Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Terbongkar Pemicu Keributan di Padepokan Sukabumi: Beda Pendapat Lalu Melayang Tamparan!

Selasa, 27 Oktober 2026 12:46 WIB

Tak Ada Sepak Bola Seharga Nyawa! Mengenang Rentetan Insiden Memilukan yang Menewaskan Bobotoh

Selasa, 27 Oktober 2026 12:40 WIB

Pelaku Penyerangan Bobotoh hingga Tewas di Bogor Telah Tertangkap

Selasa, 27 Oktober 2026 12:09 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Terbongkar Pemicu Keributan di Padepokan Sukabumi: Beda Pendapat Lalu Melayang Tamparan!
  • Tak Ada Sepak Bola Seharga Nyawa! Mengenang Rentetan Insiden Memilukan yang Menewaskan Bobotoh
  • Pelaku Penyerangan Bobotoh hingga Tewas di Bogor Telah Tertangkap
  • Nikmati Kuliner Lezat di Roemah Legit, bank bjb Hadirkan Promo Diskon Spesial Pengguna DIGI
  • Emas Antam Naik Rp10.000 Hari Ini, Segini Harga 1 Gram Sekarang
  • Antam Meroket Lagi! Cek Rincian Harga Emas Antam, Galeri 24, dan UBS Hari Ini 27 Oktober 2026
  • Amukan Puting Beliung Sapu Padalarang: 520 Rumah Warga dan Fasilitas Umum Rusak Parah
  • Kedekatannya hanya Gimmick? Amanda Manopo Blak-blakan Soal Hubungannya dengan Fajar Sadboy!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 27 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Birokrasi Dedi Mulyadi Terbukti Cacat Prosedur, PTUN Bandung Menangkan Aliansi Buruh Jabar

By Aga GustianaJumat, 24 Juli 2026 10:26 WIB2 Mins Read
Demo Buruh di Gedung Sate. (Foto: Istimewa)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Perjuangan panjang kaum buruh di Jawa Barat akhirnya membuahkan hasil manis di meja hijau. Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung secara resmi mengabulkan seluruh gugatan yang diajukan oleh aliansi gabungan serikat buruh, yang terdiri dari KASBI, FSPMI, FSP-KEP, dan SPN, terkait sengketa Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) Jawa Barat Tahun 2026.

Melalui Putusan Nomor 29/G/2026/PTUN.BDG, Majelis Hakim memutuskan untuk membatalkan Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 561.7/Kep.876-Kesra/2025 tentang UMSK 2026 tertanggal 29 Desember 2025 secara keseluruhan. Keputusan ini sekaligus menjadi koreksi telak atas kebijakan yang diteken oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang proses perumusannya dinilai cacat hukum.

Cacat Prosedur dan Tabrak Asas Pemerintahan yang Baik

Dalam persidangan, terungkap bahwa penerbitan SK UMSK 2026 tersebut terbukti nyata melanggar peraturan perundang-undangan, baik dilihat dari aspek prosedur pembentukan maupun dari substansi materinya.

Lebih lanjut, Majelis Hakim memandang kebijakan di bawah kepemimpinan Dedi Mulyadi itu telah menabrak Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AAUPB). Pemerintah Provinsi Jawa Barat dinilai mengabaikan Asas Kecermatan, Asas Kepastian Hukum, dan Asas Keterbukaan dalam menerbitkan keputusan yang menyangkut hajat hidup orang banyak tersebut.

Baca Juga:  Monumen Gengsi di Jalan Diponegoro: Membedah Urgensi 'Bongkar Pasang' Gedung Sate yang Menguras APBD

Simbol Perlawanan terhadap Arogansi Birokrasi

Kemenangan para buruh di PTUN Bandung ini disambut haru dan penuh syukur oleh berbagai elemen pekerja. Perwakilan serikat buruh menilai putusan ini bukan sekadar urusan angka kenaikan upah, melainkan sebuah manifestasi penting bahwa tindakan serta kebijakan kepala daerah tidak selamanya mutlak benar dan kebal hukum.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Ancam Umumkan Pelaku Pembuang Sampah ke Sungai

“Menangnya buruh di PTUN Bandung kali ini merupakan contoh nyata bahwa tindakan negara tidak bisa selalu dianggap benar,” ujar perwakilan aliansi serikat buruh dalam keterangan resminya, dikutip bukamata.id Jumat (24/7/2026).

Mereka menambahkan bahwa kemenangan ini berhasil merobohkan tembok-tembok birokrasi yang selama ini tertutup rapat dari aspirasi pekerja.

Baca Juga:  Patut Dicontoh, Guru SD di Cianjur Ajarkan Murid Cara Cuci dan Setrika Baju

“Jelas bahwa lorong senyap dan kepicikan-kepicikan birokrasi nyata-nyatanya terjadi dan berhasil dipatahkan oleh daya juang para buruh. Warga negara dalam hal ini memiliki hak penuh untuk menuntut kesewenang-wenangan yang terjadi, apapun bentuknya,” tegas mereka menutup pernyataan.

Dengan adanya putusan pembatalan ini, bola panas kini berada di tangan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi beserta jajarannya untuk segera merespons dan menindaklanjuti putusan pengadilan demi terciptanya keadilan sosial bagi seluruh pekerja di tatar Pasundan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Terbongkar Pemicu Keributan di Padepokan Sukabumi: Beda Pendapat Lalu Melayang Tamparan!

Tak Ada Sepak Bola Seharga Nyawa! Mengenang Rentetan Insiden Memilukan yang Menewaskan Bobotoh

Pelaku Penyerangan Bobotoh hingga Tewas di Bogor Telah Tertangkap

Emas Antam Naik Rp10.000 Hari Ini, Segini Harga 1 Gram Sekarang

Amukan Puting Beliung Sapu Padalarang: 520 Rumah Warga dan Fasilitas Umum Rusak Parah

Polisi Ungkap Detik-detik Bobotoh Dibacok di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Motif Masih Misteri

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
  • Prediksi Madura United vs Persib: Ujian Kedalaman Skuad Pangeran Biru di Tengah Jadwal Padat
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.