Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Heboh TikTok, Video Kontroversial Sawit Picu Pencarian Link Tanpa Sensor

Senin, 16 Maret 2026 06:00 WIB

Waktu Imsak Bandung Hari ke-26 Ramadhan, Pastikan Sahur Tepat Waktu

Senin, 16 Maret 2026 03:00 WIB
Viral video ukhti mukena pink.

Warganet Penasaran Video Mukena Pink Tanpa Sensor, Hati-Hati Link Berbahaya

Senin, 16 Maret 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Heboh TikTok, Video Kontroversial Sawit Picu Pencarian Link Tanpa Sensor
  • Waktu Imsak Bandung Hari ke-26 Ramadhan, Pastikan Sahur Tepat Waktu
  • Warganet Penasaran Video Mukena Pink Tanpa Sensor, Hati-Hati Link Berbahaya
  • Persib Gagal Menang, tapi Poin Tetap di Puncak Klasemen Super League
  • Ledakan Misterius Hancurkan Kontrakan 19 Kamar di Cileunyi, Satu Penghuni Terluka
  • Atur WFA Saat Libur Nyepi–Lebaran 2026, Pemkab Bandung Pastikan Pelayanan Publik Tetap Jalan
  • Pulang Umrah, Bupati Bandung Dadang Supriatna Langsung Tinjau Banjir Bandang Desa Panyadap Solokanjeruk
  • Ramadan 2026 Heboh! Link Video Mukena Pink No Sensor Tersebar, Begini Isi Videonya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 16 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Klarifikasi Herman Suryatman soal Rombongan Setda yang Kacaukan Antrean di Kirab Budaya

By SusanaRabu, 20 Agustus 2025 21:39 WIB2 Mins Read
Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman (tengah). Foto: bukamata.id/ M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, memberikan klarifikasi terkait kekecewaan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, atas rombongan Sekretariat Daerah (Setda) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang disebut menyerobot antrean rombongan kabupaten/kota dalam Kirab Budaya HUT ke-80 Jawa Barat.

Menurut Herman, keputusan rombongan Setda dan OPD untuk berjalan lebih dulu bukan karena kesengajaan, melainkan akibat keterlambatan rombongan kabupaten/kota yang tertinggal hampir satu jam dari jadwal semula.

“Ya kemarin yang Setda dan OPD itu kebetulan saya ada di lokasi, di Balai Kota. Rangkaian kabupaten itu tertinggal hampir satu jam. Kalau kami menunggu, berarti ada keterlambatan yang makin panjang,” kata Herman saat dikonfirmasi di Sasana Budaya Ganesha ITB, Bandung, Rabu (20/8/2025).

Herman menuturkan, ia bersama rombongan Setda dan OPD sempat menunggu sekitar 15 menit. Namun, demi mengefektifkan waktu dan mencegah jalur kirab kosong terlalu lama hingga berpotensi dimasuki kendaraan, rombongan akhirnya berjalan lebih dulu.

Baca Juga:  Pasangan ASIH Pesaing Berat Dedi-Erwan, Pengamat Politik: Ada Eleman Kejutan di Pilgub Jabar 2024

“Tidak ada sedikitpun niat kami ingin mendahului. Justru kami berharap rombongan kabupaten segera masuk. Tapi dicek ke arah selatan, ternyata posisinya masih jauh,” jelasnya.

Situasi ini sempat membuat Dedi Mulyadi kecewa dan meninggalkan panggung kehormatan sebelum acara selesai. Herman mengakui bahwa dirinya bersama panitia langsung mendapat evaluasi dari Dedi pada malam harinya.

Baca Juga:  Kilas Balik Pertarungan Ridwan Kamil dan Dedi Mulyadi di Pilgub Jabar 2018

“Tadi malam kami langsung evaluasi dengan Pak Gubernur. Saya ditegur, karena apapun juga tidak ada prajurit yang salah. Artinya semua kembali pada pimpinan,” ungkap Herman.

Evaluasi yang dilakukan mencakup teknis pelaksanaan kirab yang dinilai masih kurang optimal. Dedi, kata Herman, menginginkan agar penyelenggaraan tahun depan bisa lebih tertib, meriah, dan sesuai konsep kirab budaya yang menampilkan rangkaian cerita sejarah daerah.

Herman juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Jawa Barat, khususnya terkait ketidaknyamanan yang muncul akibat insiden tersebut.

Baca Juga:  Usulan Pendidikan Militer Jadi Muatan Lokal, KDM: Anak Nakal Punya Potensi Jadi Tentara

“Saya Sekda Provinsi Jawa Barat menyampaikan permintaan maaf. Itu semua karena keterbatasan dan kekurangan kami di provinsi yang mungkin kurang antisipatif, terutama terkait membludaknya partisipasi dari 27 kabupaten/kota,” ucapnya.

Sebagai langkah perbaikan, Dedi Mulyadi mengarahkan agar mulai tahun depan rombongan Setda dan OPD melebur dengan rombongan kabupaten/kota. Para kepala dinas akan ditugaskan menjadi Liaison Officer (LO) yang mendampingi langsung setiap rombongan daerah.

“Pak Gubernur mengarahkan, tahun depan OPD akan larut di kabupaten/kota. Kepala OPD akan mendampingi bupati. Jadi sejak sekarang disiapkan, bukan hanya untuk 2026,” pungkas Herman.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Herman Suryatman Kirab Budaya rombongan Setda Sekda Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Waktu Imsak Bandung Hari ke-26 Ramadhan, Pastikan Sahur Tepat Waktu

Ledakan Misterius Hancurkan Kontrakan 19 Kamar di Cileunyi, Satu Penghuni Terluka

CPNS Kemenag

Atur WFA Saat Libur Nyepi–Lebaran 2026, Pemkab Bandung Pastikan Pelayanan Publik Tetap Jalan

Pulang Umrah, Bupati Bandung Dadang Supriatna Langsung Tinjau Banjir Bandang Desa Panyadap Solokanjeruk

Bukan Main Layangan, Bocah 10 Tahun Ini Malah Sibuk Masak dan Urus Orang Tua Sakit!

Doa Buka Puasa dan Jadwal Adzan Maghrib Bandung 15 Maret 2026

Terpopuler
  • Viral Video Kebun Sawit Ibu Tiri vs Anak Tiri, Apa Isinya? Hati-hati Jebakan Batman!
  • Video Aksi Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Viral, Link Diburu Netizen
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Waspada Klaim Full Durasi Video Ukhti Mukena Pink ‘No Sensor’, Ini Faktanya
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Hati-hati! Link Video Viral Mukena Pink ‘No Sensor’ Bisa Sebarkan Malware
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Fenomena Ukhti Mukena Pink Viral di TikTok, Pakar Ingatkan Bahaya Tersembunyi di Balik Link Video
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.