Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Harga Emas Perhiasan Hari Ini 27 Juli 2026 Tetap Stabil, Cek Tarif Terbaru 24 Karat di Sini!

Senin, 27 Juli 2026 10:02 WIB

Persib Temukan Bintang Muda Baru? Rafi Rasyiq Resmi Tembus Skuad Utama

Senin, 27 Juli 2026 09:32 WIB

Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!

Senin, 27 Juli 2026 09:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Harga Emas Perhiasan Hari Ini 27 Juli 2026 Tetap Stabil, Cek Tarif Terbaru 24 Karat di Sini!
  • Persib Temukan Bintang Muda Baru? Rafi Rasyiq Resmi Tembus Skuad Utama
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Jadwal Kick-off Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026 Malam Ini
  • Alasan Kesehatan di Balik Mundurnya Perry Warjiyo dari Kursi Gubernur BI
  • Veda Ega Pratama Guncang Moto3 2026: Salip Rival Malaysia dan Incar 5 Besar Dunia
  • Gabriel Mutombo Langsung Nyetel! Clean Sheet Kontra Arema Jadi Sinyal Kuat Lini Belakang Persib
  • Bansos PKH dan BPNT Juli 2026 Cair! Cek Nama Penerima Pakai NIK KTP, Ini Link Resmi Kemensos
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 27 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dari Parkiran Pasar ke Podium Dunia! Kisah Veda Ega, ‘Baby Marquez’ Asal Indonesia yang Guncang Moto3

By SusanaRabu, 25 Maret 2026 11:27 WIB4 Mins Read
Veda Ega Pratama, pembalap Indonesia pertama yang raih podium Moto3 Brasil 2026. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di tengah gegap gempita balapan dunia, satu nama muda dari Indonesia mendadak jadi perbincangan.

Veda Ega Pratama, remaja asal Gunungkidul, mencetak sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang meraih podium di ajang Moto3 World Championship seri Brasil 2026.

Lebih dari sekadar podium, kisah Veda adalah perjalanan panjang penuh perjuangan dari lintasan sederhana hingga panggung dunia. Tak heran, ia kini dijuluki sebagai “Marc Marquez kecil”.

Dari Suara Mesin Sejak Kecil hingga Lintasan Sederhana

Veda lahir di Wonosari, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 23 November 2008. Dunia balap bukan hal baru baginya. Sejak usia empat tahun, ia sudah akrab dengan suara mesin, warisan dari sang ayah, Sudarmono.

Namun, perjalanan itu jauh dari kemewahan.

Alih-alih berlatih di sirkuit megah, Veda kecil ditempa di area parkir Pasar Hewan Siyono Harjo, Playen. Di tempat sederhana itulah fondasi mental dan teknik balapnya dibangun sejak 2016.

Dari motocross di usia dini, lalu beralih ke road race pada usia sembilan tahun, Veda menunjukkan satu hal yang jarang dimiliki pembalap muda: konsistensi.

Hasilnya mulai terlihat ketika ia meraih gelar juara nasional kelas pemula di usia 11 tahun—titik awal yang mengubah arah kariernya.

Meledak di Asia Talent Cup dan Red Bull Rookies Cup

Nama Veda mulai dikenal luas saat tampil di Idemitsu Asia Talent Cup. Debutnya pada 2021 langsung menjanjikan dengan finis di posisi kedelapan klasemen akhir.

Namun lonjakan performa terjadi dalam dua musim berikutnya:

  • 2022: finis peringkat ketiga
  • 2023: juara dengan 256 poin (rekor tertinggi sepanjang sejarah ATC)

Tak hanya itu, ia mencatat sembilan kemenangan dalam satu musim—sebuah dominasi yang membuatnya dilirik ke level lebih tinggi.

Langkah berikutnya adalah Red Bull Rookies Cup, ajang prestisius yang kerap menjadi gerbang menuju MotoGP.

Di sinilah mental bertandingnya benar-benar teruji. Pada musim 2024, ia sudah mampu meraih podium di Austria. Lalu pada 2025, ia mencetak kemenangan bersejarah di Sirkuit Mugello.

Kemenangan itu menjadi sinyal kuat: Indonesia memiliki calon bintang dunia.

Momen Bersejarah: Podium Moto3 Brasil 2026

Puncak perhatian datang saat seri kedua Moto3 2026 di Sirkuit Ayrton Senna.

