Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!

Jumat, 30 Oktober 2026 15:19 WIB

Benarkah Pelaku Bukan Suporter? Ketum Viking Minta Polisi Gali Lebih Dalam

Jumat, 30 Oktober 2026 13:54 WIB

Polda Jabar Pastikan Hak Mahasiswa yang Diamankan Pascademo 20 Oktober Terpenuhi

Jumat, 30 Oktober 2026 12:55 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
  • Benarkah Pelaku Bukan Suporter? Ketum Viking Minta Polisi Gali Lebih Dalam
  • Polda Jabar Pastikan Hak Mahasiswa yang Diamankan Pascademo 20 Oktober Terpenuhi
  • Bisa Dapat Rp2,7 Juta! Ini Rincian Bansos PKH Tahap 4 2026 untuk 8 Kategori Penerima
  • Kualitas Udara Bandung Memburuk, Indeks AQI Sempat Capai Angka 167
  • Kemarau Belum Usai, Jawa Barat Justru Diintai Hujan Lebat dan Angin Kencang
  • Pengamat Nilai Transjabodetabek Blok M-Bandung Tak Efektif, Ini Alasannya
  • Jadwal Persib vs Isen Mulang Kalteng FC di Super League, Cek Harga Tiketnya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 30 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Kena Mental Karena Dihujat, Cahaya Mutiara Minta Fauzan Tak Memojokkannya!

By SusanaSenin, 6 April 2026 10:13 WIB4 Mins Read
Cahaya Mutiara Pohan akhirnya menyampaikan permintaan maaf usai video ejekan “kampungan” viral di media sosial. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Fenomena video viral kembali mengguncang jagat media sosial. Kali ini, rekaman yang memperlihatkan dua perempuan menertawakan seorang remaja karena dianggap “kampungan” memicu gelombang kritik dari warganet.

Video tersebut dengan cepat menyebar di berbagai platform, memancing emosi publik yang menilai tindakan itu tidak mencerminkan empati, terutama di tengah meningkatnya kesadaran etika bermedia sosial.

Sorotan tajam kemudian tertuju pada sosok dalam video, yakni Cahaya Mutiara Pohan dan perekam video, Fauzan Akbar.

Permintaan Maaf Cahaya Mutiara: Klarifikasi yang Jadi Sorotan

Melalui unggahan video di akun Instagram @feedgramindo yang dikutip pada Senin (6/4/2026), Cahaya Mutiara akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

Ia mengakui kesalahan karena telah merekam dan menyebarkan video tanpa izin dari Fauzan.

“Saya, Cahaya Mutiara Pohan… ingin mengucapkan permintaan maaf sebesar-besarnya kepada Fauzan karena telah mengambil video tersebut tanpa meminta izin…,” ujarnya.

Dalam klarifikasinya, ia juga menegaskan bahwa tidak ada niat menghina atau menyebut kata “kampungan” seperti yang ramai dituduhkan.

Baca Juga:  Apa Isi Video Teh Pucuk 17 Menit? Link No Sensor Bikin Penasaran

Ia juga menegaskan bahwa tidak ada niat menghina ataupun menyebut kata “kampungan” seperti yang ramai diperbincangkan.

Namun, pernyataan lanjutan yang ia sampaikan justru menjadi perhatian publik karena dinilai cukup emosional.

“Tolong kalau ada orang yang bertanya terkait kejadian tersebut, tolong jawab yang sebenar-benarnya dan sejujur-jujurnya. Dengan rezeki yang telah kamu dapat, mohon untuk tidak semakin memojokkan saya, semakin memburuk-burukkan saya. Saya juga sakit, saya juga kena mental, saya juga stres, saya dihujat. Tapi memang itu kesalahan saya jadi saya terima. Sekali lagi saya memohon maaf yang sebesar-besarnya, semoga semangat kamu kembali, kembali beraktivitas seperti sebelumnya,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut justru memicu perdebatan baru. Sebagian warganet menilai permintaan maaf itu tidak sepenuhnya tulus, bahkan terkesan sebagai pembelaan diri.

