Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Janji Penguatan UMKM Dipertanyakan di Tengah Masifnya Penertiban PKL Kota Bandung

Senin, 24 Agustus 2026 10:22 WIB

Aturan Tak Melarang Tapi Calon Kadet Dipaksa Lepas Hijab? Teka-Teki Polemik Seragam di Unhan

Senin, 24 Agustus 2026 10:11 WIB

Lepas Saat Dijemur, Pitbull Ngamuk Serang Anak 9 Tahun di Arjasari Bandung

Senin, 24 Agustus 2026 09:40 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Janji Penguatan UMKM Dipertanyakan di Tengah Masifnya Penertiban PKL Kota Bandung
  • Aturan Tak Melarang Tapi Calon Kadet Dipaksa Lepas Hijab? Teka-Teki Polemik Seragam di Unhan
  • Lepas Saat Dijemur, Pitbull Ngamuk Serang Anak 9 Tahun di Arjasari Bandung
  • Banjir Item Gratis! Deretan Kode Redeem Free Fire Terbaru Hari Ini 24 Agustus 2026
  • Harga Emas Antam Hari Ini 24 Agustus 2026 Stabil, 1 Gram Tembus Rp2,78 Juta di Pegadaian
  • Loyalis Fanatik Mulai Tergerus, Warga Makin Berani Kritik Dedi Mulyadi!
  • BPNT Agustus 2026 Cair Rp600 Ribu? Cek Jadwal dan Status Penerima Pakai NIK KTP
  • GBLA Disimpan untuk Liga, Persib Pilih Si Jalak Harupat Kontra Manila Digger di ACL Two
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 24 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Lebih dari Sekadar Hiburan, Ini Makna Lomba 17 Agustusan

By Aga GustianaSabtu, 16 Agustus 2025 10:24 WIB2 Mins Read
tema 17 Agustus 2025
Ilustrasi tema 17 Agustus 2025. (Foto: Pexels/Yazid N)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Setiap perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus, masyarakat di berbagai daerah selalu meramaikan suasana dengan aneka perlombaan. Mulai dari makan kerupuk hingga balap karung, lomba-lomba ini sudah menjadi tradisi turun-temurun sejak sekitar tahun 1950, lima tahun setelah proklamasi.

Sejarawan JJ Rizal menyebutkan bahwa sebagian orang pernah menilai lomba-lomba tersebut bernuansa mengejek masyarakat pribumi. Namun di balik itu, perlombaan justru menyimpan pesan penting: mengingatkan kembali pada perjuangan, ketahanan, dan semangat rakyat Indonesia menghadapi masa penjajahan.

Berikut asal-usul dan makna di balik sejumlah lomba populer 17 Agustusan:

1. Lomba Makan Kerupuk

Kerupuk dipilih sebagai simbol perjuangan rakyat di masa sulit, terutama saat pendudukan Jepang, ketika makanan bergizi sulit didapat.

Baca Juga:  Promo Hari Kemerdekaan, Nama Agus Banjir Diskon hingga Gratis Masuk Tempat Wisata di Jabar

Makna:

  • Kerupuk digantung melambangkan tantangan hidup.
  • Tidak boleh pakai tangan mengajarkan kesabaran dan kreativitas.
  • Mengingatkan generasi kini bahwa kemerdekaan lahir dari masa serba terbatas.

2. Balap Karung

Permainan ini diyakini berawal dari misionaris Belanda dengan menggunakan karung goni. Setelah merdeka, masyarakat mengadopsinya sebagai lomba Agustusan.

Makna:

  • Melambangkan perjuangan rakyat yang hidup serba kekurangan.
  • Mengajarkan ketangguhan: meski terbatas ruang gerak, tetap bisa melangkah maju.

3. Balap Kelereng

Kelereng sudah ada sejak ribuan tahun lalu dan menyebar ke Nusantara. Dalam lomba Agustusan, kelereng diletakkan di atas sendok yang digigit peserta sambil berlari menuju garis akhir.

Baca Juga:  Kreatif dan Edukatif, Ini 4 Ide Perlombaan 17 Agustus untuk Anak-anak

Makna:

  • Meningkatkan konsentrasi dan ketelitian.
  • Simbol persatuan karena bisa dimainkan semua kalangan.
  • Mengasah fokus serta kemampuan mengendalikan emosi.

4. Lomba Gigit Koin

Peserta berusaha mengambil koin yang ditempelkan di buah besar yang sudah dilumuri oli, jelaga, atau cokelat tanpa bantuan tangan.

Makna:

  • Menggambarkan perjuangan mendapatkan sesuatu yang berharga di tengah kesulitan.
  • Wajah yang belepotan menyerupai penyamaran pejuang saat berjuang melawan penjajah.
Baca Juga:  Menanamkan Rasa Nasionalisme Sejak Dini

5. Tangkap Belut

Belut yang licin kerap dijadikan tantangan dalam lomba Agustusan. Bisa dilakukan di sawah maupun dalam wadah khusus dengan berbagai variasi, termasuk estafet.

Makna:

  • Belut licin menggambarkan rintangan hidup yang butuh ketangkasan dan kecermatan.
  • Menjadi sarana kebersamaan masyarakat yang bersaing sehat tanpa membeda-bedakan.

Tradisi yang Sarat Nilai

Dari tiap lomba 17 Agustusan, terselip nilai perjuangan, kebersamaan, dan ketangguhan. Bukan hanya hiburan semata, perlombaan ini menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang diraih dengan pengorbanan besar harus dijaga dengan persatuan dan semangat gotong royong.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Hari Kemerdekaan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Game Free Fire

Banjir Item Gratis! Deretan Kode Redeem Free Fire Terbaru Hari Ini 24 Agustus 2026

Harga Emas Antam Hari Ini 24 Agustus 2026 Stabil, 1 Gram Tembus Rp2,78 Juta di Pegadaian

Dari Sopir Perusahaan hingga ‘Bestie’ Jackie Chan, Perjalanan Karier Iko Uwais Tembus Panggung Film Dunia

Garena Free Fire

Auto Cuan Hadiah! Kode Redeem Free Fire 23 Agustus 2026, Ada 50 Evolution Stone Menanti

Ilustrasi emas antam

Naik Lagi! Ini Daftar Harga Emas Pegadaian dan Galeri24 Hari Ini, Minggu 23 Agustus 2026

Banjir Hadiah Akhir Pekan! Daftar Kode Redeem FF 23 Agustus 2026 dan Cara Klaimnya

Terpopuler
  • Deretan Kode Redeem FF 19 Agustus 2026: Amankan Evolution Stone dan Skin Spesial Kemerdekaan!
  • Mengenang 50 Tahun Kebersamaan, Alumni ITB 76 Unjuk Budaya Lokal Lewat Karnaval Sisingaan di Bandung
  • Garena Free Fire
    Kode Redeem FF Terbaru 21 Agustus 2026: Serbu Evolution Stone dan Skin Senjata Gratis!
  • Jabar Masih Dibelit Masalah, Kehadiran Dedi Mulyadi di NTT Dinilai Tak Urgent
  • Inikah Tahun Terparah? 1.487 Titik Api Kepung Kalimantan, Jeritan Warga di Bawah Langit Merah!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.