Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

The Next Maarten Paes? Aksi Latihan Kiper Cilik Paling Unik dan Keren Se-Indonesia!

Sabtu, 10 Oktober 2026 13:37 WIB

Tembus 33 Ribu Tanda Tangan, Petisi Online Tolak Penutupan Jalan Diponegoro Bandung Makin Masif

Sabtu, 10 Oktober 2026 12:51 WIB

Wacana Sistem Tidak Naik Kelas Diberlakukan 2027, Guru dan Siswa Diimbau Siapkan Strategi Baru

Sabtu, 10 Oktober 2026 12:36 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • The Next Maarten Paes? Aksi Latihan Kiper Cilik Paling Unik dan Keren Se-Indonesia!
  • Tembus 33 Ribu Tanda Tangan, Petisi Online Tolak Penutupan Jalan Diponegoro Bandung Makin Masif
  • Wacana Sistem Tidak Naik Kelas Diberlakukan 2027, Guru dan Siswa Diimbau Siapkan Strategi Baru
  • Ditinggal Bojan Hodak Malah Makin Gacor! Inilah 2 Rekor ‘Gila’ Persib di Bawah Racikan Igor Tolic
  • BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos
  • Update Kasus Dugaan Keracunan Makanan di 88 Seoul Bandung: Korban Dimintai Keterangan, Sampel Diuji
  • Jadwal MotoGP Mandalika Sabtu 10 Oktober: Jam Kualifikasi dan Sprint Race Siang Ini!
  • Viral Aksi Pria Ngaku Satnarkoba dan BNN di Garut, Korban Bongkar Gelagat Mencurigakan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 10 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Tangis Anak Pecah! Terduga Pencuri Ayam Tewas Diduga Dikeroyok Massa di Bali

By SusanaMinggu, 26 Juli 2026 16:42 WIB3 Mins Read
Terduga pencuri ayam yang tewas diduga dikeroyok massa di Tabanan, Bali, meninggalkan tiga anak. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kasus seorang pria yang diduga mencuri ayam lalu meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pengeroyokan massa di Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, terus menjadi perhatian publik.

Peristiwa yang terjadi pada Jumat (24/7/2026) dini hari itu tidak hanya menyisakan persoalan hukum, tetapi juga menghadirkan duka mendalam bagi keluarga korban. Pria yang meninggal tersebut diketahui meninggalkan tiga orang anak yang masih membutuhkan sosok ayah.

Di media sosial, berbagai komentar bermunculan menanggapi tragedi tersebut. Sebagian warganet mengungkapkan keprihatinan terhadap kondisi sosial dan ekonomi yang dinilai dapat menjadi salah satu faktor pemicu seseorang melakukan tindak pidana. Namun, apa pun latar belakangnya, penyebab pasti tindakan korban maupun peristiwa yang berujung pada kematiannya masih menjadi bagian dari proses penyelidikan aparat.

Korban Tinggalkan Tiga Anak

Kesedihan keluarga korban diungkapkan oleh Sutama, yang turut mendampingi proses penjemputan jenazah.

Menurutnya, momen paling menyayat hati adalah ketika melihat anak-anak korban menangis kehilangan ayah mereka.

“Yang membuat saya sedih ketika menjemput jenazah, melihat anak-anaknya menangis kehilangan bapaknya,” kata Sutama.

Ia menjelaskan, korban memiliki tiga orang anak. Anak sulung telah berkeluarga, sementara anak kedua masih duduk di bangku kelas I SMA dan anak bungsunya masih bersekolah di kelas I SD.

Kehilangan tulang punggung keluarga menjadi pukulan berat bagi mereka yang kini harus menghadapi masa depan tanpa kehadiran sang ayah.

Sesalkan Aksi Main Hakim Sendiri

Sutama juga menyayangkan tindakan kekerasan yang diduga dilakukan massa hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

Menurutnya, setiap dugaan tindak pidana seharusnya diserahkan kepada aparat penegak hukum, bukan diselesaikan melalui aksi main hakim sendiri.

“Kesalahan orang pasti ada, tetapi janganlah gara-gara hanya mencuri ayam sampai menghilangkan nyawa orang,” ujarnya.

Ia mengakui masyarakat memang kerap resah akibat maraknya kasus kehilangan ternak. Namun, keresahan tersebut tidak dapat dijadikan alasan untuk melakukan kekerasan yang berujung pada hilangnya nyawa seseorang.

“Kalau semua orang mempunyai pemikiran seperti itu, tentu akan banyak orang meninggal hanya karena persoalan pencurian. Negara kita adalah negara hukum,” katanya.

Ia berharap masyarakat yang menemukan seseorang diduga melakukan tindak pidana cukup mengamankan pelaku dan segera menyerahkannya kepada kepolisian agar diproses sesuai hukum yang berlaku.

Polisi Masih Selidiki Kasus

Sebelumnya, korban meninggal dunia setelah diduga diamuk massa usai kepergok melakukan pencurian ayam pada Jumat (24/7/2026) dini hari.

Hingga kini, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara menyeluruh kronologi kejadian, penyebab pasti kematian korban, serta dugaan tindak pidana yang terjadi dalam insiden tersebut.

Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri. Penegakan hukum merupakan kewenangan aparat yang harus dijalankan sesuai prosedur demi menjamin keadilan bagi semua pihak.

Tragedi yang Menjadi Pengingat

Kasus ini menjadi pengingat bahwa setiap dugaan pelanggaran hukum harus diselesaikan melalui mekanisme hukum yang berlaku. Di sisi lain, peristiwa tersebut juga menyoroti dampak sosial yang ditanggung keluarga korban, terutama anak-anak yang kehilangan orang tua akibat sebuah tragedi.

Penyelidikan masih terus berlangsung dan aparat diharapkan dapat mengungkap seluruh fakta secara profesional, transparan, dan akuntabel.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Tembus 33 Ribu Tanda Tangan, Petisi Online Tolak Penutupan Jalan Diponegoro Bandung Makin Masif

Wacana Sistem Tidak Naik Kelas Diberlakukan 2027, Guru dan Siswa Diimbau Siapkan Strategi Baru

Update Kasus Dugaan Keracunan Makanan di 88 Seoul Bandung: Korban Dimintai Keterangan, Sampel Diuji

Viral Aksi Pria Ngaku Satnarkoba dan BNN di Garut, Korban Bongkar Gelagat Mencurigakan

Kabupaten Bekasi

Dampak El Nino Masih Mengancam, Warga Cirebon Diminta Waspada Air Bersih dan Kebakaran Lahan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Punya KTP dan KK? Simak Cara Cek Bansos BLT Kesra Rp900.000 Lewat HP

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Megaproyek Pusat Data AI di Jatiluhur Purwakarta Ditahan BRIN, Ada Apa?
  • SEJARAH! Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Puasa Gelar 35 Tahun Berakhir
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.