bukamata.id – Saat matahari tenggelam di balik perbukitan Jawa Barat, petualangan rasa justru baru dimulai. Kuliner Sumedang menjadi daya tarik utama bagi para penjelajah rasa, terutama di malam hari. Kota kecil ini menyimpan harta karun kuliner tradisional yang belum banyak terekspos ke publik luas.
Pesona Kuliner Sumedang di Malam Hari
Sumedang dikenal luas berkat tahu gorengnya yang legendaris. Namun di balik itu, kota ini menawarkan kekayaan kuliner malam yang autentik. Dari kaki lima hingga warung legendaris, aroma rempah dan rasa tradisional menyatu di setiap sajian.
Tidak sedikit wisatawan yang sengaja datang larut malam hanya untuk mencicipi sajian khas Sumedang. Hal ini menjadi bukti bahwa kuliner Sumedang memiliki daya pikat tersendiri.
Menu Tradisional yang Menggoda Selera
Kuliner malam di Sumedang didominasi makanan khas Sunda yang diolah secara turun-temurun. Salah satunya adalah Nasi Tutug Oncom yang disajikan hangat dengan sambal dadak dan lalapan segar.
Kemudian ada Soto Bongko, makanan khas yang menggabungkan ketupat, tahu, taoge, dan kuah santan gurih. Tak lupa, hidangan ini dilengkapi kerupuk dan taburan bawang goreng.
Tak kalah menarik, Bubur Ayam Cimil yang hanya buka mulai pukul 9 malam hingga dini hari. Bubur ini berbeda karena menggunakan topping tradisional seperti usus goreng dan sambal ijo khas Sumedang.
Lokasi Favorit
Beberapa titik kuliner malam sudah menjadi ikon lokal. Warung Tahu Sumedang di Jalan Sebelas April tetap ramai hingga larut malam. Pengunjung bisa menikmati tahu hangat langsung dari penggorengan.
Warung Nasi Kalong yang buka dari jam 10 malam menjadi tempat favorit para pekerja malam. Menunya sederhana, tapi kaya rasa: nasi merah, ayam goreng lengkuas, dan sambal terasi pedas.
Selain itu, kawasan Alun-Alun Sumedang juga dipenuhi tenda makanan. Pengunjung bisa mencicipi sate maranggi, mie kocok, hingga wedang ronde khas Jawa Barat.
Ramah di Kantong dan Kental Budaya
Harga makanan di Sumedang sangat terjangkau, bahkan bagi pelancong dengan bujet minim. Mulai dari Rp5.000 hingga Rp25.000, Anda bisa menikmati berbagai hidangan lokal yang autentik.
Nilai tambah lainnya adalah suasana warung yang penuh keakraban. Banyak pemilik warung yang masih mempertahankan resep keluarga sejak puluhan tahun lalu.
Hal ini memperkuat nilai kuliner Sumedang sebagai warisan budaya yang tak ternilai.
Peran Generasi Muda dalam Melestarikan Kuliner Lokal
Menariknya, generasi muda Sumedang kini banyak terlibat dalam pelestarian kuliner lokal. Mereka mendirikan kedai dengan konsep modern namun tetap mempertahankan rasa otentik.
Beberapa di antaranya memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan makanan tradisional. Ini membuat kuliner Sumedang semakin dikenal dan diminati wisatawan luar kota.
Dukungan pemerintah daerah pun makin gencar melalui event kuliner malam mingguan dan festival makanan khas Sumedang.
Tips Berburu Kuliner Malam di Sumedang
Datanglah selepas pukul 8 malam saat warung-warung mulai buka. Siapkan uang tunai karena banyak penjual belum menerima pembayaran digital.
Kenakan pakaian hangat karena suhu malam Sumedang cukup dingin, apalagi jika Anda menyantap makanan di tempat terbuka.
Terakhir, jangan ragu untuk bertanya kepada warga lokal. Mereka ramah dan senang merekomendasikan tempat makan favorit mereka.
Penutup: Sumedang, Surganya Pecinta Kuliner Tradisional
Di balik kota kecil yang tenang ini, tersimpan kekayaan rasa yang luar biasa. Kuliner Sumedang di malam hari adalah pengalaman yang tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga memperkaya budaya.
Jika Anda mencari destinasi malam yang otentik, Sumedang adalah jawabannya. Jangan hanya berhenti di tahu goreng—jelajahi setiap sudut rasa yang tersembunyi di malam hari.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











