Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Saatnya Pecah Telur! Timnas Indonesia Incar Gelar AFF Pertama, Nadeo Bicara Target Juara

Minggu, 26 Juli 2026 17:02 WIB

Tangis Anak Pecah! Terduga Pencuri Ayam Tewas Diduga Dikeroyok Massa di Bali

Minggu, 26 Juli 2026 16:42 WIB

Siapa Ikhwan Ali Tanamal? Bek Muda Persib yang Langsung Bikin Igor Tolic Kepincut saat Bungkam Arema FC

Minggu, 26 Juli 2026 16:24 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Saatnya Pecah Telur! Timnas Indonesia Incar Gelar AFF Pertama, Nadeo Bicara Target Juara
  • Tangis Anak Pecah! Terduga Pencuri Ayam Tewas Diduga Dikeroyok Massa di Bali
  • Siapa Ikhwan Ali Tanamal? Bek Muda Persib yang Langsung Bikin Igor Tolic Kepincut saat Bungkam Arema FC
  • Bikin Jantungan! Aksi Kejar Maling LPG di ‘Dlingo GP’, Sirkuit Fiktif Paling Hot di Jogja!
  • Tragis! Terduga Pencuri Ayam Tewas di Tangan Massa, KemenHAM Ikut Bersuara
  • Dedi Kusnandar Optimistis Persib Semakin Solid Usai Bungkam Arema FC 1-0
  • Live Indosiar! Jadwal Piala Presiden 2026 Minggu 26 Juli, Ada Duel Persebaya vs Persija
  • Persib Menang atas Arema FC, Igor Tolic Beberkan Kunci Permainan Maung Bandung
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 26 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Tangis Anak Pecah! Terduga Pencuri Ayam Tewas Diduga Dikeroyok Massa di Bali

By SusanaMinggu, 26 Juli 2026 16:42 WIB3 Mins Read
Terduga pencuri ayam yang tewas diduga dikeroyok massa di Tabanan, Bali, meninggalkan tiga anak. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kasus seorang pria yang diduga mencuri ayam lalu meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pengeroyokan massa di Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, terus menjadi perhatian publik.

Peristiwa yang terjadi pada Jumat (24/7/2026) dini hari itu tidak hanya menyisakan persoalan hukum, tetapi juga menghadirkan duka mendalam bagi keluarga korban. Pria yang meninggal tersebut diketahui meninggalkan tiga orang anak yang masih membutuhkan sosok ayah.

Di media sosial, berbagai komentar bermunculan menanggapi tragedi tersebut. Sebagian warganet mengungkapkan keprihatinan terhadap kondisi sosial dan ekonomi yang dinilai dapat menjadi salah satu faktor pemicu seseorang melakukan tindak pidana. Namun, apa pun latar belakangnya, penyebab pasti tindakan korban maupun peristiwa yang berujung pada kematiannya masih menjadi bagian dari proses penyelidikan aparat.

Korban Tinggalkan Tiga Anak

Kesedihan keluarga korban diungkapkan oleh Sutama, yang turut mendampingi proses penjemputan jenazah.

Menurutnya, momen paling menyayat hati adalah ketika melihat anak-anak korban menangis kehilangan ayah mereka.

“Yang membuat saya sedih ketika menjemput jenazah, melihat anak-anaknya menangis kehilangan bapaknya,” kata Sutama.

Ia menjelaskan, korban memiliki tiga orang anak. Anak sulung telah berkeluarga, sementara anak kedua masih duduk di bangku kelas I SMA dan anak bungsunya masih bersekolah di kelas I SD.

Kehilangan tulang punggung keluarga menjadi pukulan berat bagi mereka yang kini harus menghadapi masa depan tanpa kehadiran sang ayah.

Sesalkan Aksi Main Hakim Sendiri

Sutama juga menyayangkan tindakan kekerasan yang diduga dilakukan massa hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

Menurutnya, setiap dugaan tindak pidana seharusnya diserahkan kepada aparat penegak hukum, bukan diselesaikan melalui aksi main hakim sendiri.

“Kesalahan orang pasti ada, tetapi janganlah gara-gara hanya mencuri ayam sampai menghilangkan nyawa orang,” ujarnya.

Ia mengakui masyarakat memang kerap resah akibat maraknya kasus kehilangan ternak. Namun, keresahan tersebut tidak dapat dijadikan alasan untuk melakukan kekerasan yang berujung pada hilangnya nyawa seseorang.

“Kalau semua orang mempunyai pemikiran seperti itu, tentu akan banyak orang meninggal hanya karena persoalan pencurian. Negara kita adalah negara hukum,” katanya.

Ia berharap masyarakat yang menemukan seseorang diduga melakukan tindak pidana cukup mengamankan pelaku dan segera menyerahkannya kepada kepolisian agar diproses sesuai hukum yang berlaku.

Polisi Masih Selidiki Kasus

Sebelumnya, korban meninggal dunia setelah diduga diamuk massa usai kepergok melakukan pencurian ayam pada Jumat (24/7/2026) dini hari.

Hingga kini, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara menyeluruh kronologi kejadian, penyebab pasti kematian korban, serta dugaan tindak pidana yang terjadi dalam insiden tersebut.

Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri. Penegakan hukum merupakan kewenangan aparat yang harus dijalankan sesuai prosedur demi menjamin keadilan bagi semua pihak.

Tragedi yang Menjadi Pengingat

Kasus ini menjadi pengingat bahwa setiap dugaan pelanggaran hukum harus diselesaikan melalui mekanisme hukum yang berlaku. Di sisi lain, peristiwa tersebut juga menyoroti dampak sosial yang ditanggung keluarga korban, terutama anak-anak yang kehilangan orang tua akibat sebuah tragedi.

Penyelidikan masih terus berlangsung dan aparat diharapkan dapat mengungkap seluruh fakta secara profesional, transparan, dan akuntabel.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

main hakim sendiri pengeroyokan Bali Tabanan Bali terduga pencuri ayam Bali
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bikin Jantungan! Aksi Kejar Maling LPG di ‘Dlingo GP’, Sirkuit Fiktif Paling Hot di Jogja!

Tragis! Terduga Pencuri Ayam Tewas di Tangan Massa, KemenHAM Ikut Bersuara

Update Harga Emas Antam Minggu 26 Juli 2026, Buyback Tetap Rp2,352 Juta per Gram

Jakarta Lumpuh Total! Dihujat Warga, Acara Willie Salim dan Emak Gila Ternyata Ilegal!

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Cara Ubah Data Desil agar Bisa Mendapatkan Bansos Juli 2026, Ini Langkah dan Syaratnya

Plot Twist Kasus Satpam vs Polisi: Damai, Pelat Palsu Terbongkar, Korban Diangkat Kerja di Gedung Sate

Terpopuler
  • Korps Alumni KNPI Jabar Bentuk Badan Advokasi untuk Kawal Tata Kelola Pemerintahan dan Cegah Korupsi
  • Geliat, Tekanan, dan Arah Penanganan: Membedah Isu LGBTQ di Tanah Pasundan
  • Tampil Bugar di Usia 50-an, Duet Bos Koi Hartono-Julius Sukses Jadi Runner Up Padel Open Bandung
  • Bali Is Not Your Home! Viral WNA Gelar Event Lari Ekslusif, Warga Lokal Dilarang Ikut?
  • Proyek PLTP Patuha Unit 2 Capai Fase Vital: Mobilisasi Komponen Generator Sukses Digelar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.