Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Ramalan Shio Juli 2026: Enam Pemilik Tanda Zodiak Tiongkok yang Diprediksi Alami Titik Balik Finansial

Selasa, 30 Juni 2026 19:30 WIB

Simulasi Cicilan KUR BCA Plafon Rp100 Juta Beserta Persyaratan dan Prosedur Pengajuannya

Selasa, 30 Juni 2026 19:00 WIB

Simulasi Angsuran KUR BNI Plafon Rp100 Juta dan Panduan Lengkap Syarat Pengajuannya

Selasa, 30 Juni 2026 18:30 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Ramalan Shio Juli 2026: Enam Pemilik Tanda Zodiak Tiongkok yang Diprediksi Alami Titik Balik Finansial
  • Simulasi Cicilan KUR BCA Plafon Rp100 Juta Beserta Persyaratan dan Prosedur Pengajuannya
  • Simulasi Angsuran KUR BNI Plafon Rp100 Juta dan Panduan Lengkap Syarat Pengajuannya
  • Heboh di Telegram! Video Handuk Putih Anak vs Ibu, Ternyata Isinya Begini
  • Nasib Tragis Hong Myung-bo Setelah Korea Selatan Tersingkir dari Piala Dunia
  • Tinggalkan Persib, Robi Darwis Resmi Bergabung dengan Arema FC
  • Latsarmil Koperasi Merah Putih Disorot, KSP Dudung Angkat Bicara Soal Video Viral Angkat Senjata
  • Paraguay Bikin Kejutan Terbesar! Singkirkan Jerman, Presiden Langsung Tetapkan Hari Libur Nasional
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 30 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Latsarmil Koperasi Merah Putih Disorot, KSP Dudung Angkat Bicara Soal Video Viral Angkat Senjata

By Aga GustianaSelasa, 30 Juni 2026 17:57 WIB3 Mins Read
Sebuah video yang memperlihatkan peserta pelatihan calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mengikuti sesi latihan kedisiplinan dengan memperagakan cara memegang senjata api taktis. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang diplot untuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) serta Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) kini tengah berada di bawah sorotan tajam masyarakat. Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) yang diwajibkan bagi para peserta program ini berujung tragis setelah dilaporkan adanya lima orang peserta yang mengembuskan napas terakhir selama masa pelatihan.

Isu ini kian memanas di jagat maya setelah sebuah potongan video amatir beredar luas dan mendadak viral. Dalam rekaman tersebut, tampak para peserta SPPI—yang mayoritas merupakan perempuan—tengah memegang senjata api. Dengan gestur tubuh yang tampak tegang dan waswas layaknya prajurit di medan laga, aksi mereka disaksikan oleh barisan peserta lainnya yang berada di lokasi.

Respons KSP Dudung Abdurachman: Sempat Heran di Awal

Sorotan publik ini memicu respons dari Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman. Mantan Kasad tersebut blak-blakan mengaku bahwa dirinya sempat merasa janggal saat pertama kali melihat rekaman video latihan para sarjana tersebut.

“Ya itu memang saya lihat. Saya juga seorang militer ya, awalnya saya berpikir ini latihan model apa ini. Model ya artinya masing-masing satuan kan ada berbeda ininya. Rupanya memang saya juga awalnya kok ada latihan seperti ini. Tapi pendidikan militer itu rata-rata seperti itu,” ujar Dudung kepada awak media di Sumedang, Selasa (30/6/2026).

Baca Juga:  Gerindra Buka Pintu Bagi yang Ingin Mengabdi di Jabar, Termasuk Dudung Abdurachman

Sembari bernostalgia tentang masa-masa awalnya menempuh pendidikan di Akademi Militer (Akmil), Dudung menjabarkan struktur pertahanan yang berlaku di tanah air. Menurutnya, latihan semacam ini memiliki korelasi erat dengan doktrin keamanan nasional.

