Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

bank bjb Dukung Gerakan Nasional 24 Tahun APU PPT, Perkuat Sistem Keuangan Bersih

Jumat, 10 April 2026 11:49 WIB

Dedi Mulyadi Soroti Kasus Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung, Perawat Dinonaktifkan

Jumat, 10 April 2026 11:12 WIB

Link Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Part 2 Viral, Hati-Hati Bisa Bobol Rekening

Jumat, 10 April 2026 10:39 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • bank bjb Dukung Gerakan Nasional 24 Tahun APU PPT, Perkuat Sistem Keuangan Bersih
  • Dedi Mulyadi Soroti Kasus Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung, Perawat Dinonaktifkan
  • Link Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Part 2 Viral, Hati-Hati Bisa Bobol Rekening
  • Tragis! Hindari Angkot, Pemotor di Bandung Barat Tewas Terlindas Truk Sampah
  • Diincar Banyak Klub? Persib Kunci Bojan Hodak dengan Tawaran Spesial
  • Nyaris Kehilangan Sang Buah Hati! Trauma Mendalam Nina Saleha di Balik Skandal RSHS Bandung
  • Update Harga Emas Antam 10 April 2026: Tembus Rp 2,85 Juta per Gram, Cek Rinciannya di Sini!
  • Viral Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung, Manajemen Temui Keluarga dan Sampaikan Maaf
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 10 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Mengenal Atep Bratasena, Dalang Muda Asal Sumedang yang Jago Bikin Wayang

By Putra JuangSelasa, 28 Januari 2025 23:00 WIB2 Mins Read
Atep Bratasena. (Foto: sumedangkab)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Atep Bratasena (30) adalah seorang dalang muda dari Lingkung Seni Cipta Pujangga asal Dusun Kojengkang, Desa Licin, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang.

Atep berhasil menarik perhatian masyarakat lokal hingga mancanegara melalui keahliannya dalam mendalang dan membuat wayang golek.

Selama lebih dari 15 tahun, Atep mendedikasikan hidupnya untuk melestarikan seni tradisi ini dengan inovasi yang memadukan unsur modern.

Ketertarikan Atep terhadap seni wayang golek bermula dari kecintaannya pada cerita-cerita tradisional yang sarat makna.

“Awalnya saya hanya menonton, tetapi semakin lama rasa ingin tahu saya semakin mendalam. Akhirnya, saya belajar langsung dari beberapa dalang senior, termasuk almarhum Dalang Eka Supriadi dari Karawang, yang sangat menginspirasi saya dalam penyampaian cerita dan penggunaan bahasa yang sederhana tetapi bermakna mendalam,” kata Atep, Selasa (28/1/2025).

Atep mengaku memiliki ciri khas dalam setiap pementasannya. Selain menggunakan teknik mendalang tradisional, ia juga menambahkan unsur modern seperti efek suara dan visual, termasuk penggunaan ledakan kecil di atas panggung.

Baca Juga:  Tinjau Lokasi Terdampak, Bey Beri Dua Opsi untuk Solusi Penanganan Banjir di Sumedang

“Saya mencoba memadukan tradisi buhun dengan budaya modern agar lebih menarik bagi generasi muda. Misalnya, ada adegan-adegan yang lebih dramatis dan teknik pementasan yang lebih hidup,” ucapnya.

Selain mendalang, Atep juga membuat wayang golek secara mandiri. Dengan bahan utama kayu albasia, ia memulai proses dari bahan mentah hingga finishing, menghasilkan wayang berkualitas tinggi yang dijual mulai dari Rp300.000 hingga Rp5.000.000 per buah.

Baca Juga:  Pj Gubernur Jabar Bangga Ryan Wibawa Populerkan Kopi Sukawangi Excelsa Asal Sumedang ke Dunia

“Wayang buatan saya sudah sampai ke luar negeri, seperti Belgia dan Belanda. Pesanan dari luar negeri biasanya rutin tiap bulan,” ungkapnya.

Atep mengakui bahwa salah satu tantangan terbesar dalam melestarikan seni wayang adalah persaingan dengan produk murah yang kurang berkualitas.

“Harga murah kadang lebih menarik bagi pembeli, tetapi saya tetap fokus pada kualitas,” ujarnya.

Selain itu, Atep aktif mengadakan workshop untuk generasi muda.

Baca Juga:  Cuaca Ekstrem Mengintai Sumedang, Warga Diminta Lakukan Langkah Antisipasi

“Acara terakhir kami adakan di Cibeureum. Saya ingin anak-anak muda mencintai seni ini, karena kalau bukan kita yang melestarikan, siapa lagi?” imbuhnya.

Memanfaatkan media sosial seperti TikTok dan Facebook, Atep mempromosikan karya-karyanya agar menjangkau lebih banyak orang.

“Dengan media sosial, wayang golek bisa dikenal lebih luas, bahkan oleh generasi yang belum familiar dengan tradisi ini,” jelasnya.

Atep berharap, seni wayang golek tetap hidup di tengah arus modernisasi.

“Wayang adalah warisan leluhur yang tidak boleh hilang. Saya ingin generasi muda tetap mencintai dan melestarikan seni ini,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Atep Bratasena dalang Kabupaten Sumedang Wayang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Link Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Part 2 Viral, Hati-Hati Bisa Bobol Rekening

Ilustrasi emas antam

Update Harga Emas Antam 10 April 2026: Tembus Rp 2,85 Juta per Gram, Cek Rinciannya di Sini!

Banjir Skin SG2 Permanen! Kode Redeem FF Terbaru 10 April 2026, Buruan Amankan Bundle Langka Ini

Kode Redeem FF

Update! Kode Redeem FF 10 April 2026: Klaim Skin Senjata Legendaris dan Diamond Gratis Sekarang!

Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.

Geger! Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Viral, Link Telegram Part 2 Bikin Netizen Penasaran

Wisata Bandung Murah

4 Tempat Hiking di Bandung yang Lagi Hits, Nomor 1 Cocok untuk Pemula!

Terpopuler
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Heboh! Video Viral Ibu Tiri di Ladang Sawit Bikin Netizen Berburu Link 7 Menit ‘No Sensor’
  • Terungkap! Rahasia di Balik Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Bikin Geger
  • Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2’ Gegerkan Medsos, Link Full Video Ternyata Berbahaya!
  • Terkuak! Pemeran Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Bukan dari Indonesia, Hati-hati Jebakan Batman!
  • Jadwal Persib vs Bali United: Ujian Berat Maung Bandung di GBLA, Duel Perebutan Poin Krusial!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.