bukamata.id – Jagad maya kembali digegerkan dengan kemunculan nama Andini Permata dalam daftar pencarian populer Google selama 24 jam terakhir. Padahal, sosok yang sempat viral pada pertengahan tahun 2025 ini sempat mereda dari pembicaraan publik. Namun kini, gelombang rasa penasaran netizen tampaknya kembali mencapai puncaknya.
Pantauan di berbagai platform menunjukkan kemunculan kata kunci spesifik yang mendominasi kolom pencarian, mulai dari “video Andini terbaru”, “Andini link viral”, hingga narasi yang mengaitkan namanya dengan sosok sang adik.
Pemicu Viral di TikTok dan X
Mencuatnya kembali kasus lama ini diduga kuat akibat ulah sejumlah akun di media sosial TikTok dan X (Twitter) yang mulai agresif membagikan tautan mencurigakan. Akun-akun tersebut kerap menggunakan narasi “link full durasi” untuk memancing pengguna mengeklik tautan yang mereka sediakan.
Menariknya, Andini sendiri terpantau mulai aktif kembali di akun TikTok pribadinya. Penampilannya yang kini terlihat lebih dewasa dibandingkan saat insiden tahun lalu juga menjadi salah satu faktor yang memantik diskusi hangat di kalangan pengikutnya.
Kilas Balik: Kontroversi yang Menghebohkan 2025
Sekadar mengingatkan, nama Andini Permata pertama kali meledak pada tahun 2025 akibat beredarnya potongan video dewasa yang diduga mirip dirinya. Awalnya, netizen dihebohkan dengan video berdurasi 2 menit 31 detik yang memperlihatkan aksi transisi pakaian—mulai dari busana kasual hingga seragam tertentu—sambil mengikuti tren musik TikTok.
Namun, polemik semakin memanas ketika muncul video lain yang menyeret narasi sensitif terkait hubungan keluarga. Isu tersebut memicu kecaman luas karena dinilai sangat tidak pantas dan melanggar norma sosial.
Waspada Bahaya di Balik ‘Link Video’
Di tengah antusiasme netizen berburu tautan, para ahli keamanan siber memberikan peringatan keras. Maraknya akun yang menawarkan “link video Andini” di media sosial sering kali merupakan kedok untuk aksi kejahatan digital.
Masyarakat diminta tidak sembarangan mengeklik tautan asing yang bertebaran di kolom komentar atau thread media sosial. Tautan tersebut berisiko tinggi mengandung malware atau merupakan jebakan phishing yang bertujuan meretas akun sosial media hingga mencuri data pribadi perbankan Anda.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











