Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Menggugah Selera! Ini 5 Spot Kuliner Hits di Cimahi yang Bikin Ketagihan

Rabu, 14 Oktober 2026 02:00 WIB

Destinasi Wisata Pilihan di Sekitar Stasiun Cimahi untuk Liburan Singkat

Rabu, 14 Oktober 2026 01:00 WIB

Mentereng! Ini Catatan Statistik John Herdman Selama Nahkodai Timnas Indonesia

Selasa, 13 Oktober 2026 21:35 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Menggugah Selera! Ini 5 Spot Kuliner Hits di Cimahi yang Bikin Ketagihan
  • Destinasi Wisata Pilihan di Sekitar Stasiun Cimahi untuk Liburan Singkat
  • Mentereng! Ini Catatan Statistik John Herdman Selama Nahkodai Timnas Indonesia
  • PMI Asal Bandung Barat Diduga Disekap di Dubai, Keluarga Menanti Kabar
  • Klok Minta Bobotoh Terus Bersama Persib, Target Besar Menanti di ACL Two
  • Dari Sumedang Jadi Diva Dunia! Kisah Rahasia Rossa yang Jarang Orang Tahu!
  • Igor Tolic Soroti Kekuatan Cong Viettel, Persib Siapkan Strategi Khusus
  • Warga Keluhkan Lagi Kebisingan, Lapangan Padel di Surya Sumantri Bakal Diperiksa
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 14 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dari Parkiran Pasar ke Podium Dunia! Kisah Veda Ega, ‘Baby Marquez’ Asal Indonesia yang Guncang Moto3

By SusanaRabu, 25 Maret 2026 11:27 WIB4 Mins Read
Veda Ega Pratama, pembalap Indonesia pertama yang raih podium Moto3 Brasil 2026. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di tengah gegap gempita balapan dunia, satu nama muda dari Indonesia mendadak jadi perbincangan.

Veda Ega Pratama, remaja asal Gunungkidul, mencetak sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang meraih podium di ajang Moto3 World Championship seri Brasil 2026.

Lebih dari sekadar podium, kisah Veda adalah perjalanan panjang penuh perjuangan dari lintasan sederhana hingga panggung dunia. Tak heran, ia kini dijuluki sebagai “Marc Marquez kecil”.

Dari Suara Mesin Sejak Kecil hingga Lintasan Sederhana

Veda lahir di Wonosari, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 23 November 2008. Dunia balap bukan hal baru baginya. Sejak usia empat tahun, ia sudah akrab dengan suara mesin, warisan dari sang ayah, Sudarmono.

Namun, perjalanan itu jauh dari kemewahan.

Alih-alih berlatih di sirkuit megah, Veda kecil ditempa di area parkir Pasar Hewan Siyono Harjo, Playen. Di tempat sederhana itulah fondasi mental dan teknik balapnya dibangun sejak 2016.

Dari motocross di usia dini, lalu beralih ke road race pada usia sembilan tahun, Veda menunjukkan satu hal yang jarang dimiliki pembalap muda: konsistensi.

Hasilnya mulai terlihat ketika ia meraih gelar juara nasional kelas pemula di usia 11 tahun—titik awal yang mengubah arah kariernya.

Meledak di Asia Talent Cup dan Red Bull Rookies Cup

Nama Veda mulai dikenal luas saat tampil di Idemitsu Asia Talent Cup. Debutnya pada 2021 langsung menjanjikan dengan finis di posisi kedelapan klasemen akhir.

Namun lonjakan performa terjadi dalam dua musim berikutnya:

  • 2022: finis peringkat ketiga
  • 2023: juara dengan 256 poin (rekor tertinggi sepanjang sejarah ATC)

Tak hanya itu, ia mencatat sembilan kemenangan dalam satu musim—sebuah dominasi yang membuatnya dilirik ke level lebih tinggi.

Langkah berikutnya adalah Red Bull Rookies Cup, ajang prestisius yang kerap menjadi gerbang menuju MotoGP.

Di sinilah mental bertandingnya benar-benar teruji. Pada musim 2024, ia sudah mampu meraih podium di Austria. Lalu pada 2025, ia mencetak kemenangan bersejarah di Sirkuit Mugello.

