Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Daftar Lengkap Nominal PKH Tahap 4 2026: Dari Rp225 Ribu hingga Rp2,7 Juta

Senin, 26 Oktober 2026 17:35 WIB
BLT Kesra mulai dicairkan bulan ini secara bertahap.

BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Tahun Cair Lagi? Cek Fakta & Cara Akses Bansos Kemensos Pakai NIK KTP

Senin, 26 Oktober 2026 17:30 WIB

Dua Halte BRT Kiaracondong Disoroti, Jarak ke Rel Dinilai Terlalu Dekat

Senin, 26 Oktober 2026 17:21 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Daftar Lengkap Nominal PKH Tahap 4 2026: Dari Rp225 Ribu hingga Rp2,7 Juta
  • BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Tahun Cair Lagi? Cek Fakta & Cara Akses Bansos Kemensos Pakai NIK KTP
  • Dua Halte BRT Kiaracondong Disoroti, Jarak ke Rel Dinilai Terlalu Dekat
  • Rencana Skatepark Teuku Umar Bandung Picu Kekhawatiran soal Ruang Olahraga Anak
  • Bayern Muenchen Kudeta Dortmund dari Puncak Klasemen Bundesliga
  • Modus Beli Rokok demi Kembalian Asli, Pengedar Uang Palsu Nyaris Diamuk Warga Ngamprah
  • Tak Ada Waktu Santai! Persib Hadapi Jadwal Neraka hingga Akhir November
  • Peta Penyemaian Hujan Buatan di Jabar: Ini 3 Zona Target Operasi Modifikasi Cuaca BNPB
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 26 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Mahasiswi Unpad Ciptakan Biostay, Solusi Biopackaging Ramah Lingkungan

By SusanaSenin, 30 Juni 2025 22:25 WIB3 Mins Read
Dua Mahasiswi Unpad Ciptakan Biostay, Inovasi Biopackaging dari Limbah Organik Kulit Singkong dan Sekam Padi. Foto: Agi MPI.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dua mahasiswi Program Studi D4 Teknologi Industri Kimia, Fakultas MIPA Universitas Padjadjaran, Diah Nur Oktavia dan Hasya Zafira, menciptakan inovasi kemasan ramah lingkungan berbasis limbah organik.

Produk inovatif tersebut mereka beri nama Biostay, sebuah biopackaging berbahan dasar selulosa dari kulit singkong dan sekam padi yang diformulasi dengan antioksidan alami dari kulit jeruk.

“Inovasi ini kami beri nama Biostay. Tujuannya adalah menggantikan peran sterofoam yang selama ini sulit terurai di alam,” kata Hasya saat ditemui di sela kegiatan Annual Indonesia Green Industry (AIGIS) 2025, di Kampus UNPAD Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Senin (30/6/2025).

Keduanya memanfaatkan bahan-bahan limbah organik lokal yang berlimpah di Indonesia, terutama di daerah seperti Sumedang yang dikenal sebagai penghasil singkong.

Mereka menyebutkan bahwa limbah kulit singkong dari produksi peyeum dan sekam padi yang pemanfaatannya masih rendah, dapat menjadi solusi untuk green economy.

“Kami ingin memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekitar kita, sekaligus melibatkan warga sekitar agar bisa ikut serta dalam prosesnya,” ujar Diah.

Produk Biostay bukan hanya sekadar ramah lingkungan, tapi juga memiliki nilai tambah. Salah satunya adalah formulasi dengan antioksidan dari kulit jeruk yang dapat memperpanjang masa simpan makanan, serta memberi aroma segar alami.

“Waktu kami buat, satu ruangan jadi wangi kulit jeruk,” kata Hasya

Saat ini, produksi Biostay masih dilakukan secara manual dengan proses pengeringan alami selama 3 hingga 4 hari.

Namun, jika menggunakan bantuan mesin, proses tersebut dapat dipersingkat menjadi satu hingga dua hari. Dalam satu kali produksi, 50 gram bahan dapat menghasilkan satu wadah, sehingga satu kilogram bahan bisa menghasilkan sekitar 20 wadah.

“Kami belum menetapkan target produksi harian karena semuanya masih berbasis kebutuhan. Tapi untuk bahan baku, insya Allah cukup karena Indonesia penghasil sekam padi dan singkong terbesar,” jelas Diah.

Inovasi ini awalnya muncul dari keinginan mereka untuk mengikuti lomba. Namun, seiring berjalannya waktu, mereka melihat potensi besar dari produk ini dan memutuskan untuk mengembangkan lebih lanjut.

“Kami awalnya hanya ingin ikut lomba. Tapi setelah tahu masalah lingkungan seperti sampah plastik dan sterofoam, akhirnya kami terus kembangkan. Saat ini memang masih di laboratorium, tapi ke depannya kami ingin mengenalkan lebih luas, termasuk ke masyarakat dan stakeholder,” ujar Hasya.

Inovasi Biostay pun mendapat perhatian dalam rangkaian kegiatan AIGIS Goes to Campus yang digelar Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Bahkan inovasi ciptaan mereka menjadi Juara Pertama dalam Green Scientific Competition.

Sementara itu, Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Reza, dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa pihaknya terus mendorong penerapan industri hijau oleh perusahaan maupun generasi muda melalui pendekatan akademik.

“Kesadaran dan keterlibatan kampus dalam industri hijau harus diperluas. Mahasiswa seperti dari Unpad ini bisa memberikan kontribusi nyata lewat inovasi seperti Biostay,” ujarnya.

Faisol menyebut, AIGIS 2025 kali ini sudah digelar di dua kampus besar yakni Universitas Indonesia dan Universitas Padjadjaran.

“Alhamdulillah kegiatan didukung baik oleh Unpad maupun Toyota. Kita sedang memilih tiga karya inovasi mahasiswa, termasuk Biostay, sebagai pemenang. Ini menunjukkan bahwa kesadaran atas green industry di kalangan mahasiswa sudah tumbuh,” pungkasnya.

Foto Agi MPI – Dua Mahasiswi Unpad Ciptakan Biostay, Inovasi Biopackaging dari Limbah Organik Kulit Singkong dan Sekam Padi

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Daftar Lengkap Nominal PKH Tahap 4 2026: Dari Rp225 Ribu hingga Rp2,7 Juta

Dua Halte BRT Kiaracondong Disoroti, Jarak ke Rel Dinilai Terlalu Dekat

Rencana Skatepark Teuku Umar Bandung Picu Kekhawatiran soal Ruang Olahraga Anak

ilustrasi bansos

Modus Beli Rokok demi Kembalian Asli, Pengedar Uang Palsu Nyaris Diamuk Warga Ngamprah

Ilustrasi Hujan.

Peta Penyemaian Hujan Buatan di Jabar: Ini 3 Zona Target Operasi Modifikasi Cuaca BNPB

Tewas Usai Nonton Persib di Pakansari, Kematian Pelajar SMA di Bogor Masih Jadi Misteri

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.