Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Dendam Masa Lalu Berujung Pengeroyokan, Jukir di Cileunyi Jadi Korban

Sabtu, 19 September 2026 05:00 WIB

Persib vs Persijap Jepara, Bobotoh Bisa Nobar di 5 Lokasi Ini

Sabtu, 19 September 2026 04:00 WIB

Bukan Cuma Didenda, Pohon yang Ditebang di Bandung Harus Dikembalikan ke Lokasi Semula

Sabtu, 19 September 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dendam Masa Lalu Berujung Pengeroyokan, Jukir di Cileunyi Jadi Korban
  • Persib vs Persijap Jepara, Bobotoh Bisa Nobar di 5 Lokasi Ini
  • Bukan Cuma Didenda, Pohon yang Ditebang di Bandung Harus Dikembalikan ke Lokasi Semula
  • Cristiano Ronaldo Kembali Masuk Skuad Timnas Portugal untuk UEFA Nations League
  • Rekomendasi 10 Anime Pendek Terbaik yang Bisa Ditamatkan dalam Sehari, Cocok Buat Maraton Weekend!
  • Resmi Dirilis! Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026 Tanpa Jay Idzes
  • Lawan Calo Pabrik, Dedi Mulyadi Buka Bursa Kerja Lewat Live TikTok Pemprov Jabar
  • Marak Pencurian Kabel Traffic Light di Bandung, Polisi Diminta Segera Bertindak
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 19 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Libur Berubah Duka! 3 Orang Tewas Terseret Ombak di Pantai Ujung Genteng

By SusanaRabu, 25 Maret 2026 10:30 WIB2 Mins Read
Ilustrasi tenggelam. Foto: Istockphoto
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Suasana libur panjang di pesisir selatan Kabupaten Sukabumi berubah menjadi duka. Tiga orang dilaporkan tewas setelah terseret arus kuat di kawasan Pantai Ujung Genteng, tepatnya di lokasi Tenda Biru, pada Senin, 23 Maret 2026.

Seluruh korban berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal dunia setelah proses pencarian intensif.

Identitas Korban Terseret Ombak

Ketiga korban yang meninggal dunia masing-masing adalah:

  • Ujang Abduloh (30)
  • Aden (7), anak dari Ujang
  • Acep (26), seorang pemancing

Peristiwa tragis ini bermula sekitar pukul 12.00 WIB saat Aden bermain air di tepi pantai. Tanpa diduga, ombak besar datang dan menyeretnya ke tengah laut.

Baca Juga:  Basarnas Sebut 8 Orang Selamat dan 14 MD Akibat Banjir Bandang di Ternate

Melihat anaknya dalam bahaya, Ujang Abduloh langsung berusaha melakukan penyelamatan. Acep yang berada di lokasi turut membantu. Namun nahas, kuatnya arus bawah laut justru menyeret ketiganya hingga tenggelam.

Proses Evakuasi Korban

Dua korban, yakni Aden dan Ujang, ditemukan lebih dahulu pada hari kejadian. Sementara jasad Acep baru berhasil ditemukan pada Selasa pagi, 24 Maret 2026.

Pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas, TNI Angkatan Laut, Polairud, hingga relawan nelayan setempat.

Komandan Pos TNI AL Ujunggenteng, Andri Kurniawan, mengonfirmasi bahwa jasad Acep ditemukan mengambang sekitar 400 meter dari titik awal kejadian.

“Korban ditemukan dalam kondisi mengambang di perairan, tidak jauh dari lokasi kejadian, kemudian dievakuasi menggunakan perahu nelayan,” ujarnya.

Baca Juga:  Rekomendasi 6 Tempat Wisata Keren di Ujung Genteng Sukabumi, Nomor 5 Mirip Tanah Lot Bali

Penyelamatan Dramatis di Pantai Karang Naya

Di hari yang sama, insiden lain juga terjadi di Pantai Karang Naya. Seorang wisatawan bernama Ramdan (20), asal Cicurug, nyaris kehilangan nyawa setelah terseret ombak saat berenang seorang diri.

Beruntung, petugas lifeguard Balawista bersama personel Polda Jawa Barat berhasil melakukan penyelamatan tepat waktu.

Kapolres Sukabumi, AKBP Samian, menegaskan bahwa pengamanan di titik rawan terus diperketat selama libur panjang.

“Penanganan cepat menjadi kunci. Wisatawan diminta tidak berenang sendirian dan selalu mematuhi imbauan petugas,” tegasnya.

Peringatan BMKG: Gelombang Sedang Tapi Berbahaya

Kepala Stasiun Geofisika Kelas III BMKG Sukabumi, Agung Saptaji, mengingatkan bahwa kondisi gelombang di wilayah selatan Jawa tetap berisiko meski masuk kategori sedang.

Baca Juga:  Keberanian Bocah 12 Tahun Ungkap Kekejian Ayah Tiri di Sukabumi

Menurut BMKG, tinggi gelombang di kawasan Palabuhanratu berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter.

“Ini kategori sedang, namun tetap berbahaya untuk aktivitas berenang. Puncak pasang terjadi sejak pukul 11.00 WIB,” jelasnya.

Imbauan Pemerintah Daerah

Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, bersama Kepala Dinas Pariwisata, Ali Iskandar, menyampaikan duka mendalam atas kejadian ini.

Pemerintah daerah juga mengimbau wisatawan agar lebih waspada saat beraktivitas di pantai serta mematuhi rambu keselamatan.

Upaya peningkatan tata kelola keamanan wisata akan terus dilakukan guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Basarnas Sukabumi wisata Sukabumi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dendam Masa Lalu Berujung Pengeroyokan, Jukir di Cileunyi Jadi Korban

Bukan Cuma Didenda, Pohon yang Ditebang di Bandung Harus Dikembalikan ke Lokasi Semula

Lawan Calo Pabrik, Dedi Mulyadi Buka Bursa Kerja Lewat Live TikTok Pemprov Jabar

lampu lalu lintas

Marak Pencurian Kabel Traffic Light di Bandung, Polisi Diminta Segera Bertindak

Masuk Bursa Survei Nasional, Purbaya Yudhi Sadewa Punya Peluang di Pilgub Jabar 2029?

Kedok Kerja Sama Berujung Kamar Kos: Suami Gerebek Istri Ngamar Bareng Pegawai Pelat Merah di Sukabumi

Terpopuler
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.