Kemenangan itu menjadi sinyal kuat: Indonesia memiliki calon bintang dunia.

Momen Bersejarah: Podium Moto3 Brasil 2026

Puncak perhatian datang saat seri kedua Moto3 2026 di Sirkuit Ayrton Senna.

Balapan berlangsung dramatis. Pada start pertama, Veda tampil agresif, langsung merangsek ke barisan depan. Namun, ia sempat kehilangan ritme dan turun ke posisi kesembilan.

Situasi berubah ketika balapan dihentikan (red flag) akibat insiden yang melibatkan pembalap lain.

Restart menjadi titik balik.

Memulai dari posisi ke-10 dalam balapan lima lap, Veda tampil jauh lebih tenang dan matang. Satu per satu pembalap dilewatinya hingga masuk tiga besar.

Di lap terakhir, ia melakukan manuver krusial dengan menyalip Alvaro Carpe dari tim Red Bull KTM Ajo.

Hasilnya: podium ketiga.

Sebuah pencapaian bersejarah bagi Indonesia.

Disaksikan Langsung oleh Marc Marquez

Momen emosional Veda semakin lengkap karena disaksikan langsung oleh juara dunia MotoGP, Marc Marquez.

Nama besar itu bukan sekadar penonton biasa. Gaya balap Veda yang agresif, berani, namun tetap terukur, membuatnya kerap dibandingkan dengan pembalap asal Spanyol tersebut.

Julukan “Marc Marquez kecil” pun lahir.

Salah satu momen yang memperkuat julukan itu terjadi di Qatar pada 2022, saat Veda tampil berani memimpin balapan dan akhirnya meraih podium pertamanya di Asia Talent Cup.

Reaksi Warganet: Dari “Bocah Ajaib” hingga Harapan Indonesia

Prestasi Veda langsung disambut antusias publik. Kolom komentar media sosial dipenuhi dukungan dan rasa bangga.

Salah satu warganet menulis:

“Dia membuktikan mimpinya jadi pembalap top dunia. Jalan terjal, tapi dia mampu. Selamat Veda!”

Komentar lain menyebutnya sebagai:

“Awal yang baik, semoga bisa podium pertama.”

Bahkan tak sedikit yang menjulukinya:

“Bocah ajaib.”

Respon ini menunjukkan satu hal: Veda bukan sekadar pembalap, tapi simbol harapan baru motorsport Indonesia.

Masa Depan Cerah Menuju MotoGP

Podium di Moto3 Brasil 2026 bukan garis akhir, melainkan awal dari perjalanan yang lebih besar.

Dengan usia yang masih sangat muda, pengalaman internasional yang terus bertambah, serta mental juara yang sudah teruji, peluang Veda untuk melangkah ke Moto2 hingga MotoGP terbuka lebar.

Jika konsistensi terjaga, bukan tidak mungkin Indonesia akan memiliki pembalap tetap di kelas utama MotoGP dalam beberapa tahun ke depan.

Dan ketika itu terjadi, nama Veda Ega Pratama akan selalu diingat sebagai pelopornya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

PMI Asal Bandung Barat Diduga Disekap di Dubai, Keluarga Menanti Kabar

Warga Keluhkan Lagi Kebisingan, Lapangan Padel di Surya Sumantri Bakal Diperiksa

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

BSU Oktober 2026 Rp900 Ribu Belum Pasti Cair, Ini Penjelasan Kemnaker

Satu Mahasiswa Di-DO! Telkom University Jatuhkan Sanksi ke 4 Pelaku Perundungan Asrama

Dugaan Bullying di Kuningan, Siswa SMP Dilarikan ke RS Usai Telan Cairan Karbol

Kiaracondong Bandung Mulai Ditata, Drainase Tersumbat Sampah Jadi Perhatian

Terpopuler
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.
    BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos
  • Terbongkar! Pengakuan Jujur Anggun C Sasmi Soal Paspor Prancis yang Selama Ini Disembunyikan
  • Ilustrasi video syur
    Viral Video Syur Perempuan Berseragam Poltekkes Bandung, Begini Kata Kemenkes
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.