Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Ilustrasi gempa

Palu Diguncang Gempa M 6,7, BMKG Catat 9 Gempa Susulan dalam Kurang dari 1 Jam!

Selasa, 16 Juni 2026 18:00 WIB

Kisah Gila dari Piala Dunia 2026: Kiper 40 Tahun Tahan Imbang Spanyol, Followers IG Naik 10.000 Persen!

Selasa, 16 Juni 2026 17:06 WIB

Prancis vs Senegal di Piala Dunia 2026: Les Bleus Waspadai Sadio Mane, Duel Sengit Pembuka Grup I

Selasa, 16 Juni 2026 17:04 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Palu Diguncang Gempa M 6,7, BMKG Catat 9 Gempa Susulan dalam Kurang dari 1 Jam!
  • Kisah Gila dari Piala Dunia 2026: Kiper 40 Tahun Tahan Imbang Spanyol, Followers IG Naik 10.000 Persen!
  • Prancis vs Senegal di Piala Dunia 2026: Les Bleus Waspadai Sadio Mane, Duel Sengit Pembuka Grup I
  • Heboh Video Cut Salwa ‘No Sensor’ Viral, Ini Fakta yang Belum Banyak Diketahui
  • Persib dan Persija Saling Sikut? Bek Juara Liga India Rp3,48 Miliar Jadi Rebutan
  • Respons Demo MBG Pakai Kalimat Kasar, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Panen Kecaman
  • Kronologi Lengkap Kecelakaan Tragis Pesepeda vs Truk di Bandung
  • Guncang Piala Dunia 2026! Ucapan Pelatih Senegal Ini Bikin Ruang Pers Langsung Hening!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 16 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kronologi Kasus Dugaan KDRT Ustaz Kondang Asal Bandung, Bermula dari Permintaan Nafkah

By Muhammad Rafki Razif KiransyahKamis, 28 Agustus 2025 13:14 WIB3 Mins Read
Ustaz EE
Kuasa hukum NAT, anak kandung Ustaz EE. (Foto: bukamata.id/M Rafki)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menyeret nama ustaz kondang asal Bandung berinisial EE kembali mencuat. Putrinya, NAT (19), melaporkan sang ayah serta beberapa anggota keluarga dari pihak ayah ke Polrestabes Bandung setelah mengaku menjadi korban penganiayaan.

Kuasa hukum NAT, Rio Damas Putra, menjelaskan kronologi peristiwa yang terjadi pada 4 Juli 2025. NAT datang ke rumah ayahnya untuk meminta nafkah bulanan bagi dirinya dan dua adiknya, sekaligus berupaya memperbaiki hubungan keluarga yang renggang.

“Menurut keterangan klien kami, yang pertama kali melakukan pemukulan adalah ibu tirinya. Sebelumnya, klien kami dimaki dengan ucapan-ucapan kasar hingga spontan melempar sisa sop iga. Lemparan itu tidak mengenai siapa pun, namun justru memicu emosi hingga berujung pengeroyokan,” kata Rio, Rabu (27/8/2025).

Dalam peristiwa itu, NAT menyebut ayahnya EE, ibu tirinya DS, neneknya T, pamannya IK, serta bibinya LS ikut terlibat. Akibat tekanan fisik dan psikis, NAT bahkan sempat pingsan. Sejumlah tetangga yang melihat kemudian menolong dan mengantarnya pulang ke rumah sang ibu.

Baca Juga:  Geng Motor Blokir Jalan Depan BNN Jabar Bandung, Aksi Malam Bikin Warga Resah

“Ibunya kaget melihat kondisi anaknya, lalu melaporkan ke Polrestabes Bandung. Pada hari yang sama, penyidik juga melakukan visum et repertum,” lanjut Rio.

Hasil visum sementara menunjukkan NAT mengalami luka di pelipis, belakang telinga, kedua bahu, tangan kanan-kiri, serta bengkak di sisi kanan tubuhnya.

Kuasa hukum lain, M. Alby Satriaji, menambahkan bahwa kedatangan NAT bukan semata untuk menuntut nafkah, melainkan juga untuk memperbaiki hubungan keluarga.

