Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

H-3 Lebaran Membludak! 71 Ribu Kendaraan Serbu Jalur Nagreg

Rabu, 18 Maret 2026 16:37 WIB

Viral dengan Adegan Misterius yang Disensor! Wargnet Cari Link Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Terbaru

Rabu, 18 Maret 2026 16:00 WIB
Persib Bandung

Persib di Jalan Terjal Menuju Hattrick Juara Liga 1 2025/2026

Rabu, 18 Maret 2026 15:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • H-3 Lebaran Membludak! 71 Ribu Kendaraan Serbu Jalur Nagreg
  • Viral dengan Adegan Misterius yang Disensor! Wargnet Cari Link Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Terbaru
  • Persib di Jalan Terjal Menuju Hattrick Juara Liga 1 2025/2026
  • Truk Sapi Oleng di Cikaledong, 1 Pemudik Tewas! Arus Mudik Sempat Lumpuh
  • Dari Boneka ke Dunia Nyata: Perjalanan Punch Mencari Kasih Sayang yang Bikin Netizen Iri!
  • Prediksi Skor Liverpool vs Galatasaray: The Reds Bisa Balikkan Agregat?
  • PO Haryanto Gak Ngaku?! Skandal Bus ‘Siluman’ Seruduk 6 Mobil, Siapa Tanggung Jawab?
  • Detik-detik Video Ibu Tiri dan Anak Tiri di Kebun Sawit Bocor, Link Telegram Diburu Warganet
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 18 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Menelusuri Sejarah GOR Saparua: Ikon Bandung dari Olahraga hingga Musik Underground

By SusanaKamis, 29 Mei 2025 03:00 WIB2 Mins Read
Gor Saparua Bandung. Foto: Istimewa.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Lapangan Saparua, yang kini dikenal sebagai GOR Saparua, bukan hanya sekadar ruang terbuka hijau di jantung Kota Bandung.

Tempat ini menyimpan kisah panjang yang merefleksikan perkembangan sosial, olahraga, hingga budaya anak muda Bandung dari masa ke masa.

Saat ini, GOR Saparua berfungsi sebagai ruang publik multifungsi yang sangat digemari. Dikelilingi pepohonan rimbun, tempat ini memiliki fasilitas olahraga lengkap seperti lintasan lari, lapangan basket, arena panjat tebing, dan taman bermain anak.

Tersedia juga deretan kios makanan yang ramai dikunjungi warga seusai beraktivitas fisik.

Baca Juga:  Langgar Aturan Domisili, 31 Pendaftar PPDB di Kota Bandung Didiskualifikasi

Lebih dari sekadar tempat berolahraga, GOR Saparua kini juga menjadi pusat kegiatan seni dan budaya. Acara besar seperti West Java Festival rutin digelar di sini, memadukan pertunjukan musik, pasar UMKM, hingga pentas budaya yang memperkuat identitas kreatif Bandung.

Namun, jejak sejarah Saparua dimulai jauh sebelumnya. Pada tahun 1910, di bawah pemerintahan kolonial Hindia Belanda, dibangunlah lapangan olahraga publik pertama di Bandung dengan nama NIAU (Nederlands-Indie Athletiek Unie). Area ini menjadi tempat latihan atletik, kriket, baseball, hingga senam bersama.

Memasuki era 1920-an, lapangan ini berubah menjadi ruang bermain anak-anak dan bahkan menjadi bagian dari pelaksanaan Jaarbeurs, sebuah pasar tahunan besar yang digelar setiap pertengahan tahun.

Baca Juga:  Jelang Ramadhan, Pemkot Bandung Antisipasi Ketersediaan Pangan

Transformasi besar terjadi pada tahun 1961 ketika pemerintah mempersiapkan Pekan Olahraga Nasional (PON) di Jawa Barat. Lapangan Saparua dikembangkan menjadi Gedung Olahraga (GOR) dan difungsikan untuk bulutangkis, voli, dan basket. Sejak saat itu, tempat ini menjadi pusat kegiatan olahraga warga Bandung.

Menariknya, pada dekade 1980-an dan 1990-an, GOR Saparua mencatat sejarah penting dalam dunia seni pertunjukan. Dari pembacaan puisi oleh WS Rendra hingga konser band-band pop, tempat ini tumbuh menjadi arena ekspresi budaya.

Baca Juga:  Jadi Produsen Jersey Terbesar, Syamanah Kerap Jalin Kerja Sama Sponsorship Club

Lebih ikonik lagi, pada pertengahan 1990-an, GOR Saparua menjadi rumah bagi skena musik underground Bandung. Berbagai festival band independen dari genre punk, hardcore, grindcore, hingga metal digelar di sini. Band-band legendaris seperti Koil, /rif, Burgerkill, dan Seringai merintis karier mereka dari panggung Saparua.

Perjalanan panjang ini menjadikan GOR Saparua sebagai simbol dinamika masyarakat Bandung. Dari tempat olahraga zaman kolonial, panggung seni alternatif, hingga ruang publik kreatif masa kini, Saparua tetap relevan dan dicintai.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Gor Saparua Kota Bandung musik underground Bandung olahraga sejarah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Viral dengan Adegan Misterius yang Disensor! Wargnet Cari Link Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Terbaru

Dari Boneka ke Dunia Nyata: Perjalanan Punch Mencari Kasih Sayang yang Bikin Netizen Iri!

Detik-detik Video Ibu Tiri dan Anak Tiri di Kebun Sawit Bocor, Link Telegram Diburu Warganet

Panduan Lengkap Libur Lebaran 2026: Jadwal Cuti Bersama dan Aturan WFA bagi Pekerja

Update Harga Emas Hari Ini 18 Maret 2026: Cek Selisih Antam, UBS, dan Galeri24 di Pegadaian

Cek Estimasi Idulfitri 1447 H: Apakah Lebaran Jatuh pada 20 atau 21 Maret 2026?

Terpopuler
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Netizen Penasaran! Video Mukena Pink ‘No Sensor’ Viral, Banyak yang Buru Link Aslinya
  • Kronologi dan Isi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit yang Viral
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Hati-hati! Link Video Viral Mukena Pink ‘No Sensor’ Bisa Sebarkan Malware
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Waspada Klaim Full Durasi Video Ukhti Mukena Pink ‘No Sensor’, Ini Faktanya
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Fenomena Ukhti Mukena Pink Viral di TikTok, Pakar Ingatkan Bahaya Tersembunyi di Balik Link Video
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.