Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Update Harga Emas Pegadaian Kamis 9 Juli 2026: Antam dan UBS Kompak Merosot

Kamis, 9 Juli 2026 09:51 WIB

Kisah Kelam Andres Escobar, Bek Kolombia yang Tewas Ditembak Sepulang dari Piala Dunia

Kamis, 9 Juli 2026 09:29 WIB

Sosok Febrie Adriansyah, Sang Pemburu Jadi Buruan? Menguak Sisi Lain Kasus Korupsi yang Mengguncang Negeri!

Kamis, 9 Juli 2026 09:18 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Update Harga Emas Pegadaian Kamis 9 Juli 2026: Antam dan UBS Kompak Merosot
  • Kisah Kelam Andres Escobar, Bek Kolombia yang Tewas Ditembak Sepulang dari Piala Dunia
  • Sosok Febrie Adriansyah, Sang Pemburu Jadi Buruan? Menguak Sisi Lain Kasus Korupsi yang Mengguncang Negeri!
  • Fantastis! Polisi Temukan Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar di Sebuah Rumah Mewah di Sentul
  • Berburu Saldo Dana Gratis 9 Juli 2026: Cara Cerdas Mendapatkan Tambahan Cuan Hari Ini
  • Daftar Penerima PKH dan BPNT Berubah di Juli 2026? Simak Jadwal Pencairan, Nominal, dan Cara Cek Bansos
  • Persib Siapkan Mega Transfer? Djibril Sidibe, Eks Juara Dunia 2018, Masuk Radar Maung Bandung
  • Bansos Juli 2026 Mulai Cair! Cek Kategori Desil 1-10, Jangan Sampai Salah Status
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 9 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Kisah Nyata Bu Guru Cantik Pilih Hidup Susah Demi Anak-anak Kaki Langit!

By Aga GustianaSabtu, 16 Mei 2026 09:48 WIB5 Mins Read
Kisah Riska Andriani, bu guru cantik mengajar di sekolah pelosok daerah. (Foto: Instagram @rskdrian)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – “Jadi guru di kota kayaknya enak banget. Tapi kalo semua guru di kota, siapa yang mengajar anak-anak di wilayah terpencil ini?” Kalimat retoris itu tertulis lembut di salah satu unggahan video Instagram milik Riska Andriani melalui akun pribadinya, @rskdrian. Di balik parasnya yang ayu dan pembawaannya yang tenang, tersimpan ketangguhan luar biasa. Perempuan muda ini memilih jalan sunyi yang jarang dilirik generasi seusianya: melintasi jalanan setapak yang curam, menembus rimbunnya hutan, dan mendedikasikan hidupnya demi masa depan anak-anak di wilayah pedalaman.

Di sebuah sudut terpencil di Sulawesi Tengah, tepatnya di Dusun Ogolau, Desa Tibu, berdiri sebuah bangunan sederhana bernama Sekolah Dasar Kecil Terpencil (SDKT) Ogulau. Sekolah ini menjadi saksi bisu bagaimana potret pendidikan di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) masih terus berjuang di tengah keterbatasan fasilitas dan akses yang sangat minim.

Sepotong Ruang Kelas yang Terbelah Tirai

Memasuki lingkungan SDKT Ogulau, siapa pun akan langsung disuguhi realitas yang menggetarkan dada. Sekolah ini bukanlah bangunan megah dengan laboratorium komputer atau perpustakaan yang nyaman. Sekolah ini hanya memiliki dua ruang kelas yang kondisinya jauh dari kata ideal. Atap-atap plafonnya terlihat mulai rapuh dan jebol di beberapa sudut.

Namun, keterbatasan ruang tidak menyurutkan langkah kaki Riska untuk mengajar. Solusi kreatif sekaligus memilukan pun terpaksa diambil. Guna menyiasati kekurangan ruangan, satu ruang kelas terpaksa dibagi dua untuk digunakan oleh dua kelas yang berbeda. Bahkan, jika situasi mendesak, satu ruangan harus disekat demi menampung empat kelas sekaligus. Pembatasnya? Hanya selembar tirai kain sederhana berwarna ungu dan terpal plastik bermotif garis biru-putih yang digantung seadanya.

