Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Vilmei Syok Saat Bayar Makan Ditolak, Tabungan Rp1,2 M Diduga Dikuras Karyawan

Rabu, 26 Agustus 2026 15:15 WIB

Kadisdik Bandung: Relokasi Siswa SDN 026 Bojongloa Ditargetkan Mulai 4 September 2026

Rabu, 26 Agustus 2026 15:02 WIB

Barros Terpaksa Jadi Penonton, Tapi Tekad Persib Lolos ACL Two Tak Boleh Padam

Rabu, 26 Agustus 2026 14:47 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Vilmei Syok Saat Bayar Makan Ditolak, Tabungan Rp1,2 M Diduga Dikuras Karyawan
  • Kadisdik Bandung: Relokasi Siswa SDN 026 Bojongloa Ditargetkan Mulai 4 September 2026
  • Barros Terpaksa Jadi Penonton, Tapi Tekad Persib Lolos ACL Two Tak Boleh Padam
  • Siap Tambah Anggaran Karhutla Kalimantan, Menkeu Purbaya: Asal Jangan Di-mark Up!
  • Bocoran Mitra Finansial Persib Musim 2026/2027: Dari Bank bjb Hingga Sponsor Tertua
  • Orang Tua Siswa Dukung Relokasi SDN 026 Bojongloa, Berharap Tetap Belajar di SDN 148
  • Benarkah Masuk Desil 9 dan 10 Otomatis Gagal Dapat Bansos dan BBM Subsidi? Ini Penjelasannya
  • Bikin Ilmuwan Syok! Sebelum Mati, Gorila Pintar Ini Tinggalkan Tamparan Keras untuk Manusia!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 26 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Menelusuri Sejarah GOR Saparua: Ikon Bandung dari Olahraga hingga Musik Underground

By SusanaKamis, 29 Mei 2025 03:00 WIB2 Mins Read
Gor Saparua Bandung. Foto: Istimewa.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Lapangan Saparua, yang kini dikenal sebagai GOR Saparua, bukan hanya sekadar ruang terbuka hijau di jantung Kota Bandung.

Tempat ini menyimpan kisah panjang yang merefleksikan perkembangan sosial, olahraga, hingga budaya anak muda Bandung dari masa ke masa.

Saat ini, GOR Saparua berfungsi sebagai ruang publik multifungsi yang sangat digemari. Dikelilingi pepohonan rimbun, tempat ini memiliki fasilitas olahraga lengkap seperti lintasan lari, lapangan basket, arena panjat tebing, dan taman bermain anak.

Tersedia juga deretan kios makanan yang ramai dikunjungi warga seusai beraktivitas fisik.

Lebih dari sekadar tempat berolahraga, GOR Saparua kini juga menjadi pusat kegiatan seni dan budaya. Acara besar seperti West Java Festival rutin digelar di sini, memadukan pertunjukan musik, pasar UMKM, hingga pentas budaya yang memperkuat identitas kreatif Bandung.

Baca Juga:  Bandung Tiris? Sekoteng Bisa Jadi Pilihan Kuliner Malam yang Menghangatkan Tubuh

Namun, jejak sejarah Saparua dimulai jauh sebelumnya. Pada tahun 1910, di bawah pemerintahan kolonial Hindia Belanda, dibangunlah lapangan olahraga publik pertama di Bandung dengan nama NIAU (Nederlands-Indie Athletiek Unie). Area ini menjadi tempat latihan atletik, kriket, baseball, hingga senam bersama.

Memasuki era 1920-an, lapangan ini berubah menjadi ruang bermain anak-anak dan bahkan menjadi bagian dari pelaksanaan Jaarbeurs, sebuah pasar tahunan besar yang digelar setiap pertengahan tahun.

Baca Juga:  Puncak Hari Jadi ke-214 Kota Bandung: Diskon, Festival, dan Berbagai Acara Seru di September 2024

Transformasi besar terjadi pada tahun 1961 ketika pemerintah mempersiapkan Pekan Olahraga Nasional (PON) di Jawa Barat. Lapangan Saparua dikembangkan menjadi Gedung Olahraga (GOR) dan difungsikan untuk bulutangkis, voli, dan basket. Sejak saat itu, tempat ini menjadi pusat kegiatan olahraga warga Bandung.

Menariknya, pada dekade 1980-an dan 1990-an, GOR Saparua mencatat sejarah penting dalam dunia seni pertunjukan. Dari pembacaan puisi oleh WS Rendra hingga konser band-band pop, tempat ini tumbuh menjadi arena ekspresi budaya.

Baca Juga:  Tji Laki 9 Bandung Tawarkan Bolu Pisang Unik, Perpaduan Rasa Nostalgia dan Inovasi

Lebih ikonik lagi, pada pertengahan 1990-an, GOR Saparua menjadi rumah bagi skena musik underground Bandung. Berbagai festival band independen dari genre punk, hardcore, grindcore, hingga metal digelar di sini. Band-band legendaris seperti Koil, /rif, Burgerkill, dan Seringai merintis karier mereka dari panggung Saparua.

Perjalanan panjang ini menjadikan GOR Saparua sebagai simbol dinamika masyarakat Bandung. Dari tempat olahraga zaman kolonial, panggung seni alternatif, hingga ruang publik kreatif masa kini, Saparua tetap relevan dan dicintai.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Kota Bandung olahraga sejarah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Vilmei Syok Saat Bayar Makan Ditolak, Tabungan Rp1,2 M Diduga Dikuras Karyawan

Benarkah Masuk Desil 9 dan 10 Otomatis Gagal Dapat Bansos dan BBM Subsidi? Ini Penjelasannya

Bikin Ilmuwan Syok! Sebelum Mati, Gorila Pintar Ini Tinggalkan Tamparan Keras untuk Manusia!

Harga Emas Antam Hari Ini 26 Agustus 2026: 1 Gram Masih Rp2,768 Juta, Cek Daftar Lengkapnya

Game Free Fire

Banjir Item Gratis! Kode Redeem FF 26 Agustus 2026 Siap Klaim, Ada Skin M1887 dan Diamond

Dari Oncom hingga Cokelat Keju, Surabi Waroeng Setiabudhi Punya Pesona yang Bikin Nagih

Terpopuler
  • Janji Penguatan UMKM Dipertanyakan di Tengah Masifnya Penertiban PKL Kota Bandung
  • Mengenang 50 Tahun Kebersamaan, Alumni ITB 76 Unjuk Budaya Lokal Lewat Karnaval Sisingaan di Bandung
  • Garena Free Fire
    Kode Redeem FF Terbaru 21 Agustus 2026: Serbu Evolution Stone dan Skin Senjata Gratis!
  • Lepas Saat Dijemur, Pitbull Ngamuk Serang Anak 9 Tahun di Arjasari Bandung
  • Loyalis Fanatik Mulai Tergerus, Warga Makin Berani Kritik Dedi Mulyadi!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.