Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bangkit di Babak Kedua, Persib Paksa Dewa United Berbagi Poin

Minggu, 11 Oktober 2026 21:12 WIB

Buntut Bullying Mahasiswa Baru, Telkom University Tetapkan Sanksi Akademik

Minggu, 11 Oktober 2026 20:57 WIB

Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu

Minggu, 11 Oktober 2026 20:34 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bangkit di Babak Kedua, Persib Paksa Dewa United Berbagi Poin
  • Buntut Bullying Mahasiswa Baru, Telkom University Tetapkan Sanksi Akademik
  • Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu
  • Dua Kali Kebobolan! Persib Tertinggal 0-2 dari Dewa United di Si Jalak Harupat
  • Bikin Geger! Penampilan Susan Dell di Gedung Putih Picu Teori Konspirasi, Dituding Reptil
  • Persib vs Dewa United Malam Ini: Jadwal Kick-off dan Link Live Streaming
  • Kecelakaan Motor di Buahbatu Bandung, Polisi Duga Pengendara Kurang Konsentrasi
  • Ustaz Riza Muhammad Pamer Aktivitas Renang, Soal Aurat Langsung Disorot!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 11 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Menelusuri Sejarah GOR Saparua: Ikon Bandung dari Olahraga hingga Musik Underground

By SusanaKamis, 29 Mei 2025 03:00 WIB2 Mins Read
Gor Saparua Bandung. Foto: Istimewa.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Lapangan Saparua, yang kini dikenal sebagai GOR Saparua, bukan hanya sekadar ruang terbuka hijau di jantung Kota Bandung.

Tempat ini menyimpan kisah panjang yang merefleksikan perkembangan sosial, olahraga, hingga budaya anak muda Bandung dari masa ke masa.

Saat ini, GOR Saparua berfungsi sebagai ruang publik multifungsi yang sangat digemari. Dikelilingi pepohonan rimbun, tempat ini memiliki fasilitas olahraga lengkap seperti lintasan lari, lapangan basket, arena panjat tebing, dan taman bermain anak.

Tersedia juga deretan kios makanan yang ramai dikunjungi warga seusai beraktivitas fisik.

Lebih dari sekadar tempat berolahraga, GOR Saparua kini juga menjadi pusat kegiatan seni dan budaya. Acara besar seperti West Java Festival rutin digelar di sini, memadukan pertunjukan musik, pasar UMKM, hingga pentas budaya yang memperkuat identitas kreatif Bandung.

Baca Juga:  Ingin Tampil Terampil, OJK Dorong Underwriter Manfaatkan Teknologi Digital

Namun, jejak sejarah Saparua dimulai jauh sebelumnya. Pada tahun 1910, di bawah pemerintahan kolonial Hindia Belanda, dibangunlah lapangan olahraga publik pertama di Bandung dengan nama NIAU (Nederlands-Indie Athletiek Unie). Area ini menjadi tempat latihan atletik, kriket, baseball, hingga senam bersama.

Memasuki era 1920-an, lapangan ini berubah menjadi ruang bermain anak-anak dan bahkan menjadi bagian dari pelaksanaan Jaarbeurs, sebuah pasar tahunan besar yang digelar setiap pertengahan tahun.

Baca Juga:  Bey Machmudin Pastikan Perayaan Imlek 2025 di Kota Bandung Aman dan Lancar

Transformasi besar terjadi pada tahun 1961 ketika pemerintah mempersiapkan Pekan Olahraga Nasional (PON) di Jawa Barat. Lapangan Saparua dikembangkan menjadi Gedung Olahraga (GOR) dan difungsikan untuk bulutangkis, voli, dan basket. Sejak saat itu, tempat ini menjadi pusat kegiatan olahraga warga Bandung.

Menariknya, pada dekade 1980-an dan 1990-an, GOR Saparua mencatat sejarah penting dalam dunia seni pertunjukan. Dari pembacaan puisi oleh WS Rendra hingga konser band-band pop, tempat ini tumbuh menjadi arena ekspresi budaya.

Baca Juga:  Sekda Herman Ingin Kota Bandung Jadi Model Ideal Pengelolaan Transportasi Publik

Lebih ikonik lagi, pada pertengahan 1990-an, GOR Saparua menjadi rumah bagi skena musik underground Bandung. Berbagai festival band independen dari genre punk, hardcore, grindcore, hingga metal digelar di sini. Band-band legendaris seperti Koil, /rif, Burgerkill, dan Seringai merintis karier mereka dari panggung Saparua.

Perjalanan panjang ini menjadikan GOR Saparua sebagai simbol dinamika masyarakat Bandung. Dari tempat olahraga zaman kolonial, panggung seni alternatif, hingga ruang publik kreatif masa kini, Saparua tetap relevan dan dicintai.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Kota Bandung olahraga sejarah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ustaz Riza Muhammad Pamer Aktivitas Renang, Soal Aurat Langsung Disorot!

Dari Bubur Ayam hingga Nasi Goreng, Ini 5 Tempat Makan 24 Jam di Bandung

Incess Bingung saat Live TikTok, Cerita Panik saat Pertama Kali Dapat Paus

Cek Harga Emas Pegadaian Minggu 11 Oktober 2026, Antam Masih Rp2,631 Juta per Gram

Bantuan Sosial PKH dan BPNT Cair Oktober 2026? Ini Langkah Mudah Cek Saldo KKS dan Status Penerima

Sudirman Street Food

Rekomendasi 10 Tempat Wisata Kuliner Malam Bandung yang Pas Buat Nongkrong Akhir Pekan

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Megaproyek Pusat Data AI di Jatiluhur Purwakarta Ditahan BRIN, Ada Apa?
  • SEJARAH! Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Puasa Gelar 35 Tahun Berakhir
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.