Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Jasa Masa Lalu Diungkit! Niat Sindir Raffi Ahmad, Borok Jerome Polin Malah Dibongkar Kubu RANS?

Selasa, 3 November 2026 09:00 WIB

Ini Rincian Biaya Hidup Warga Jabar Biar Bisa Survive Sebulan Menurut BPS

Selasa, 3 November 2026 08:04 WIB

Skenario Lolos Kilat Persib Bandung di ACL 2: Bisa Segel Tiket Duluan Tanpa Tunggu Laga Akhir?

Selasa, 3 November 2026 07:54 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jasa Masa Lalu Diungkit! Niat Sindir Raffi Ahmad, Borok Jerome Polin Malah Dibongkar Kubu RANS?
  • Ini Rincian Biaya Hidup Warga Jabar Biar Bisa Survive Sebulan Menurut BPS
  • Skenario Lolos Kilat Persib Bandung di ACL 2: Bisa Segel Tiket Duluan Tanpa Tunggu Laga Akhir?
  • Kakang Rudianto Ungkap Sosok di Balik Perkembangannya di Persib
  • Tiwi/Fadia Taklukkan Wakil Taiwan, Gelar HYLO Open 2026 Jadi Milik Indonesia
  • Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini
  • Persib Gilas Isenmulang 4-0, Runje: Mental Pemain Luar Biasa!
  • Panik Didatangi Polisi, Tiga Pemuda Bersajam di Karasak Bandung Tak Berkutik
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 3 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Libur Berubah Duka! 3 Orang Tewas Terseret Ombak di Pantai Ujung Genteng

By SusanaRabu, 25 Maret 2026 10:30 WIB2 Mins Read
Ilustrasi tenggelam. Foto: Istockphoto
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Suasana libur panjang di pesisir selatan Kabupaten Sukabumi berubah menjadi duka. Tiga orang dilaporkan tewas setelah terseret arus kuat di kawasan Pantai Ujung Genteng, tepatnya di lokasi Tenda Biru, pada Senin, 23 Maret 2026.

Seluruh korban berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal dunia setelah proses pencarian intensif.

Identitas Korban Terseret Ombak

Ketiga korban yang meninggal dunia masing-masing adalah:

  • Ujang Abduloh (30)
  • Aden (7), anak dari Ujang
  • Acep (26), seorang pemancing

Peristiwa tragis ini bermula sekitar pukul 12.00 WIB saat Aden bermain air di tepi pantai. Tanpa diduga, ombak besar datang dan menyeretnya ke tengah laut.

Baca Juga:  Misteri Jasad Terikat Karung di Bawah Tol Bocimi Sukabumi: Polisi Akui Sulit Kenali Wajah Korban

Melihat anaknya dalam bahaya, Ujang Abduloh langsung berusaha melakukan penyelamatan. Acep yang berada di lokasi turut membantu. Namun nahas, kuatnya arus bawah laut justru menyeret ketiganya hingga tenggelam.

Proses Evakuasi Korban

Dua korban, yakni Aden dan Ujang, ditemukan lebih dahulu pada hari kejadian. Sementara jasad Acep baru berhasil ditemukan pada Selasa pagi, 24 Maret 2026.

Pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas, TNI Angkatan Laut, Polairud, hingga relawan nelayan setempat.

Komandan Pos TNI AL Ujunggenteng, Andri Kurniawan, mengonfirmasi bahwa jasad Acep ditemukan mengambang sekitar 400 meter dari titik awal kejadian.

“Korban ditemukan dalam kondisi mengambang di perairan, tidak jauh dari lokasi kejadian, kemudian dievakuasi menggunakan perahu nelayan,” ujarnya.

Baca Juga:  Sukabumi Diguncang Gempa Dangkal M 2,3 Siang Ini, BMKG Ungkap Penyebabnya

Penyelamatan Dramatis di Pantai Karang Naya

Di hari yang sama, insiden lain juga terjadi di Pantai Karang Naya. Seorang wisatawan bernama Ramdan (20), asal Cicurug, nyaris kehilangan nyawa setelah terseret ombak saat berenang seorang diri.

Beruntung, petugas lifeguard Balawista bersama personel Polda Jawa Barat berhasil melakukan penyelamatan tepat waktu.

Kapolres Sukabumi, AKBP Samian, menegaskan bahwa pengamanan di titik rawan terus diperketat selama libur panjang.

“Penanganan cepat menjadi kunci. Wisatawan diminta tidak berenang sendirian dan selalu mematuhi imbauan petugas,” tegasnya.

Peringatan BMKG: Gelombang Sedang Tapi Berbahaya

Kepala Stasiun Geofisika Kelas III BMKG Sukabumi, Agung Saptaji, mengingatkan bahwa kondisi gelombang di wilayah selatan Jawa tetap berisiko meski masuk kategori sedang.

Baca Juga:  Warga Sukabumi Digegerkan Temuan Potongan Kaki Dikubur di Rumah Kosong

Menurut BMKG, tinggi gelombang di kawasan Palabuhanratu berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter.

“Ini kategori sedang, namun tetap berbahaya untuk aktivitas berenang. Puncak pasang terjadi sejak pukul 11.00 WIB,” jelasnya.

Imbauan Pemerintah Daerah

Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, bersama Kepala Dinas Pariwisata, Ali Iskandar, menyampaikan duka mendalam atas kejadian ini.

Pemerintah daerah juga mengimbau wisatawan agar lebih waspada saat beraktivitas di pantai serta mematuhi rambu keselamatan.

Upaya peningkatan tata kelola keamanan wisata akan terus dilakukan guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Basarnas Sukabumi wisata Sukabumi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ini Rincian Biaya Hidup Warga Jabar Biar Bisa Survive Sebulan Menurut BPS

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini

Panik Didatangi Polisi, Tiga Pemuda Bersajam di Karasak Bandung Tak Berkutik

Awal November, BMKG Prediksi Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah Jabar

Viral Video Pasien Diduga Ditelantarkan di Puskesmas Majalengka, Kadinskes Buka Suara

Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat

Terpopuler
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.