bukamata.id – Ketegangan di Timur Tengah kini meluas hingga ke perairan internasional. Sebuah kapal perang milik Iran dilaporkan karam di Samudra Hindia setelah menjadi target serangan torpedo bawah laut yang dilepaskan oleh kapal selam Amerika Serikat. Insiden fatal ini menandai eskalasi baru dalam konflik terbuka yang melibatkan AS-Israel melawan Iran.
Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, memberikan konfirmasi implisit mengenai serangan tersebut. Dalam pernyataannya, ia menekankan bahwa kapal Iran tersebut tidak menduga akan adanya serangan di perairan yang sebelumnya dianggap aman bagi mereka.
“Kapal itu merasa aman di perairan internasional, tapi justru dihantam torpedo,” ujar Hegseth dalam agenda yang dikutip dari BBC Indonesia pada Kamis (5/3/2026).
Meskipun Pentagon tidak merinci identitas kapal tersebut secara resmi, laporan dari pihak Angkatan Laut Sri Lanka memberikan petunjuk kuat bahwa kapal yang karam adalah kapal fregat IRIS Dena. Pihak berwenang memperkirakan setidaknya 140 kru berada di dalam kapal saat serangan terjadi, dengan puluhan di antaranya kini dinyatakan hilang.
Hegseth menegaskan bahwa aksi militer ini adalah bentuk unjuk kekuatan yang terukur, namun ia memberikan peringatan keras bahwa konflik ini belum mencapai puncaknya. “Ini memang bukan pertarungan yang seimbang, dan tidak dimaksudkan sebagai pertarungan yang seimbang. Gelombang yang lebih besar akan datang. Kami baru memulainya,” tegas Hegseth.
Korban Jiwa dan Upaya Penyelamatan
Dampak dari serangan ini sangat tragis. Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Angkatan Laut Sri Lanka pada Kamis (5/3/2026), proses evakuasi dan pencarian korban terus dilakukan secara intensif. Berikut adalah rincian kondisi personel:
- Tewas: 87 tentara Iran telah berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia.
- Hilang: Sebanyak 61 tentara lainnya masih belum ditemukan di lokasi kejadian.
- Selamat: 32 tentara Iran berhasil diselamatkan oleh Angkatan Laut Sri Lanka dan saat ini sedang dalam perawatan intensif di rumah sakit kota Galle.
Seorang pejabat Angkatan Laut Sri Lanka, yang enggan disebutkan namanya, mengonfirmasi bahwa operasi pencarian di lokasi kapal karam masih terus berjalan. “Kami telah mengevakuasi 87 jenazah, dan pencarian masih dilakukan untuk yang lainnya yang masih hilang,” ungkapnya kepada AFP.
Menteri Luar Negeri Sri Lanka, Vijitha Herath, juga secara terpisah mengonfirmasi bahwa pasukan negaranya terlibat langsung dalam mengevakuasi korban yang selamat dari fregat tersebut. Suasana duka menyelimuti fasilitas medis di kota Galle, di mana para saksi mata melaporkan kedatangan puluhan jenazah tentara Iran pada Rabu (4/3) malam.
Kejadian ini terjadi di tengah memanasnya situasi geopolitik yang dipicu oleh serangan gabungan AS dan Israel sejak akhir pekan lalu. Eskalasi ini memicu kekhawatiran meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah ke jalur-jalur pelayaran vital di Samudra Hindia.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











