Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib Lolos Final Piala Presiden 2026, Lucho Bongkar Kondisi Pemain Usai Kalahkan Persija

Selasa, 4 Agustus 2026 20:30 WIB

Dari GIIAS ke Lautan Meme, Ini Alasan Konten Bryan Ebem Jadi Bahan Parodi Warganet

Selasa, 4 Agustus 2026 20:18 WIB

Singgung Aturan FIFA, Pelatih Persib Layangkan Kritik Keras Terkait Jadwal Piala Presiden 2026

Selasa, 4 Agustus 2026 20:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib Lolos Final Piala Presiden 2026, Lucho Bongkar Kondisi Pemain Usai Kalahkan Persija
  • Dari GIIAS ke Lautan Meme, Ini Alasan Konten Bryan Ebem Jadi Bahan Parodi Warganet
  • Singgung Aturan FIFA, Pelatih Persib Layangkan Kritik Keras Terkait Jadwal Piala Presiden 2026
  • Aturan Baru SIM Bikin Geger, Pemilik Kendaraan Wajib Punya BPJS Kesehatan Aktif?
  • Head to Head Bikin Percaya Diri! Persebaya Tantang Arema FC dalam Duel Panas Penentu Final
  • Lurah Cihapit Ungkap Kronologi Kasus Penebangan Pohon di Jalan Riau, Siap Terima Sanksi Jika Dinilai Lalai
  • Ciptabintar Pastikan Lapangan Padel Surya Sumantri Tak Langgar Tata Ruang, Kebisingan Jadi Sorotan
  • Isak Tangis Warnai PHK Massal Pabrik Tekstil di Cimahi, Ratusan Buruh Kehilangan Pekerjaan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 4 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Dari GIIAS ke Lautan Meme, Ini Alasan Konten Bryan Ebem Jadi Bahan Parodi Warganet

By SusanaSelasa, 4 Agustus 2026 20:18 WIB6 Mins Read
Kasus Bryan Ebem usai merekam usher GIIAS 2026 tanpa izin memicu gelombang parodi di media sosial. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kasus kreator konten Emanuel Bryan atau yang dikenal sebagai Bryan Ebem (@ebemartono) terus menjadi sorotan publik. Setelah menuai kritik akibat konten yang merekam usher atau SPG di ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026) tanpa persetujuan, kini namanya kembali ramai diperbincangkan lewat gelombang parodi bernada sindiran di media sosial.

Berbagai video satire bermunculan di TikTok, Instagram, hingga platform media sosial lainnya. Para kreator tidak hanya meniru gaya komunikasi Bryan, tetapi juga menyentil sejumlah bagian kontroversial dalam kasus tersebut, mulai dari cara mendekati orang asing, permintaan “biaya produksi” ketika diminta menghapus video, hingga gaya klarifikasi yang dianggap kaku.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana netizen menggunakan humor sebagai bentuk kritik sosial terhadap perilaku kreator digital yang dianggap melewati batas etika dalam membuat konten.

Awal Mula Kasus Bryan Ebem Viral di GIIAS 2026

Nama Bryan Ebem mulai menjadi perbincangan setelah mengunggah konten bertajuk “Cara Deketin Cewek di Pameran” saat menghadiri GIIAS 2026.

Dalam video tersebut, Bryan terlihat mendekati sejumlah usher perempuan yang bertugas di area pameran otomotif. Ia melakukan percakapan mengenai kendaraan yang dipromosikan hingga menanyakan sejumlah informasi pribadi seperti nama, usia, pendidikan, dan latar belakang lainnya.

Konten tersebut direkam menggunakan perangkat Ray-Ban Meta, yakni kacamata pintar yang memiliki fitur kamera.

Masalah muncul setelah salah satu usher mengetahui dirinya menjadi bagian dari video tersebut. Ia kemudian menyampaikan keberatan melalui media sosial Threads karena merasa tidak memberikan izin untuk direkam dan dipublikasikan.

Pihak usher meminta Bryan untuk melakukan take down atau menghapus konten tersebut.

Namun, permintaan itu justru memicu kontroversi baru setelah Bryan disebut meminta sejumlah uang sebagai pengganti biaya produksi apabila video tersebut ingin dihapus.

Pernyataan tersebut kemudian menuai kritik luas dari warganet.

