Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Siap Gelora! Lokasi Nobar Persib Bandung vs Melbourne Victory Sore Ini

Rabu, 4 November 2026 08:30 WIB

Dibikin Heran Satu Dunia! Selebrasi Paling Nyeleneh Veda Ega: Makan Belalang Goreng di Sepang!

Rabu, 4 November 2026 08:20 WIB

Bawa JNE Makin Adaptif, Hui Chandra Fireta Sabet Gelar Most Innovative CFO Awards 2026

Rabu, 4 November 2026 07:45 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Siap Gelora! Lokasi Nobar Persib Bandung vs Melbourne Victory Sore Ini
  • Dibikin Heran Satu Dunia! Selebrasi Paling Nyeleneh Veda Ega: Makan Belalang Goreng di Sepang!
  • Bawa JNE Makin Adaptif, Hui Chandra Fireta Sabet Gelar Most Innovative CFO Awards 2026
  • Pincang Tanpa Duo Asing, Persib Tetap Ngotot Segel Tiket 16 Besar ACL 2
  • Klaim Sekarang! Daftar Kode Redeem FF Terbaru 4 November 2026, Amankan Hadiah Gratisnya
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Pemerintah Salurkan BSU Rp900 Ribu Lewat Bank Himbara dan Pos, Cek Namamu Sekarang!
  • Bareskrim Amankan Barang Bukti Digital, Listyo Sigit Cs Ditahan di Rutan Mabes Polri
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 4 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kronologi Kasus Dugaan KDRT Ustaz Kondang Asal Bandung, Bermula dari Permintaan Nafkah

By Muhammad Rafki Razif KiransyahKamis, 28 Agustus 2025 13:14 WIB3 Mins Read
Ustaz EE
Kuasa hukum NAT, anak kandung Ustaz EE. (Foto: bukamata.id/M Rafki)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menyeret nama ustaz kondang asal Bandung berinisial EE kembali mencuat. Putrinya, NAT (19), melaporkan sang ayah serta beberapa anggota keluarga dari pihak ayah ke Polrestabes Bandung setelah mengaku menjadi korban penganiayaan.

Kuasa hukum NAT, Rio Damas Putra, menjelaskan kronologi peristiwa yang terjadi pada 4 Juli 2025. NAT datang ke rumah ayahnya untuk meminta nafkah bulanan bagi dirinya dan dua adiknya, sekaligus berupaya memperbaiki hubungan keluarga yang renggang.

“Menurut keterangan klien kami, yang pertama kali melakukan pemukulan adalah ibu tirinya. Sebelumnya, klien kami dimaki dengan ucapan-ucapan kasar hingga spontan melempar sisa sop iga. Lemparan itu tidak mengenai siapa pun, namun justru memicu emosi hingga berujung pengeroyokan,” kata Rio, Rabu (27/8/2025).

Dalam peristiwa itu, NAT menyebut ayahnya EE, ibu tirinya DS, neneknya T, pamannya IK, serta bibinya LS ikut terlibat. Akibat tekanan fisik dan psikis, NAT bahkan sempat pingsan. Sejumlah tetangga yang melihat kemudian menolong dan mengantarnya pulang ke rumah sang ibu.

Baca Juga:  JP Iron Glide Resmi Meluncur: Helm Baru dengan Desain Slim Head dan Sertifikasi SNI-DOT

“Ibunya kaget melihat kondisi anaknya, lalu melaporkan ke Polrestabes Bandung. Pada hari yang sama, penyidik juga melakukan visum et repertum,” lanjut Rio.

Hasil visum sementara menunjukkan NAT mengalami luka di pelipis, belakang telinga, kedua bahu, tangan kanan-kiri, serta bengkak di sisi kanan tubuhnya.

Kuasa hukum lain, M. Alby Satriaji, menambahkan bahwa kedatangan NAT bukan semata untuk menuntut nafkah, melainkan juga untuk memperbaiki hubungan keluarga.

“Sayangnya, setiap kali meminta nafkah selalu berakhir dengan cekcok. Klien kami ingin mengakhiri pola itu, namun justru berujung dugaan KDRT dan pengeroyokan,” jelas Alby.

Baca Juga:  Bupati Bandung Geram Insentif Guru Ngaji Sering Telat Cair: Disdik Harus Berbenah!

Ia juga menegaskan, aksi NAT melempar sop iga hanya luapan emosi setelah mendengar ibunya dihina keluarga pihak ayah.

“Itu pun hanya sisa sop, tidak utuh, dan tidak mengenai siapa pun. Tapi dari situlah eskalasi terjadi hingga berakhir pada dugaan penganiayaan,” pungkasnya.

Hingga kini, ustaz EE maupun tim kuasa hukumnya belum memberikan pernyataan resmi.

Polisi Benarkan Laporan

Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, AKBP Abdul Rahman, membenarkan adanya laporan dugaan KDRT tersebut. Menurutnya, laporan diajukan langsung oleh mantan istri EE yang merupakan ibu kandung korban.

“Jadi untuk keterangan yang kami peroleh ini, yang dilaporkan itu adalah ayahnya sendiri saudara Evie,” kata Rahman kepada wartawan, Kamis (28/8/2025).

Rahman menambahkan, pelapor juga menuding beberapa anggota keluarga lain ikut terlibat.

“Jadi untuk keterangan yang kami peroleh ini, yang dilaporkan itu adalah ayahnya sendiri. Saudara Evie, kemudian ada beberapa (terduga pelaku) lain. Ini keterangan dari si pelapor,” ujarnya.

Baca Juga:  Lewat Sunmori Fest, Sonny Salimi Ajak Anak Muda Bandung Berantas Gangster

Masih dalam Tahap Penyelidikan

Rahman menjelaskan, kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Polisi sedang mengumpulkan keterangan saksi-saksi tambahan.

“Besok kita akan melakukan pemeriksaan saksi lanjutan. Kemudian kita akan melakukan gelar perkara,” ucapnya.

Ia menegaskan, Ustaz EE dijadwalkan kembali menjalani pemeriksaan pada Jumat (29/8/2025).

“Untuk terlapor sendiri, kita sudah melakukan pemeriksaan dalam hal ini wawancara. Karena perkaranya masih dalam tahap penyelidikan. Besok kita melakukan pemanggilan yang kedua. Pemanggilan dan pemeriksaan sebagai saksi,” jelasnya.

Selain itu, polisi juga akan memeriksa satu saksi tambahan untuk memperkuat penyelidikan.

“Kemudian ada satu saksi lagi yang kita akan lakukan pemeriksaan. Kemudian kita akan melakukan gelar perkara,” pungkas Rahman.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bandung KDRT Polrestabes Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Bareskrim Amankan Barang Bukti Digital, Listyo Sigit Cs Ditahan di Rutan Mabes Polri

Skandal Penyadapan Ilegal, Mabes Polri Tetapkan KSP Jenderal Listyo Sigit Tersangka!

Siapa Sebenarnya Herri Pras? Guru Besar Silat Kena Mental Diserbu Rombongan MMA Usai Hina UAS dan UAH!

Pelecehan Seksual

Aksi Bejat Predator Anak di Karawang Terbongkar, 9 Bocah Jadi Korban Kekerasan Seksual

Aksi di DPRD Jabar, HMI Bandung Tegaskan Gerakan Ekstra Parlementer Adalah Gerakan Rakyat

Pajak

Uang Kita ke Mana? Menilik Pidato Hashim yang Jadikan Tukang Cukur hingga Warteg Target Pajak Baru

Terpopuler
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.