Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Pendaftaran Magang Kemenkeu 2026 Batch 2 Resmi Dibuka, Simak Syarat dan Jadwalnya

Rabu, 5 Agustus 2026 19:41 WIB
Ilustrasi HIV

74 Kasus Baru HIV Ditemukan di Kota Sukabumi, Sasar Usia Produktif hingga Libatkan Balita

Rabu, 5 Agustus 2026 19:34 WIB

Rasakan Debut Manis di Semifinal, Mariano Peralta Siap Bawa Persib Juara Piala Presiden 2026

Rabu, 5 Agustus 2026 19:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Pendaftaran Magang Kemenkeu 2026 Batch 2 Resmi Dibuka, Simak Syarat dan Jadwalnya
  • 74 Kasus Baru HIV Ditemukan di Kota Sukabumi, Sasar Usia Produktif hingga Libatkan Balita
  • Rasakan Debut Manis di Semifinal, Mariano Peralta Siap Bawa Persib Juara Piala Presiden 2026
  • Resmi Diumumkan, Ini Jadwal Kick-off Final Piala Presiden 2026 Persib vs Persebaya
  • Wagub Jabar Imbau Bobotoh Tak Konvoi Berlebihan Jika Persib Juara Piala Presiden 2026
  • SIG Luncurkan Kembali Semen Kujang, Gandeng Persib Bandung Lewat Kerja Sama Tiga Tahun
  • Satpol PP Ungkap Pelaku Penebangan 10 Pohon di Jalan Riau, Ternyata Subkontraktor Taman
  • Bangunan Six Nine Padel Tetap Beroperasi, Satpol PP Tegaskan yang Disegel Hanya Videotron Tak Berizin
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 5 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kronologi Kasus Dugaan KDRT Ustaz Kondang Asal Bandung, Bermula dari Permintaan Nafkah

By Muhammad Rafki Razif KiransyahKamis, 28 Agustus 2025 13:14 WIB3 Mins Read
Ustaz EE
Kuasa hukum NAT, anak kandung Ustaz EE. (Foto: bukamata.id/M Rafki)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menyeret nama ustaz kondang asal Bandung berinisial EE kembali mencuat. Putrinya, NAT (19), melaporkan sang ayah serta beberapa anggota keluarga dari pihak ayah ke Polrestabes Bandung setelah mengaku menjadi korban penganiayaan.

Kuasa hukum NAT, Rio Damas Putra, menjelaskan kronologi peristiwa yang terjadi pada 4 Juli 2025. NAT datang ke rumah ayahnya untuk meminta nafkah bulanan bagi dirinya dan dua adiknya, sekaligus berupaya memperbaiki hubungan keluarga yang renggang.

“Menurut keterangan klien kami, yang pertama kali melakukan pemukulan adalah ibu tirinya. Sebelumnya, klien kami dimaki dengan ucapan-ucapan kasar hingga spontan melempar sisa sop iga. Lemparan itu tidak mengenai siapa pun, namun justru memicu emosi hingga berujung pengeroyokan,” kata Rio, Rabu (27/8/2025).

Dalam peristiwa itu, NAT menyebut ayahnya EE, ibu tirinya DS, neneknya T, pamannya IK, serta bibinya LS ikut terlibat. Akibat tekanan fisik dan psikis, NAT bahkan sempat pingsan. Sejumlah tetangga yang melihat kemudian menolong dan mengantarnya pulang ke rumah sang ibu.

“Ibunya kaget melihat kondisi anaknya, lalu melaporkan ke Polrestabes Bandung. Pada hari yang sama, penyidik juga melakukan visum et repertum,” lanjut Rio.

Hasil visum sementara menunjukkan NAT mengalami luka di pelipis, belakang telinga, kedua bahu, tangan kanan-kiri, serta bengkak di sisi kanan tubuhnya.

Kuasa hukum lain, M. Alby Satriaji, menambahkan bahwa kedatangan NAT bukan semata untuk menuntut nafkah, melainkan juga untuk memperbaiki hubungan keluarga.

