bukamata.id – Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, melontarkan kritik terhadap jadwal pertandingan Piala Presiden 2026 usai timnya mengalahkan Persija Jakarta 2-1 pada semifinal di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (4/8/2026).
Menurut Igor, jeda pertandingan yang hanya sekitar 48 jam sebelum laga final tidak sejalan dengan ketentuan FIFA yang mewajibkan waktu pemulihan minimal 72 jam demi menjaga kondisi fisik dan mental pemain.
“Satu-satunya alasan saya membicarakan ini adalah untuk melindungi para pemain. Tidak ada alasan lain,” ujar Igor dalam konferensi pers usai pertandingan.
Ia menegaskan kritik tersebut bukan hanya ditujukan untuk kepentingan Persib, melainkan seluruh peserta turnamen, termasuk Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, dan Arema FC.
“Saya berbicara tentang pemain Persib, Persija, Persebaya, dan Arema. Saya berbicara tentang semua pemain karena merekalah yang harus tampil di lapangan,” katanya.
Igor menjelaskan, FIFA telah menetapkan aturan jeda minimal 72 jam antarlaga untuk menjaga kesehatan pemain. Karena itu, ia mempertanyakan alasan turnamen tetap menjadwalkan pertandingan dengan waktu pemulihan yang lebih singkat.
“FIFA mengatakan minimum 72 jam. Saya hanya ingin tahu mengapa di sini 48 jam. Apakah kita lebih tahu dari FIFA?” ucapnya.
Menurutnya, padatnya jadwal berpotensi meningkatkan risiko cedera bahkan membahayakan kesehatan pemain.
“Kalau ada pemain terkena serangan jantung atau terjadi sesuatu dalam pertandingan berikutnya, siapa yang bertanggung jawab?” katanya.
Igor menilai seluruh pihak perlu mencari solusi agar penyelenggaraan turnamen ke depan dapat lebih memperhatikan kesejahteraan pemain tanpa mengurangi kualitas kompetisi.
Ia juga mengingatkan musim 2026/2027 menjadi salah satu musim terberat yang pernah dihadapi Persib. Selain Piala Presiden, Maung Bandung juga akan menjalani Liga 1, babak kualifikasi ACL, Shopee Cup, Piala Indonesia, hingga agenda tim nasional.
“Musim ini adalah musim terberat dalam sejarah Persib. Belum pernah terjadi sebelumnya,” ujarnya.
Meski demikian, Igor memastikan timnya tetap akan memberikan yang terbaik di setiap kompetisi.
“Kami akan memberikan yang terbaik, tetapi kami juga harus melindungi kesehatan pemain untuk pertandingan berikutnya, untuk kompetisi Asia, dan untuk tim nasional,” katanya.
Stadion Tanpa Suporter Kurangi Atmosfer Pertandingan
Selain menyoroti jadwal pertandingan, Igor juga menilai laga besar seperti Persib kontra Persija seharusnya berlangsung di hadapan suporter kedua tim.
Menurutnya, sepak bola merupakan sebuah festival yang akan terasa lebih hidup apabila stadion dipenuhi penonton.
“Sepak bola seharusnya menjadi festival. Pertandingan besar seperti ini seharusnya ada suporter. Hari ini stadion kosong,” ujarnya.
Ia mengakui kehadiran Bobotoh selalu menjadi motivasi tambahan bagi para pemain Persib.
“Motivasi kami memang selalu tinggi. Tapi dengan suporter, itu menjadi motivasi ekstra. Saat kami lelah, mereka mendorong kami memberikan yang terbaik,” katanya.
Persib Liburkan Pemain Usai Piala Presiden
Usai Piala Presiden berakhir, Igor mengungkapkan skuad Persib akan mendapat waktu libur selama tiga hingga empat hari sebelum kembali mempersiapkan diri menghadapi babak play-off AFC Champions League Two (ACL 2).
Menurutnya, waktu istirahat tersebut penting agar para pemain bisa memulihkan kondisi fisik sekaligus berkumpul bersama keluarga setelah menjalani agenda padat selama pramusim.
“Setelah turnamen ini kami akan memberikan libur tiga atau empat hari. Setelah itu kami mulai lagi persiapan menghadapi play-off ACL,” ujarnya.
Igor berharap Persib mampu meraih hasil maksimal di kompetisi Asia karena poin yang diperoleh akan berdampak pada peningkatan kuota klub Indonesia di kompetisi AFC pada musim-musim berikutnya.
“Kami akan berusaha mengumpulkan poin sebanyak mungkin agar Indonesia bisa mendapatkan jatah yang lebih baik di kompetisi Asia,” pungkasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









