bukamata.id – Marc Marquez resmi menorehkan sejarah baru di dunia balap motor. Pebalap Spanyol itu mengunci gelar juara dunia MotoGP 2025 setelah finis di posisi kedua pada balapan utama Grand Prix Jepang, Minggu (28/9/2025).
Balapan 24 putaran di Sirkuit Twin Ring Motegi itu dimenangi oleh Francesco “Pecco” Bagnaia. Start dari posisi ketiga, Marquez bersaing ketat dengan Bagnaia dan Pedro Acosta di awal lomba. Sang juara dunia bertahan kemudian menyalip Acosta di putaran ke-12 untuk mengamankan posisi runner-up.
Hingga garis finis, Marquez tetap berada di posisi kedua, tertinggal lebih dari tiga detik dari Bagnaia. Adiknya sekaligus rival terdekat dalam perebutan gelar, Alex Marquez, hanya mampu finis di posisi keenam. Joan Mir melengkapi podium dengan finis ketiga.
Dengan hasil ini, poin Marquez tak lagi terkejar dan ia dipastikan menyabet gelar dunia ketujuhnya di kelas premier, sekaligus gelar kesembilan di semua kelas, menyamai rekor Valentino Rossi.
“Juara dunia dengan Ducati adalah mimpi yang jadi kenyataan. Dua tahun lalu saya memulai kembali perjalanan karier, dan kini kami sampai di sini,” kata Marquez usai balapan.
Hasil Sprint Race: Bagnaia Bangkit, Marquez Mantap di Jalur Gelar
Sehari sebelumnya, Bagnaia juga tampil impresif dengan meraih kemenangan pertamanya di Sprint Race musim ini. Start dari pole, pebalap Ducati Lenovo itu memimpin dari awal hingga akhir.
Marc Marquez tampil konsisten dengan finis kedua, setelah menyalip Joan Mir dan Pedro Acosta di paruh akhir lomba. Hasil itu membuat selisih poin dengan Alex Marquez semakin lebar. Alex sendiri hanya finis ke-10 dan gagal menambah poin.
Namun, Sprint Race juga diwarnai drama besar. Jorge Martin terlibat kecelakaan di tikungan pertama yang menyeret Marco Bezzecchi. Martin dikonfirmasi mengalami patah tulang selangka kanan dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Dokkyo Medical University.
Hasil Sprint Race MotoGP Jepang 2025 (Motegi)
- Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo)
- Marc Marquez (Ducati Lenovo) +1.842s
- Pedro Acosta (Red Bull KTM) +3.674s
- Joan Mir (Honda HRC Castrol) +4.300s
- Franco Morbidelli (Pertamina VR46 Ducati) +5.130s
- Fabio Quartararo (Monster Yamaha) +8.913s
- Luca Marini (Honda HRC Castrol) +9.102s
- Raul Fernandez (Trackhouse Aprilia) +10.334s
- Ai Ogura (Trackhouse Aprilia)* +10.480s
- Alex Marquez (BK8 Gresini Ducati) +11.487s
(*Rookie)
Dari Honda ke Ducati, Perjalanan Penuh Arti
Kunci gelar Marquez di Motegi memiliki makna tersendiri. Sirkuit Jepang inilah tempat ia terakhir kali meraih podium bersama Repsol Honda pada 2023, sebelum akhirnya hengkang ke Ducati.
Kini, dua tahun berselang, Marquez kembali ke Motegi bukan sekadar dengan kemenangan podium, tetapi dengan status juara dunia baru Ducati.
Bagi Ducati, dominasi di Motegi berlanjut. Pabrikan Italia itu sudah memenangi lima balapan terakhir di sirkuit ini sejak era Jack Miller (2022), Jorge Martin (2023), hingga Bagnaia (2024).
Gelar Resmi Terkunci, Indonesia Jadi Formalitas
Dengan selisih poin yang mustahil dikejar, perebutan gelar dunia tak lagi berlanjut ke Grand Prix Indonesia di Mandalika pekan depan. Bagi Marquez, balapan di Indonesia hanya akan menjadi perayaan resmi dari mahkota dunia yang telah ia genggam.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










