Wisata Paling Populer dengan Panorama Alam Memukau

Andre Taulany Nikah Lagi?! Ini Sosok Calon Istri Ketua Geng Prediksi

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Gemuruh GBLA Bikin Merinding, Balsa Sekulic Terpukau oleh Militansi Bobotoh Persib
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Uang Mertua Rp17 Miliar Raib, Shabrina Adfi Buka Suara Soal Kejahatan Perbankan di BTN
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.