“Sayangnya, setiap kali meminta nafkah selalu berakhir dengan cekcok. Klien kami ingin mengakhiri pola itu, namun justru berujung dugaan KDRT dan pengeroyokan,” jelas Alby.

Baca Juga:  Oleh-oleh Kekinian Khas Bandung: Ada Bolu Geol yang Bikin Ketagihan

Ia juga menegaskan, aksi NAT melempar sop iga hanya luapan emosi setelah mendengar ibunya dihina keluarga pihak ayah.

“Itu pun hanya sisa sop, tidak utuh, dan tidak mengenai siapa pun. Tapi dari situlah eskalasi terjadi hingga berakhir pada dugaan penganiayaan,” pungkasnya.

Hingga kini, ustaz EE maupun tim kuasa hukumnya belum memberikan pernyataan resmi.

Polisi Benarkan Laporan

Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, AKBP Abdul Rahman, membenarkan adanya laporan dugaan KDRT tersebut. Menurutnya, laporan diajukan langsung oleh mantan istri EE yang merupakan ibu kandung korban.

“Jadi untuk keterangan yang kami peroleh ini, yang dilaporkan itu adalah ayahnya sendiri saudara Evie,” kata Rahman kepada wartawan, Kamis (28/8/2025).

Rahman menambahkan, pelapor juga menuding beberapa anggota keluarga lain ikut terlibat.

“Jadi untuk keterangan yang kami peroleh ini, yang dilaporkan itu adalah ayahnya sendiri. Saudara Evie, kemudian ada beberapa (terduga pelaku) lain. Ini keterangan dari si pelapor,” ujarnya.

Baca Juga:  Berani Coba? Ini 9 Wisata Mistis di Jawa Barat yang Dipercaya Masih Dihuni Makhluk Gaib!

Masih dalam Tahap Penyelidikan

Rahman menjelaskan, kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Polisi sedang mengumpulkan keterangan saksi-saksi tambahan.

“Besok kita akan melakukan pemeriksaan saksi lanjutan. Kemudian kita akan melakukan gelar perkara,” ucapnya.

Ia menegaskan, Ustaz EE dijadwalkan kembali menjalani pemeriksaan pada Jumat (29/8/2025).

“Untuk terlapor sendiri, kita sudah melakukan pemeriksaan dalam hal ini wawancara. Karena perkaranya masih dalam tahap penyelidikan. Besok kita melakukan pemanggilan yang kedua. Pemanggilan dan pemeriksaan sebagai saksi,” jelasnya.

Selain itu, polisi juga akan memeriksa satu saksi tambahan untuk memperkuat penyelidikan.

“Kemudian ada satu saksi lagi yang kita akan lakukan pemeriksaan. Kemudian kita akan melakukan gelar perkara,” pungkas Rahman.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bandung Kasus Ustaz Bandung KDRT Polrestabes Bandung Ustaz EE
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi gempa

Palu Diguncang Gempa M 6,7, BMKG Catat 9 Gempa Susulan dalam Kurang dari 1 Jam!

Respons Demo MBG Pakai Kalimat Kasar, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Panen Kecaman

Kronologi Lengkap Kecelakaan Tragis Pesepeda vs Truk di Bandung

Sentimen Damai AS-Iran Pecah, Rupiah Menguat Jadi Mata Uang Terbaik di Asia

Kenaikan BBM Nonsubsidi Bebani Pemkot Bandung, Farhan Akui Harus Lakukan Efisiensi Besar-besaran

Berusia Hampir 6 Abad, DPRD Ungkap Posisi Strategis Cirebon dalam Sejarah Jawa Barat

Terpopuler
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
  • Link Asli Video Cut Salwa di Hotel Diburu Warganet, Apa Isinya?
  • Viral! Daftar Nama yang Diserahkan Sony Sonjaya ke Kejagung Terkait Kasus BGN, Siapa Saja?
  • Antisipasi Demo Mahasiswa Memanas, 2.300 Personel Gabungan TNI-Polri Jaga Ketat Kota Bandung
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.