bukamata.id – Suasana libur panjang di pesisir selatan Kabupaten Sukabumi berubah menjadi duka. Tiga orang dilaporkan tewas setelah terseret arus kuat di kawasan Pantai Ujung Genteng, tepatnya di lokasi Tenda Biru, pada Senin, 23 Maret 2026.
Seluruh korban berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal dunia setelah proses pencarian intensif.
Identitas Korban Terseret Ombak
Ketiga korban yang meninggal dunia masing-masing adalah:
- Ujang Abduloh (30)
- Aden (7), anak dari Ujang
- Acep (26), seorang pemancing
Peristiwa tragis ini bermula sekitar pukul 12.00 WIB saat Aden bermain air di tepi pantai. Tanpa diduga, ombak besar datang dan menyeretnya ke tengah laut.
Melihat anaknya dalam bahaya, Ujang Abduloh langsung berusaha melakukan penyelamatan. Acep yang berada di lokasi turut membantu. Namun nahas, kuatnya arus bawah laut justru menyeret ketiganya hingga tenggelam.
Proses Evakuasi Korban
Dua korban, yakni Aden dan Ujang, ditemukan lebih dahulu pada hari kejadian. Sementara jasad Acep baru berhasil ditemukan pada Selasa pagi, 24 Maret 2026.
Pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas, TNI Angkatan Laut, Polairud, hingga relawan nelayan setempat.
Komandan Pos TNI AL Ujunggenteng, Andri Kurniawan, mengonfirmasi bahwa jasad Acep ditemukan mengambang sekitar 400 meter dari titik awal kejadian.
“Korban ditemukan dalam kondisi mengambang di perairan, tidak jauh dari lokasi kejadian, kemudian dievakuasi menggunakan perahu nelayan,” ujarnya.
Penyelamatan Dramatis di Pantai Karang Naya
Di hari yang sama, insiden lain juga terjadi di Pantai Karang Naya. Seorang wisatawan bernama Ramdan (20), asal Cicurug, nyaris kehilangan nyawa setelah terseret ombak saat berenang seorang diri.
Beruntung, petugas lifeguard Balawista bersama personel Polda Jawa Barat berhasil melakukan penyelamatan tepat waktu.
Kapolres Sukabumi, AKBP Samian, menegaskan bahwa pengamanan di titik rawan terus diperketat selama libur panjang.
“Penanganan cepat menjadi kunci. Wisatawan diminta tidak berenang sendirian dan selalu mematuhi imbauan petugas,” tegasnya.
Peringatan BMKG: Gelombang Sedang Tapi Berbahaya
Kepala Stasiun Geofisika Kelas III BMKG Sukabumi, Agung Saptaji, mengingatkan bahwa kondisi gelombang di wilayah selatan Jawa tetap berisiko meski masuk kategori sedang.
Menurut BMKG, tinggi gelombang di kawasan Palabuhanratu berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter.
“Ini kategori sedang, namun tetap berbahaya untuk aktivitas berenang. Puncak pasang terjadi sejak pukul 11.00 WIB,” jelasnya.
Imbauan Pemerintah Daerah
Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, bersama Kepala Dinas Pariwisata, Ali Iskandar, menyampaikan duka mendalam atas kejadian ini.
Pemerintah daerah juga mengimbau wisatawan agar lebih waspada saat beraktivitas di pantai serta mematuhi rambu keselamatan.
Upaya peningkatan tata kelola keamanan wisata akan terus dilakukan guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