“Sayangnya, setiap kali meminta nafkah selalu berakhir dengan cekcok. Klien kami ingin mengakhiri pola itu, namun justru berujung dugaan KDRT dan pengeroyokan,” jelas Alby.

Ia juga menegaskan, aksi NAT melempar sop iga hanya luapan emosi setelah mendengar ibunya dihina keluarga pihak ayah.

“Itu pun hanya sisa sop, tidak utuh, dan tidak mengenai siapa pun. Tapi dari situlah eskalasi terjadi hingga berakhir pada dugaan penganiayaan,” pungkasnya.

Hingga kini, ustaz EE maupun tim kuasa hukumnya belum memberikan pernyataan resmi.

Polisi Benarkan Laporan

Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, AKBP Abdul Rahman, membenarkan adanya laporan dugaan KDRT tersebut. Menurutnya, laporan diajukan langsung oleh mantan istri EE yang merupakan ibu kandung korban.

“Jadi untuk keterangan yang kami peroleh ini, yang dilaporkan itu adalah ayahnya sendiri saudara Evie,” kata Rahman kepada wartawan, Kamis (28/8/2025).

Rahman menambahkan, pelapor juga menuding beberapa anggota keluarga lain ikut terlibat.

“Jadi untuk keterangan yang kami peroleh ini, yang dilaporkan itu adalah ayahnya sendiri. Saudara Evie, kemudian ada beberapa (terduga pelaku) lain. Ini keterangan dari si pelapor,” ujarnya.

Masih dalam Tahap Penyelidikan

Rahman menjelaskan, kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Polisi sedang mengumpulkan keterangan saksi-saksi tambahan.

“Besok kita akan melakukan pemeriksaan saksi lanjutan. Kemudian kita akan melakukan gelar perkara,” ucapnya.

Ia menegaskan, Ustaz EE dijadwalkan kembali menjalani pemeriksaan pada Jumat (29/8/2025).

“Untuk terlapor sendiri, kita sudah melakukan pemeriksaan dalam hal ini wawancara. Karena perkaranya masih dalam tahap penyelidikan. Besok kita melakukan pemanggilan yang kedua. Pemanggilan dan pemeriksaan sebagai saksi,” jelasnya.

Selain itu, polisi juga akan memeriksa satu saksi tambahan untuk memperkuat penyelidikan.

“Kemudian ada satu saksi lagi yang kita akan lakukan pemeriksaan. Kemudian kita akan melakukan gelar perkara,” pungkas Rahman.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bandung Kasus Ustaz Bandung KDRT Polrestabes Bandung Ustaz EE
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi HIV

74 Kasus Baru HIV Ditemukan di Kota Sukabumi, Sasar Usia Produktif hingga Libatkan Balita

Satpol PP Ungkap Pelaku Penebangan 10 Pohon di Jalan Riau, Ternyata Subkontraktor Taman

Bangunan Six Nine Padel Tetap Beroperasi, Satpol PP Tegaskan yang Disegel Hanya Videotron Tak Berizin

Videotron Six Nine Padel di Jalan Riau Disegel, Satpol PP: Izin Reklame Belum Terbit

Kasus Penebangan Pohon di Jalan Riau Masuk Ranah Pidana, Polrestabes Bandung Dalami Unsur Perusakan

BOCOR KE PUBLIK! Parodi Pedas dan Rekaman Kamera Raksasa Dedi Mulyadi Meledak di Medsos!

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • FOTO: Dedikasi Tanpa Batas Tim Medis Mengawal Keselamatan Laga Piala Presiden 2026
  • Pengelola Harian SixNine Buka Suara soal Dugaan Penebangan Pohon di Jalan Riau: Kami Hanya Jalankan Operasional
  • Cara Nonton Link Live Streaming Persib vs Tampines Rovers Malam Ini di Piala Presiden 2026
  • Gebrakan atau Kontroversi? Polemik Hadiah Tangkap Begal ala Dedi Mulyadi di Tengah Resah Warga Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.