Balapan berlangsung dramatis. Pada start pertama, Veda tampil agresif, langsung merangsek ke barisan depan. Namun, ia sempat kehilangan ritme dan turun ke posisi kesembilan.

Situasi berubah ketika balapan dihentikan (red flag) akibat insiden yang melibatkan pembalap lain.

Restart menjadi titik balik.

Memulai dari posisi ke-10 dalam balapan lima lap, Veda tampil jauh lebih tenang dan matang. Satu per satu pembalap dilewatinya hingga masuk tiga besar.

Di lap terakhir, ia melakukan manuver krusial dengan menyalip Alvaro Carpe dari tim Red Bull KTM Ajo.

Hasilnya: podium ketiga.

Sebuah pencapaian bersejarah bagi Indonesia.

Disaksikan Langsung oleh Marc Marquez

Momen emosional Veda semakin lengkap karena disaksikan langsung oleh juara dunia MotoGP, Marc Marquez.

Nama besar itu bukan sekadar penonton biasa. Gaya balap Veda yang agresif, berani, namun tetap terukur, membuatnya kerap dibandingkan dengan pembalap asal Spanyol tersebut.

Julukan “Marc Marquez kecil” pun lahir.

Salah satu momen yang memperkuat julukan itu terjadi di Qatar pada 2022, saat Veda tampil berani memimpin balapan dan akhirnya meraih podium pertamanya di Asia Talent Cup.

Reaksi Warganet: Dari “Bocah Ajaib” hingga Harapan Indonesia

Prestasi Veda langsung disambut antusias publik. Kolom komentar media sosial dipenuhi dukungan dan rasa bangga.

Salah satu warganet menulis:

“Dia membuktikan mimpinya jadi pembalap top dunia. Jalan terjal, tapi dia mampu. Selamat Veda!”

Komentar lain menyebutnya sebagai:

“Awal yang baik, semoga bisa podium pertama.”

Bahkan tak sedikit yang menjulukinya:

“Bocah ajaib.”

Respon ini menunjukkan satu hal: Veda bukan sekadar pembalap, tapi simbol harapan baru motorsport Indonesia.

Masa Depan Cerah Menuju MotoGP

Podium di Moto3 Brasil 2026 bukan garis akhir, melainkan awal dari perjalanan yang lebih besar.

Dengan usia yang masih sangat muda, pengalaman internasional yang terus bertambah, serta mental juara yang sudah teruji, peluang Veda untuk melangkah ke Moto2 hingga MotoGP terbuka lebar.

Jika konsistensi terjaga, bukan tidak mungkin Indonesia akan memiliki pembalap tetap di kelas utama MotoGP dalam beberapa tahun ke depan.

Dan ketika itu terjadi, nama Veda Ega Pratama akan selalu diingat sebagai pelopornya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Asia Talent Cup berita Moto3 Marc Marquez kecil Moto3 Brasil 2026 MotoGP Indonesia pembalap Indonesia profil Veda Ega Red Bull Rookies Cup Veda Ega Pratama
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!

Alasan Kesehatan di Balik Mundurnya Perry Warjiyo dari Kursi Gubernur BI

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Bansos PKH dan BPNT Juli 2026 Cair! Cek Nama Penerima Pakai NIK KTP, Ini Link Resmi Kemensos

Ilustrasi begal

Harapan Jadi Pilot Pupus? Kisah Pilu Remaja Bandung Usai Jadi Korban Begal Keji

Tak Cuma Sekolah Negeri, DPRD Jabar Dorong Dana Pendidikan untuk Semua Siswa Tanpa Diskriminasi

Tangis Anak Pecah! Terduga Pencuri Ayam Tewas Diduga Dikeroyok Massa di Bali

Terpopuler
  • Korps Alumni KNPI Jabar Bentuk Badan Advokasi untuk Kawal Tata Kelola Pemerintahan dan Cegah Korupsi
  • Bali Is Not Your Home! Viral WNA Gelar Event Lari Ekslusif, Warga Lokal Dilarang Ikut?
  • Proyek PLTP Patuha Unit 2 Capai Fase Vital: Mobilisasi Komponen Generator Sukses Digelar
  • Birokrasi Dedi Mulyadi Terbukti Cacat Prosedur, PTUN Bandung Menangkan Aliansi Buruh Jabar
  • Praperadilan Eks Pengurus GKI Taman Cibunut: Polisi Beberkan Bukti Sah Penetapan Tersangka
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.