bukamata.id – Bandung tak pernah kehabisan cerita tentang generasi mudanya. Salah satunya datang dari sosok mojang manis asal Arcamanik, Risa Husnu Alfiah, yang akrab disapa Ica.
Meski lahir di Majalengka, sejak berusia tiga bulan ia sudah tinggal di Bandung hingga sekarang. Lulusan S1 Fakultas Dakwah, Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Bandung (Unisba) ini kini tengah sibuk bekerja sekaligus menyelesaikan revisi tugas akhirnya.
Sehari-hari, Ica bekerja di toko es krim “Gak Cukup Satu”. Profesi ini ia jalani sebagai upaya mencari pengalaman baru sekaligus mengasah keterampilan sosialnya.
“Aku bisa dibilang introvert. Kerja di toko es krim jadi cara aku belajar hal-hal baru seperti melayani pelanggan atau jadi kasir,” ucap Ica kepada bukamata.id, Sabtu (27/9/2025).
Selain kerja, Ica juga aktif menekuni berbagai hobi. Dulu ia senang berenang dan memasak, kini ia lebih fokus mendaki gunung atau “muncak” untuk melepas penat.
“Muncak itu buat ngilangin stres,” katanya.
Beberapa gunung yang pernah ia daki antara lain Gunung Guntur, Cikuray, dan Papandayan. Gunung Guntur menjadi pengalaman pertama sekaligus paling menantang baginya.
Tinggal di Bandung selama 23 tahun membuat Ica memiliki banyak kenangan di kota ini, terutama di kawasan Arcamanik yang ia sebut sebagai tempat paling memorable dalam hidupnya.
“Di Arcamanik banyak banget kenangannya sama orang tua aku dari merintis,” ungkapnya.
Sebagai mojang Bandung, Ica juga tak lupa merekomendasikan destinasi favorit. Bagi yang suka nongkrong, ia menyarankan kafe-kafe estetik di Kota Bandung yang bisa dilihat rekomendasinya di TikTok.
Untuk wisata alam, ia memilih Pangalengan dan Ciwidey yang terkenal dengan kebun teh dan situ-situ indah, serta Lembang yang memiliki kafe di tengah hutan.
Bandung, menurut Ica, adalah kota yang “enakeun” dan estetik, terutama setelah hujan.
“Cuacanya pas, nggak terlalu panas, nggak terlalu dingin,” tuturnya.
Sebagai penutup, ia memberi motivasi kepada generasi muda.
“Kalau lagi mumet, stres, atau overthinking, alihkan ke hal-hal positif. Isi waktu setiap hari dengan kegiatan bermanfaat. Kalau libur, aku hiking ke gunung. Jangan sampai kalian melakukan hal negatif yang merugikan diri sendiri. Kalau pusing, main ke Bandung saja. Di Bandung banyak kuliner dan tempat wisata,” pesannya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