Baca Juga:  Sisi Lain Fajar SadBoy: Makan Mi Instan hingga Menanti Pekerjaan di Kantor Demi Bertahan di Ibu Kota

Saat proses belajar mengajar berlangsung, suara Riska yang sedang menjelaskan materi di balik tirai kerap kali bersahutan dengan riuh suara anak-anak dari kelas sebelah. Konsentrasi adalah kemewahan di sini, namun bagi para siswa, bisa duduk di dalam kelas dan mendengarkan penjelasan guru sudah menjadi anugerah yang tak terkira.

“Kalau soal semangat, mereka lebih bersemangat dari saya,” tulis Riska dengan nada haru saat menggambarkan antusiasme anak-anak didiknya.

Setiap pagi, anak-anak Dusun Ogolau harus berjalan kaki berkilo-kilometer membelah perbukitan hijau untuk sampai ke sekolah. Karena jarak tempuh yang sangat jauh dan melelahkan, ada pemandangan unik sekaligus menyentuh yang terekam dalam keseharian mereka. Anak-anak tersebut kerap membawa jeriken atau drum bekas berukuran besar yang diisi air dari rumah. Jeriken-jeriken itu mereka bawa untuk stok bekal air minum bersama di kelas. Mereka meminumnya beramai-ramai menggunakan gayung atau gelas plastik bergantian, saling berbagi dahaga setelah menempuh perjalanan panjang di bawah terik matahari.

Sinergi Pengabdian Bersama Najib Nadir

Perjuangan merawat nyala api pendidikan di Dusun Ogolau tidak dilakukan Riska seorang diri. Di wilayah yang sama, terdapat sosok guru inspiratif lainnya bernama Najib Nadir (melalui akun @najib_nadir). Nama Najib sempat viral di jagat maya beberapa waktu lalu setelah aksi heroiknya terekam sedang memperbaiki ruang kelas yang rusak secara mandiri dengan alat seadanya demi memastikan anak-anak bisa belajar dengan aman.

Baca Juga:  Saat Jempol Netizen Lebih Cepat dari Birokrasi: Kisah Haru Ikhsan SMPN 1 Tanjungsari

Kehadiran Najib dan Riska menjadi duet pengabdi yang menghidupkan asa di SDKT Ogulau. Ketika sarana fisik sekolah lambat mendapatkan sentuhan perubahan, mereka berdua memilih bergerak sendiri. Mulai dari menambal dinding kayu yang bolong, merapikan meja kursi yang bergoyang, hingga menuntun anak-anak mengeja huruf demi huruf di papan tulis yang mulai memudar.

Bagi mereka, mengajar di pelosok bukan sekadar mentransfer ilmu dari buku paket ke dalam ingatan siswa. Ini adalah tentang bagaimana memberikan ruang bagi anak-anak pedalaman agar tetap berani bermimpi setinggi anak-anak yang beruntung di kota besar.

Apresiasi Tertinggi di Hari Pendidikan Nasional

Ketulusan yang menembus batas hutan dan bukit ini akhirnya terdengar hingga ke pusat pemerintahan daerah. Tepat pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), 2 Mei 2026, perjuangan sunyi Riska Andriani dan Najib Nadir mendapatkan panggung kehormatan.

Atas dedikasi, loyalitas, dan pengorbanan mereka yang tak terhitung nilainya, Bupati setempat secara langsung memberikan penghargaan khusus kepada kedua guru hebat ini. Penghargaan tersebut menjadi simbol pengakuan negara bahwa di tempat paling tersembunyi sekalipun, dedikasi seorang guru tetaplah sebuah mutiara yang bernilai tinggi. Bagi Riska dan Najib, penghargaan ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan bahan bakar baru untuk terus melangkah membelah belantara Ogolau.