“Biaya Produksi” Jadi Kalimat Paling Banyak Diparodikan

Dari berbagai polemik yang muncul, istilah “biaya produksi” menjadi bagian yang paling banyak diangkat dalam konten parodi.

Netizen membuat berbagai skenario lucu dengan menggambarkan seseorang melakukan kesalahan, tetapi ketika diminta bertanggung jawab justru meminta uang agar masalah tersebut selesai.

Dalam berbagai video satire, kalimat tersebut diplesetkan menjadi lelucon yang menggambarkan seseorang yang merasa memiliki hak atas sebuah konten meskipun ada pihak lain yang merasa dirugikan.

Bagi warganet, fenomena tersebut bukan hanya menjadi bahan hiburan, tetapi juga bentuk sindiran terhadap pentingnya memahami batas antara kreativitas konten dan hak privasi seseorang.

Parodi Gaya Kenalan “Sok Akrab” Viral di Instagram

Selain soal biaya produksi, gaya Bryan saat mendekati orang asing juga menjadi sasaran utama para kreator.

Salah satu video yang ramai dibicarakan berasal dari akun Instagram @rfadil.c.

Dalam video tersebut, seorang pria memparodikan gaya pendekatan kepada perempuan yang baru dikenal.

Dialog dalam video tersebut dibuat menyerupai gaya percakapan Bryan.

“Dari konten Ebem kita belajar kalau mau bisnis kita kejar, sorry eh I sepertinya pernah lihat you deh.”

Perempuan dalam video tersebut kemudian bertanya:

“Hah, di mana?”

Pria tersebut lalu melanjutkan dengan gaya yang dibuat berlebihan.

“You anak Binus bukan? Tapi dari auranya you kayak anak Binus gitu deh. Kamu main di bisnis apa? Bisnis semen atau properti?”

Ketika perempuan tersebut menjawab dirinya bekerja sebagai SPG, muncul kalimat sindiran:

“You kerja SPG GIIAS bukan?”

Video tersebut langsung menarik perhatian karena dianggap berhasil menangkap sisi yang menjadi bahan kritik publik dalam kasus Bryan Ebem.

Sastra Silalahi dan Aldi Taher Ikut Buat Parodi

Tidak hanya kreator kecil, sejumlah figur publik juga ikut merespons fenomena tersebut melalui konten parodi.

Kreator Sastra Silalahi bersama Aldi Taher membuat video satire melalui akun Instagram @sastra.silalahii dengan judul “Cara ngajak ‘ngopi yuk’ strangers”.

Dalam video tersebut, Sastra memulai percakapan dengan gaya yang sengaja dibuat menyerupai konten pendekatan Bryan.

“Eh Mathew ya, anak Binus tahun 21?”

Aldi kemudian menjawab:

“Gua Aldi, Aldi.”

Percakapan berlanjut dengan pertanyaan:

“Sorry bro, you bisnis apa bro?”

Aldi menjawab:

“Oh gua kebetulan pengusaha kuliner bro.”

Setelah itu, Sastra melanjutkan percakapan dengan menawarkan berbagai jenis bisnis kepada Aldi, meniru pola komunikasi yang selama ini sering digunakan Bryan dalam konten-kontennya.

Video tersebut pun menjadi salah satu bentuk satire yang ramai dibagikan karena dianggap menyentil karakteristik konten Bryan Ebem.

Klarifikasi Bryan Ebem Juga Jadi Bahan Sindiran

Selain gaya pendekatan dan “biaya produksi”, video klarifikasi Bryan Ebem juga tidak luput dari perhatian netizen.

Dalam video permintaan maafnya, Bryan tampil mengenakan kemeja putih dengan latar belakang bendera Merah Putih. Ia menyampaikan permintaan maaf atas kegaduhan yang terjadi serta mengakui bahwa penyebutan biaya produksi menjadi bagian yang tidak seharusnya disampaikan.

Namun, gaya penyampaian klarifikasi tersebut kembali menjadi bahan parodi.

Sejumlah netizen meniru format video tersebut dengan gaya bicara terbata-bata dan ekspresi serius sebagai bentuk satire.

Bagi sebagian warganet, gaya klarifikasi tersebut dianggap belum sepenuhnya menjawab persoalan utama terkait izin merekam dan hak privasi orang yang menjadi objek konten.

