Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Halaman Hotel di Cihampelas Diduga Masuk Rumija, Legalitas Dicek

Kamis, 24 September 2026 13:20 WIB

Krisis Air Bersih Melanda Sumedang, 5.000 Liter Air Didistribusikan untuk Warga

Kamis, 24 September 2026 13:03 WIB

84 Bangunan di Rumija Coblong dan Bandung Wetan Jadi Sasaran Penertiban

Kamis, 24 September 2026 12:51 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Halaman Hotel di Cihampelas Diduga Masuk Rumija, Legalitas Dicek
  • Krisis Air Bersih Melanda Sumedang, 5.000 Liter Air Didistribusikan untuk Warga
  • 84 Bangunan di Rumija Coblong dan Bandung Wetan Jadi Sasaran Penertiban
  • Siap-siap! Pemerintah Bakal Bagikan Rekening Bank Gratis dan Saldo Awal untuk Warga 17 Tahun ke Atas
  • 2 Pemain Muda Persib Dipanggil Timnas U-20 Indonesia, Disiapkan ke Piala Asia 2027
  • Heboh Kemunculan ‘Cucu Krakatau’ Seluas 32,8 Hektare Usai Erupsi, Begini Penjelasan Badan Geologi
  • Bukan Sop Biasa! Ini Alasan Sop Burtok Jadi Kuliner yang Banyak Dicari di Bandung
  • Dapat 5 Medali Sekaligus, Indonesia Malah Terjun ke Peringkat 23 Asian Games 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 24 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Korban Keracunan MBG di Bandung Barat Meningkat Jadi 352 Siswa

By Aga GustianaSelasa, 23 September 2025 09:48 WIB2 Mins Read
MBG
Siswa di Bandung Barat keracunan usai santap MBG. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Jumlah pelajar yang menjadi korban keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB), terus bertambah. Hingga Selasa (23/9/2025), tercatat 352 siswa dari PAUD hingga SMA/SMK mengalami gejala keracunan, dan angka ini diperkirakan masih bisa naik karena beberapa anak masih terus datang dengan keluhan serupa hingga pukul 07.30 WIB.

Sebagian korban yang dirawat sejak Senin (22/9/2025) sore sudah diperbolehkan pulang pada Selasa subuh, setelah kondisinya membaik berkat perawatan medis seperti infus dan pemberian oksigen.

“Sampai pagi ini, sudah 352 orang. Tapi datanya terus berubah-ubah, karena masih banyak yang berdatangan,” ungkap Kapolsek Sindangkerta, Iptu Solehudin, Selasa (23/9/2025).

Sebagian korban dirujuk ke rumah sakit, seperti RSUD Cililin dan RSIA Anugrah, namun mayoritas tetap dirawat di GOR Kecamatan Cipongkor yang juga dijadikan pusat pendataan.

Baca Juga:  Belasan Pelajar Cimahi Masuk IGD Usai Konsumsi Menu MBG di Jam Buka Puasa

“Ada 27 orang dirujuk ke RSUD Cililin dan 20 orang ke RSIA Anugrah. Bahkan ada beberapa ibu karena ikut mencicipi menu MBG anaknya di kelompok belajar (kober), jadi korban anak PAUD juga ada,” kata Solehudin.

Dugaan keracunan massal ini bermula pada Senin siang, ketika 15 siswa SMK Pembangunan mengeluhkan gejala muntah-muntah, demam, dan sesak napas.

“Rata-rata sesak napas terus muntah-muntah, sehingga kita rujuk ke RSUD Cililin. Yang di sini juga ada yang harus kita berikan oksigen karena kondisinya sesak tapi tidak terlalu parah,” jelas Kepala Puskesmas Cipongkor, Yuyun Sarihotimah.

Baca Juga:  Ditangani KemenPPPA, DP3AKB Siap Beri Pendampingan di Kasus Perundungan Siswi SMK Bandung Barat

Tercium Bau Tak Sedap

Salah satu korban, Muhammad Jepri (15), terbaring lemas di GOR Kecamatan Cipongkor dengan infus terpasang di punggung tangannya. Beberapa teman sebayanya juga mendapatkan perawatan serupa setelah mengalami mual dan muntah-muntah akibat mengonsumsi menu MBG.

Pelajar SMP Cipari itu sempat mencoba menetralisir gejala keracunan dengan air kelapa, namun kondisinya tak membaik hingga akhirnya dibawa ke fasilitas kesehatan terpusat di GOR Kecamatan Cipongkor.

Dinas Kesehatan Bandung Barat mencatat lebih dari 75 anak yang diduga keracunan MBG, dengan 25 anak dirujuk ke RSUD Cililin, dan jumlah korban diprediksi akan terus bertambah.

Baca Juga:  Sempat Ingin Polisikan Netizen, Hendrik Irawan Kini Pasrah Dapurnya Disegel Buntut Joget Nyeleneh

“Tadi makan itu sekitar jam 10 pagi, terus siangnya mulai terasa mual terus muntah-muntah. Habis itu minum air kelapa, tapi enggak membaik,” cerita Jepri, Senin (22/9/2025).

Menu MBG yang dikonsumsi berisi ayam kecap, sayur timun dan selada, tahu goreng, nasi, dan semangka, dengan rasa yang sengaja dibuat berbeda dari hari-hari sebelumnya.

“Agak bau juga, asem gitu. Enggak enak rasanya, cuma enggak tahu darimana itu sumbernya. Makanya enggak dihabiskan soalnya sudah bau,” tambah Jepri.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bandung Barat Keracunan MBG siswa
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Halaman Hotel di Cihampelas Diduga Masuk Rumija, Legalitas Dicek

Krisis Air Bersih Melanda Sumedang, 5.000 Liter Air Didistribusikan untuk Warga

84 Bangunan di Rumija Coblong dan Bandung Wetan Jadi Sasaran Penertiban

Heboh Kemunculan ‘Cucu Krakatau’ Seluas 32,8 Hektare Usai Erupsi, Begini Penjelasan Badan Geologi

Penjara atau Hotel Bintang Lima? Bongkar Fakta Bilik ‘Apartemen’ Mewah di Lapas Cibinong!

KDS Dorong Pencak Silat Masuk Ekstrakurikuler SD hingga SMA di Kabupaten Bandung

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.