Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Ogah Pikirkan Pemulihan Nama Baik Pasca-SP3, Erwin Pilih Pasrahkan Derajatnya pada Ketetapan Allah

Kamis, 4 Juni 2026 12:35 WIB

Pasca-SP3 Kejari Bandung: Erwin Akui Tetap Kerja Senyap dan Langsung Sowan ke Pimpinan Pesantren

Kamis, 4 Juni 2026 12:32 WIB

Kasus Korupsinya Disetop, Erwin Apresiasi Kejari Bandung hingga Siap Gas Pol Lagi

Kamis, 4 Juni 2026 12:29 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Ogah Pikirkan Pemulihan Nama Baik Pasca-SP3, Erwin Pilih Pasrahkan Derajatnya pada Ketetapan Allah
  • Pasca-SP3 Kejari Bandung: Erwin Akui Tetap Kerja Senyap dan Langsung Sowan ke Pimpinan Pesantren
  • Kasus Korupsinya Disetop, Erwin Apresiasi Kejari Bandung hingga Siap Gas Pol Lagi
  • Satu Bintang Resmi Pergi, Ini 7 Pemain Persib yang Santer Dikabarkan Bakal Menyusul Hengkang!
  • Rupiah Tembus Batas Psikologis Rp18.000 per Dolar AS, Sinyal Waspada Bagi Ekonomi Nasional
  • Video Cut Syifa Ramai Dicari di TikTok dan X, Ini Fakta yang Sebenarnya
  • Kurs Rupiah Anjlok ke Rp18.020 per Dolar AS, Pasar Keuangan Beri Sinyal Bahaya?
  • Bukan Matematika! Ini Pelajaran ‘Aneh’ di Pedalaman Papua yang Bikin Netizen Menangis Haru
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 4 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dari Parkiran Pasar ke Podium Dunia! Kisah Veda Ega, ‘Baby Marquez’ Asal Indonesia yang Guncang Moto3

By SusanaRabu, 25 Maret 2026 11:27 WIB4 Mins Read
Veda Ega Pratama, pembalap Indonesia pertama yang raih podium Moto3 Brasil 2026. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di tengah gegap gempita balapan dunia, satu nama muda dari Indonesia mendadak jadi perbincangan.

Veda Ega Pratama, remaja asal Gunungkidul, mencetak sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang meraih podium di ajang Moto3 World Championship seri Brasil 2026.

Lebih dari sekadar podium, kisah Veda adalah perjalanan panjang penuh perjuangan dari lintasan sederhana hingga panggung dunia. Tak heran, ia kini dijuluki sebagai “Marc Marquez kecil”.

Dari Suara Mesin Sejak Kecil hingga Lintasan Sederhana

Veda lahir di Wonosari, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 23 November 2008. Dunia balap bukan hal baru baginya. Sejak usia empat tahun, ia sudah akrab dengan suara mesin, warisan dari sang ayah, Sudarmono.

Namun, perjalanan itu jauh dari kemewahan.

Alih-alih berlatih di sirkuit megah, Veda kecil ditempa di area parkir Pasar Hewan Siyono Harjo, Playen. Di tempat sederhana itulah fondasi mental dan teknik balapnya dibangun sejak 2016.

Dari motocross di usia dini, lalu beralih ke road race pada usia sembilan tahun, Veda menunjukkan satu hal yang jarang dimiliki pembalap muda: konsistensi.

Baca Juga:  Veda Ega Pratama Kembali Tampil! Ini Jadwal MotoGP Hungaria 2026 Lengkap

Hasilnya mulai terlihat ketika ia meraih gelar juara nasional kelas pemula di usia 11 tahun—titik awal yang mengubah arah kariernya.

Meledak di Asia Talent Cup dan Red Bull Rookies Cup

Nama Veda mulai dikenal luas saat tampil di Idemitsu Asia Talent Cup. Debutnya pada 2021 langsung menjanjikan dengan finis di posisi kedelapan klasemen akhir.

Namun lonjakan performa terjadi dalam dua musim berikutnya:

  • 2022: finis peringkat ketiga
  • 2023: juara dengan 256 poin (rekor tertinggi sepanjang sejarah ATC)

Tak hanya itu, ia mencatat sembilan kemenangan dalam satu musim—sebuah dominasi yang membuatnya dilirik ke level lebih tinggi.

Langkah berikutnya adalah Red Bull Rookies Cup, ajang prestisius yang kerap menjadi gerbang menuju MotoGP.

Di sinilah mental bertandingnya benar-benar teruji. Pada musim 2024, ia sudah mampu meraih podium di Austria. Lalu pada 2025, ia mencetak kemenangan bersejarah di Sirkuit Mugello.

Kemenangan itu menjadi sinyal kuat: Indonesia memiliki calon bintang dunia.