Menteri Komdigi Soroti Dugaan Pelanggaran Etika Digital

Kasus Bryan Ebem juga mendapat perhatian dari Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid.

Menurut Meutya, merekam seseorang tanpa izin dan menyebarluaskan konten tersebut dapat berkaitan dengan persoalan perlindungan data pribadi serta etika digital.

Ia menegaskan bahwa alasan merekam di ruang publik tidak otomatis membenarkan seseorang mengambil gambar atau video orang lain tanpa persetujuan.

“Tidak boleh ada orang yang merekam tanpa izin, meskipun di ranah publik,” ujar Meutya.

Kasus tersebut kemudian disebut akan diteruskan kepada tim Pengawasan Digital (Wasdig) untuk dilakukan langkah lebih lanjut.

Jika terbukti melanggar aturan, pelaku dapat dikenakan sanksi berdasarkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP), mulai dari sanksi administratif hingga ketentuan pidana sesuai aturan yang berlaku.

Bryan Ebem Akhirnya Sampaikan Permintaan Maaf

Setelah polemik membesar, Bryan Ebem akhirnya memberikan klarifikasi melalui media sosial.

Ia menyampaikan permintaan maaf kepada pihak-pihak yang merasa dirugikan dan mengakui bahwa penggunaan istilah “biaya produksi” merupakan hal yang tidak tepat.

Bryan juga menjelaskan bahwa awal mula kontennya dibuat sebagai upaya untuk mendorong orang agar lebih berani berinteraksi dengan orang lain.

Ia mengaku terinspirasi dari respons positif penonton yang merasa terbantu dengan kontennya.

Namun, ia menyadari bahwa cara membuat konten tersebut perlu diperbaiki ke depannya.

“Saya tidak membenarkan, saya hanya meminta maaf atas semua pihak yang merasa dirugikan,” ujar Bryan dalam klarifikasinya.

Parodi Bryan Ebem Jadi Pengingat Etika Konten Digital

Maraknya parodi kasus Bryan Ebem memperlihatkan bahwa masyarakat digital memiliki cara tersendiri dalam merespons sebuah kontroversi.

Di balik unsur humor yang muncul, parodi tersebut membawa pesan mengenai pentingnya memahami batas dalam membuat konten, terutama ketika melibatkan orang lain.

Di era media sosial saat ini, kreativitas memang menjadi modal utama seorang kreator. Namun, kreativitas tanpa memperhatikan persetujuan, privasi, dan etika dapat berubah menjadi masalah besar.

Kasus Bryan Ebem akhirnya bukan hanya tentang satu video di sebuah pameran otomotif, tetapi berkembang menjadi diskusi publik mengenai bagaimana seharusnya seorang kreator bertanggung jawab terhadap konten yang dibuat dan dampaknya terhadap orang lain.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bryan Ebem Emanuel Bryan GIIAS 2026 kasus Bryan Ebem parodi Bryan Ebem SPG GIIAS 2026
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Perdana di Kota Kembang, Gerai Busana Muslim Syareeva Resmi Beroperasi dengan Aturan Khusus Wanita

Mudah banget, cara mendapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game di HP.

Saldo DANA Gratis Menanti! Ini Link DANA Kaget 4 Agustus 2026 dan Cara Klaimnya dengan Mudah

Logo HUT RI ke-81 Tahun 2026 Resmi, Ini Link Download dan Makna di Baliknya

Cek HP Sekarang! Bansos PIP Agustus 2026 Cair, Simak Rincian Nominal dan Cara Klaimnya

Kode Redeem FF

Kode Redeem FF Terbaru Hari Ini 4 Agustus 2026: Peti Senjata, Emote, Diamond Royale Menanti!

Menembus Badai Disrupsi, Bukamata.id Rayakan HUT ke-3 dengan Semangat ‘Berani Berbeda, Tetap Beretika’

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Pengelola Harian SixNine Buka Suara soal Dugaan Penebangan Pohon di Jalan Riau: Kami Hanya Jalankan Operasional
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
  • Cara Nonton Link Live Streaming Persib vs Tampines Rovers Malam Ini di Piala Presiden 2026
  • Gebrakan atau Kontroversi? Polemik Hadiah Tangkap Begal ala Dedi Mulyadi di Tengah Resah Warga Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.