Baca Juga:  Kisah Haru Nur Rahmadani: Siswi di Sigi yang 'Merayu' Pengelola MBG Demi Kado Ulang Tahun Ayah

Riuh Simpati dan Doa dari Ruang Digital

Kisah yang dibagikan Riska melalui media sosial pribadinya langsung memantik simpati luar biasa dari warganet. Kolom komentarnya dibanjiri oleh ribuan pesan hangat yang mengaku terharu dan bangga atas pilihan hidup yang diambil oleh sang guru.

Banyak netizen yang menyoroti bagaimana panggilan jiwa mengalahkan segalanya di tengah zaman yang serba materialistis.

“Tidak semua orang kerja karena materi tapi panggilan hati,” tulis salah seorang netizen yang kagum dengan keteguhan hati Riska.

Doa-doa kebaikan juga mengalir deras dari netizen yang berharap agar perjuangan Riska dicatat sebagai ladang pahala yang tak terputus.

“Semoga selalu sehat, kuat, selamat, dan dimudahkan, dilancarkan segala urusan. Pahala jariyah untukmu nak… Aamiin ya rabb,” ujar netizen lainnya dalam bait doa yang tulus.

Tidak sedikit pula warganet yang memuji kepribadian Riska. Di mata mereka, kecantikan sejati seorang wanita terpancar saat ia bersedia mengulurkan tangan bagi mereka yang membutuhkan di tempat terpencil.

“Semoga ibu diberikan kesehatan selalu dan dimudahkan rejekinya, pekerjaannya… beruntung sekali cowo mendapatkan perempuan seperti ibu,” puji netizen yang lain.

Dari bilik kelas bersekat tirai di Dusun Ogolau, Riska Andriani dan Najib Nadir telah menuliskan sebuah pesan penting bagi bangsa ini: bahwa pendidikan tidak boleh berhenti hanya karena ketiadaan gedung yang megah, sebab esensi dari pendidikan adalah ketulusan hati yang menolak untuk menyerah.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bu guru cantik guru honorer viral Kisah Inspiratif riska andriani sdkt ogulau sekolah pelosok
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Update Harga Emas Pegadaian Kamis 9 Juli 2026: Antam dan UBS Kompak Merosot

Begini cara dapat saldo DANA gratis, awas hati-hati kena tipu.

Berburu Saldo Dana Gratis 9 Juli 2026: Cara Cerdas Mendapatkan Tambahan Cuan Hari Ini

parang gombong

Jelajah Purwakarta: 5 Destinasi Wisata Paling Hits untuk Liburan Akhir Pekan

Klaim Kode Redeem FF Terbaru 9 Juli 2026: Cara Cepat Ambil Hadiah Skin dan Item Langka

Mau Liburan ke Bandung? Ini 5 Hotel Favorit Dekat Stasiun Bandung dengan Fasilitas Lengkap

Siapa yang Salah? Pro Kontra Aksi Nathalie Holscher Izinkan Adzam Berdiri di Kursi Saat Nonton Tari Kecak

Terpopuler
  • Link Live Pagi Ini: Portugal vs Kroasia 32 Besar Piala Dunia 2026, Siapa Lolos?
  • Bagan Resmi 16 Besar Piala Dunia 2026: Peta Persaingan Fase Gugur Menuju Semifinal
  • Retaknya Panca Curiga di Tanah Purwakarta: Di Mana Batas ‘Heureuy’ Sunda Saat Tubuh Perempuan Jadi Bahan Jenaka?
  • Viral Cristiano Ronaldo Ucapkan Bismillah Saat Eksekusi Penalti Lawan Kroasia
  • Jadwal Lengkap 16 Besar Piala Dunia 7 Juli 2026: Spanyol vs Portugal Main Jam Berapa?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.