Momen Bersejarah: Podium Moto3 Brasil 2026

Puncak perhatian datang saat seri kedua Moto3 2026 di Sirkuit Ayrton Senna.

Baca Juga:  Veda Ega Pratama Kembali Tampil! Ini Jadwal MotoGP Hungaria 2026 Lengkap

Balapan berlangsung dramatis. Pada start pertama, Veda tampil agresif, langsung merangsek ke barisan depan. Namun, ia sempat kehilangan ritme dan turun ke posisi kesembilan.

Situasi berubah ketika balapan dihentikan (red flag) akibat insiden yang melibatkan pembalap lain.

Restart menjadi titik balik.

Memulai dari posisi ke-10 dalam balapan lima lap, Veda tampil jauh lebih tenang dan matang. Satu per satu pembalap dilewatinya hingga masuk tiga besar.

Di lap terakhir, ia melakukan manuver krusial dengan menyalip Alvaro Carpe dari tim Red Bull KTM Ajo.

Hasilnya: podium ketiga.

Sebuah pencapaian bersejarah bagi Indonesia.

Disaksikan Langsung oleh Marc Marquez

Momen emosional Veda semakin lengkap karena disaksikan langsung oleh juara dunia MotoGP, Marc Marquez.

Nama besar itu bukan sekadar penonton biasa. Gaya balap Veda yang agresif, berani, namun tetap terukur, membuatnya kerap dibandingkan dengan pembalap asal Spanyol tersebut.

Julukan “Marc Marquez kecil” pun lahir.

Salah satu momen yang memperkuat julukan itu terjadi di Qatar pada 2022, saat Veda tampil berani memimpin balapan dan akhirnya meraih podium pertamanya di Asia Talent Cup.

Baca Juga:  Veda Ega Pratama Kembali Tampil! Ini Jadwal MotoGP Hungaria 2026 Lengkap

Reaksi Warganet: Dari “Bocah Ajaib” hingga Harapan Indonesia

Prestasi Veda langsung disambut antusias publik. Kolom komentar media sosial dipenuhi dukungan dan rasa bangga.

Salah satu warganet menulis:

“Dia membuktikan mimpinya jadi pembalap top dunia. Jalan terjal, tapi dia mampu. Selamat Veda!”

Komentar lain menyebutnya sebagai:

“Awal yang baik, semoga bisa podium pertama.”

Bahkan tak sedikit yang menjulukinya:

“Bocah ajaib.”

Respon ini menunjukkan satu hal: Veda bukan sekadar pembalap, tapi simbol harapan baru motorsport Indonesia.

Masa Depan Cerah Menuju MotoGP

Podium di Moto3 Brasil 2026 bukan garis akhir, melainkan awal dari perjalanan yang lebih besar.

Dengan usia yang masih sangat muda, pengalaman internasional yang terus bertambah, serta mental juara yang sudah teruji, peluang Veda untuk melangkah ke Moto2 hingga MotoGP terbuka lebar.

Jika konsistensi terjaga, bukan tidak mungkin Indonesia akan memiliki pembalap tetap di kelas utama MotoGP dalam beberapa tahun ke depan.

Dan ketika itu terjadi, nama Veda Ega Pratama akan selalu diingat sebagai pelopornya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Asia Talent Cup berita Moto3 Marc Marquez kecil Moto3 Brasil 2026 MotoGP Indonesia pembalap Indonesia profil Veda Ega Red Bull Rookies Cup Veda Ega Pratama
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ogah Pikirkan Pemulihan Nama Baik Pasca-SP3, Erwin Pilih Pasrahkan Derajatnya pada Ketetapan Allah

Pasca-SP3 Kejari Bandung: Erwin Akui Tetap Kerja Senyap dan Langsung Sowan ke Pimpinan Pesantren

Kasus Korupsinya Disetop, Erwin Apresiasi Kejari Bandung hingga Siap Gas Pol Lagi

Rupiah Tembus Batas Psikologis Rp18.000 per Dolar AS, Sinyal Waspada Bagi Ekonomi Nasional

ilustrasi bansos

Kurs Rupiah Anjlok ke Rp18.020 per Dolar AS, Pasar Keuangan Beri Sinyal Bahaya?

Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi Dadan Hindayana CS, Mark Up Motor Listrik Rp1 Triliun

Terpopuler
  • Video Rok Hijau Tosca di Dapur Viral! Ini Fakta Sebenarnya di TikTok
  • Video ‘Rok Hijau Tosca’ 3 Menit Bikin Heboh Warganet, Ternyata Ini yang Terjadi
  • Video ‘Rok Hijau 3 Menit’ Viral, Link Mencurigakan Mulai Menjebak Warganet
  • Rok Hijau Tosca Viral Gegerkan TikTok, Link Asli Bikin Penasaran Warganet
  • Nama Vell Mendadak Trending Lagi, Benarkah Ada Video Viral Berdurasi 10 Menit?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.