bukamata.id – Kabar mengejutkan datang dari otoritas moneter tertinggi tanah air. Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, secara resmi memutuskan untuk melepaskan jabatannya setelah melayangkan surat pengunduran diri kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Keputusan penting ini otomatis membuat kepala negara membebastugaskan yang bersangkutan dari kursi kepemimpinan bank sentral.
Sebagai langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas sistem keuangan, posisi tertinggi di bank sentral kini diisi sementara oleh Deputi Gubernur Senior. Pengisian posisi pelaksana tugas ini dilakukan secara otomatis berlandaskan regulasi perundang-undangan yang berlaku di sektor keuangan nasional.
Mekanisme Penunjukan Pelaksana Tugas Berdasarkan UU
Proses transisi kepemimpinan darurat ini langsung dibahas dalam Rapat Dewan Gubernur yang diselenggarakan sehari setelah surat tersebut diterima. Dari hasil sidang tersebut, Destry Damayanti resmi ditetapkan sebagai Pejabat Gubernur Sementara untuk memastikan roda organisasi dan kebijakan moneter tetap berjalan tanpa hambatan.
Pengumuman resmi terkait peralihan tampuk kepemimpinan ini disampaikan langsung oleh Destry dalam sesi keterangan pers. Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa keputusan mundur tersebut murni diambil atas kesadaran pribadi dari sang mantan pimpinan.
“Sehubungan dengan pengunduran diri saudara Perry Warjiyo dari posisi Gubernur BI secara sukarela karena alasan pribadi pada tanggal 25 Juli 2026, sesuai dengan pasal 48 ayat 1 (a) UU 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia, sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan UU 4 Tahun 2026 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan, maka dewan gubernur dalam Rapat Dewan Gubernur 26 Juli 2026 menetapkan Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti sebagai pejabat Gubernur Sementara,” papar Destry.
Meskipun demikian, pihak otoritas moneter tidak memberikan penjelasan secara mendalam mengenai faktor personal yang mendasari keputusan tersebut. Kendati demikian, berdasarkan informasi yang dihimpun dari laporan media ekonomi terkemuka, langkah mundurnya sang gubernur dikabarkan berkaitan erat dengan kondisi kesehatan yang memerlukan perhatian khusus.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










