Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Benarkah Pelaku Bukan Suporter? Ketum Viking Minta Polisi Gali Lebih Dalam

Jumat, 30 Oktober 2026 13:54 WIB

Polda Jabar Pastikan Hak Mahasiswa yang Diamankan Pascademo 20 Oktober Terpenuhi

Jumat, 30 Oktober 2026 12:55 WIB
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Bisa Dapat Rp2,7 Juta! Ini Rincian Bansos PKH Tahap 4 2026 untuk 8 Kategori Penerima

Jumat, 30 Oktober 2026 11:45 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Benarkah Pelaku Bukan Suporter? Ketum Viking Minta Polisi Gali Lebih Dalam
  • Polda Jabar Pastikan Hak Mahasiswa yang Diamankan Pascademo 20 Oktober Terpenuhi
  • Bisa Dapat Rp2,7 Juta! Ini Rincian Bansos PKH Tahap 4 2026 untuk 8 Kategori Penerima
  • Kualitas Udara Bandung Memburuk, Indeks AQI Sempat Capai Angka 167
  • Kemarau Belum Usai, Jawa Barat Justru Diintai Hujan Lebat dan Angin Kencang
  • Pengamat Nilai Transjabodetabek Blok M-Bandung Tak Efektif, Ini Alasannya
  • Jadwal Persib vs Isen Mulang Kalteng FC di Super League, Cek Harga Tiketnya
  • Wacana Transjabodetabek Blok M-Bandung, Dishub: Perlu Koordinasi Lintas Provinsi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 30 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Usulan Pendidikan Militer Jadi Muatan Lokal, KDM: Anak Nakal Punya Potensi Jadi Tentara

By SusanaJumat, 4 Juli 2025 20:30 WIB2 Mins Read
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. (Foto: bukamata.id/Rizal Fadillah)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengusulkan agar pendidikan militer diterapkan sebagai muatan lokal di sekolah-sekolah Jabar.

Gagasan ini ia sampaikan usai menghadiri pelepasan 227 calon taruna Akademi TNI di Makodam III/Siliwangi, Jumat (4/7/2025).

Menurut Dedi, pembentukan karakter melalui sistem pendidikan militer terbukti mampu melahirkan generasi muda yang disiplin, tangguh, dan siap menghadapi tantangan zaman.

“Jangan ukur anak Barak Militer, tapi lihat anak-anak yang akan masuk Akmil hari ini. Mereka terbentuk karakternya hanya dalam waktu beberapa bulan. Kalau itu dibangun dalam sistem pendidikan, hasilnya luar biasa,” kata Dedi.

Pendidikan Militer untuk Dunia Kerja, Bukan Kekerasan

Baca Juga:  Melampaui Viral: Senyum Hasna-Hasni dan PR Besar Menciptakan Dunia Kerja yang Adil

Dedi Mulyadi menekankan bahwa pendidikan militer bukan untuk menjadikan anak keras dalam arti kekerasan, melainkan untuk membentuk disiplin hidup yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja modern.

Ia mencontohkan 750 anak dari Jabar yang dikirim ke Jepang. Mereka sebelumnya dilatih dalam lembaga keterampilan dengan pendekatan disiplin militer.

“Tapi ini bukan disiplin ala perang, melainkan untuk memasuki pasar kerja. Karena seluruh jejaring kerja memerlukan disiplin,” jelas Dedi.

Cegah Masalah Sosial Remaja Lewat Sistem Disiplin

Ia juga menyebut bahwa penerapan sistem disiplin secara sistematis di sekolah bisa mencegah berbagai masalah sosial yang sering melibatkan remaja.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Geram Masih Temukan Banyak Anak Jalanan, Pertanyakan Kinerja DP3AKB Jabar

“Dengan disiplin, tidak ada lagi geng motor, balapan liar, merokok sembarangan, minum-minuman keras, atau tawuran antar sekolah,” ucapnya.

Barak Militer Pelajar Bisa Terhubung ke Akmil dan Secaba

Dedi juga menyoroti koneksi antara Program Barak Militer Pelajar Jawa Barat dengan jalur rekrutmen militer seperti Secaba dan Akmil.

“Anak-anak lulusan Barak hari ini sudah terbentuk, rata-rata ingin masuk Secaba. Tinggal dibina, apalagi yang masih kelas 2 atau 3 SMA,” tambahnya.

Anak “Nakal” Bukan Masalah, Tapi Potensi untuk TNI

Menariknya, Dedi menolak stigma terhadap anak-anak yang dianggap “nakal”. Ia justru melihat mereka sebagai aset berani yang cocok untuk dunia militer.

Baca Juga:  Dinilai Ugal-ugalan, Dedi Mulyadi Soroti Ketimpangan Dana Hibah di Jabar

“Anak nakal itu potensi bagi TNI. Karena tentara memerlukan orang-orang pemberani. TNI sekarang juga tidak hanya soal fisik, tapi soal teknologi dan cyber,” jelasnya.

Libatkan TNI-Polri Bangun Disiplin Pelajar di Masa MOS

Menjelang masa orientasi siswa (MOS) tahun ajaran baru, Dedi meminta Dinas Pendidikan Jabar, Kodam III/Siliwangi, Polda, Polsek, hingga TNI AL dan AU untuk turun langsung ke sekolah-sekolah.

Tujuannya adalah membangun semangat, disiplin, dan karakter juang di kalangan pelajar Jabar sejak dini.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi sekolah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Polda Jabar Pastikan Hak Mahasiswa yang Diamankan Pascademo 20 Oktober Terpenuhi

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Bisa Dapat Rp2,7 Juta! Ini Rincian Bansos PKH Tahap 4 2026 untuk 8 Kategori Penerima

Kualitas Udara Bandung Memburuk, Indeks AQI Sempat Capai Angka 167

Kemarau Belum Usai, Jawa Barat Justru Diintai Hujan Lebat dan Angin Kencang

Pengamat Nilai Transjabodetabek Blok M-Bandung Tak Efektif, Ini Alasannya

Wacana Transjabodetabek Blok M-Bandung, Dishub: Perlu Koordinasi Lintas Provinsi

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.