“Karena memang kita ini kan mengandung sistem pertahanan rakyat semesta. Jadi ada komponen utama, ada komponen cadangan, ada komponen pendukung. Komponen pendukung itu salah satunya adalah rakyat. Kalau di luar negeri itu kan ada wajib bela negara, ada wajib militer, kalau di kita tidak,” katanya.

Baca Juga:  Warga Cimahi Histeris saat Prabowo Hadir di Kedai Bakso Milik Dudung Abdurachman

Sistem Pertahanan Rakyat Semesta dan Aturan Angkat Senjata

Lebih lanjut, Dudung menguraikan mengapa pemahaman dasar militer bagi sipil dianggap penting dalam konteks pertahanan negara. Di Indonesia, masyarakat diposisikan sebagai komponen pendukung yang sewaktu-waktu bisa digerakkan jika stabilitas negara terancam.

“Makanya sudah mulai ada undang-undang yang mengatur tentang bela negara dan dilatih. Karena kalau sistem pertahanan rakyat semesta itu ke depan itu akan kalau misalnya terjadi perang gerilya, jadi rakyat itu sudah bisa dipersenjatai. Kalau di luar negeri kan kalau tidak masuk wajib militer itu ditahan. Di Singapura, di Amerika, di mana-mana, di Korea, di Jepang, kalau di kita tidak ada seperti itu,” jelasnya.

Baca Juga:  Nyatakan Dukungan, Ribuan Purnawirawan TNI-Polri Jabar Siap Dulang Suara untuk Prabowo-Gibran

Meski begitu, Dudung meluruskan persepsi liar yang berkembang di media sosial. Ia memastikan bahwa para peserta SPPI tersebut tidak sedang dicetak untuk menjadi mesin perang atau pasukan tempur layaknya prajurit TNI profesional. Kegiatan menenteng senjata tersebut murni sebatas orientasi dasar.

“Mungkin kalau kemarin dilatih seperti itu ya menurut saya pengenalan awal saja. Tidak kemudian akhirnya bagaimana mengatasi hambatan, mengatasi musuh, mengejar musuh, tidak. Kalau itu khusus militer,” katanya.

Di akhir penjelasannya, ia menilai pembekalan ini bisa menjadi modal keterampilan bagi masyarakat sipil di masa depan jika dihadapkan pada situasi darurat perang.

“Kalau ini pengenalan nih, suatu ketika nanti kita perang, rakyat dilibatkan, dia sudah terampil. Minimalnya seperti itu menurut saya. Ya oke-oke saja lah kalau saya,” tambahnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dudung Abdurachman Koperasi Desa Merah Putih Latsarmil SPPI Video Viral Senjata
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Rekam Jejak Brigjen Pol Arif Budiman: Dari Inovasi Sampah Plastik hingga Bongkar Skandal Triliunan Rupiah

Kondisi YTR Usai Kekerasan Ekstrem: Rekonstruksi Wajah Diprediksi Butuh Waktu Hingga 1 Tahun

Braga dan Alun-Alun Bandung Dipadati Pengunjung Saat Libur Sekolah, Wisatawan Keluhkan Parkir

Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara Atas Kasus Korupsi Chromebook

Dendam Lama Berujung Maut! Jukir di Soreang Bandung Dibacok Rekan Sendiri

Begal

Dua Pria Tertangkap Usai Curi HP di Ujungberung, Hampir Jadi Amukan Massa

Terpopuler
  • Link Video Ibu dan Anak Handuk Putih Banyak Dicari, Waspadai Modus Phishing
  • Terungkap! Ini Fakta Sebenarnya di Balik Video Ibu dan Anak Handuk Putih yang Viral
  • Ribuan Warganet Berburu Video ‘Handuk Putih Anak vs Ibu’, Ternyata Isinya Bikin Kaget
  • Ini Link Bagan 32 Besar Piala Dunia 2026 untuk Pantau Jadwal dan Skema Pertandingan
  • Jadwal Piala Dunia 2026 25–28 Juni, Banyak Laga Penentuan Tim Besar Dunia
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.