Komentar Warganet: Antara Kritik dan Nasihat

Respons publik terhadap permintaan maaf tersebut terbilang beragam. Banyak yang menilai bahwa permintaan maaf seharusnya disampaikan tanpa disertai pembenaran.

Beberapa komentar yang ramai beredar di media sosial antara lain:

“Minta maaf atau pembelaan diri ini? Minta maaf ya minta maaf aja…” tulis akun @adl***

Baca Juga:  Viral! Oknum Guru Diduga Ejek Penyandang Tuna Wicara saat Live

“Bukan salah Fauzan kamu dihujat, tapi kamu sendiri yang upload video…” tulis akun @ada***

Di sisi lain, ada pula warganet yang mencoba menyeimbangkan situasi dengan pesan reflektif:

“Jangan berlarut-larut membully kekurangan seseorang, lebih baik koreksi diri masing-masing…” tulis akun @sar***

Sementara itu, sebagian lainnya menilai permintaan maaf muncul karena tekanan viralitas:

“Minta maaf karena sudah viral, bukan karena menyesal…” tulis akun @kro***

Komentar-komentar ini menunjukkan bagaimana publik semakin kritis terhadap isu perundungan dan kejujuran dalam meminta maaf di ruang digital.

Fakta Menyentuh: Fauzan Sedang Berduka

Di balik video yang viral, tersimpan kisah yang jauh lebih menyentuh. Fauzan, remaja yang menjadi objek ejekan, ternyata baru saja kehilangan ibunya pada malam takbiran.

Informasi ini diungkap melalui unggahan akun TikTok @emamore02 dan langsung menggugah empati publik.

Meski tengah berduka, Fauzan tetap berusaha menjalani aktivitas seperti biasa. Ia bahkan mengenakan pakaian terbaik yang dimilikinya saat keluar rumah sebuah detail sederhana yang justru memperlihatkan keteguhan hatinya.

Baca Juga:  Kisah Mencekam Kurir Ekspedisi Disekap di Gudang Jakut, Polisi Lakukan Penelusuran

Kisah ini membuat banyak warganet berbalik memberikan dukungan penuh kepada Fauzan.

Akhir Damai: Saling Memaafkan dan Ambil Hikmah

Seiring berjalannya waktu, konflik yang sempat memanas akhirnya mereda. Kedua belah pihak dikabarkan telah saling memaafkan.

Momen ini menjadi titik balik yang diharapkan dapat mempererat hubungan serta menjadi pelajaran berharga, tidak hanya bagi mereka yang terlibat, tetapi juga bagi masyarakat luas.

Peristiwa ini menegaskan pentingnya bijak dalam menggunakan media sosial. Setiap tindakan, sekecil apa pun, dapat berdampak besar ketika tersebar di ruang publik digital.

Refleksi: Bijak Bermedia Sosial di Era Viral

Kasus ini menjadi pengingat kuat bahwa empati dan etika harus tetap dijaga, terutama di era di mana konten dapat viral dalam hitungan detik.

Alih-alih menghakimi, publik juga diajak untuk lebih bijak dalam merespons, memberi ruang untuk perbaikan, tanpa mengabaikan pentingnya tanggung jawab.

Pada akhirnya, kisah Fauzan dan Cahaya Mutiara bukan sekadar tentang viralitas, tetapi tentang kemanusiaan, kesalahan, dan kesempatan untuk berubah.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

video viral Viral TikTok 2026
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!

Harga Emas Antam Anjlok Lagi! Hari Ini Dibanderol Rp 2.546.000 per Gram

Dari Murah hingga Mewah, Ini Daftar Steak Enak di Bandung Pilihan Warganet

Harga Emas Antam Anjlok Rp11.000 Hari Ini! Cek Daftar Lengkapnya Sebelum Beli

Video Lama Bocor Lagi! Reaksi Dingin Eve Saat Tahu Hamil Bikin Warganet Geleng-geleng Kepala

Bosan ke Tempat yang Itu-itu Saja? Coba 5 Wisata Bogor Anti-Mainstream Ini

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.