Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Wakil Indonesia Menggila! Alwi Farhan Kalahkan Nomor 1 Dunia Shi Yu Qi

Kamis, 28 Mei 2026 18:07 WIB

Cara Mudah Cek Bansos PKH dan BPNT Hanya dengan KTP, Simak Panduan Lengkapnya!

Kamis, 28 Mei 2026 18:04 WIB

Video Viral Kakak Adik di Dapur Ramai Dicari, Ada Link Asli Full Durasi?

Kamis, 28 Mei 2026 17:46 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Wakil Indonesia Menggila! Alwi Farhan Kalahkan Nomor 1 Dunia Shi Yu Qi
  • Cara Mudah Cek Bansos PKH dan BPNT Hanya dengan KTP, Simak Panduan Lengkapnya!
  • Video Viral Kakak Adik di Dapur Ramai Dicari, Ada Link Asli Full Durasi?
  • Viral Aksi Penganiayaan saat Konvoi Persib, Viking Persib Club: Sanksi Berat, Kartu Anggota Dicabut!
  • Pesta Juara Persib Bandung Tercoreng Aksi Pemukulan Oknum Bobotoh di Jalan Merdeka
  • Ikuti Google Maps, Pengendara Motor Tersesat Masuk Jalan Tol Bandung
  • Kuliner Bandung Terbaik! 5 Tempat Lesehan Nyaman dan Ramah Keluarga
  • Mundur dari Persib, Bojan Hodak Siapkan Fondasi untuk Era Igor Tolic
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 28 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Soroti Kasus Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung, Perawat Dinonaktifkan

By SusanaJumat, 10 April 2026 11:12 WIB2 Mins Read
Nina Salehah bersama sang bayi yang nyaris tertukar di RSHS Bandung. (Foto: bukamata.id/M Rafki)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kasus dugaan nyaris tertukarnya bayi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung menjadi sorotan publik. Seorang perawat yang diduga terlibat dalam insiden tersebut kini telah dinonaktifkan sementara untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Langkah ini diambil setelah muncul laporan dari pasien bernama Nina Saleha yang mengaku bayinya sempat diserahkan kepada orang lain saat proses kepulangan di Gedung Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) RSHS Bandung.

Perawat Dinonaktifkan, Menunggu Hasil Investigasi

Dalam video yang diunggah oleh Dedi Mulyadi melalui kanal YouTube pribadinya pada Kamis, 9 April 2026 malam, pihak manajemen rumah sakit memberikan klarifikasi terkait sanksi yang dijatuhkan.

“Sanksi yang diberikan apa?” tanya Dedi Mulyadi.

Baca Juga:  Lemhannas Kritik Kebijakan Dedi Mulyadi: Barak Militer Bukan Tempat Rehabilitasi

Asisten Manajer Keperawatan RSHS Bandung, Arif, menjelaskan bahwa perawat tersebut untuk sementara tidak diperkenankan menjalankan tugas pelayanan.

“Sementara dinonaktifkan dari pelayanan, untuk dikaji lebih mendalam lagi bersama komite keperawatan,” ujar Arif.

Namun, saat didesak mengenai bentuk sanksi tegas, Arif menyebutkan bahwa keputusan akhir masih menunggu hasil analisis menyeluruh.

Jika terbukti lalai, sanksi dapat berupa pencabutan kewenangan hingga permanen. Sementara jika ditemukan unsur kesengajaan, perawat tersebut berpotensi diberhentikan.

Perawat Berstatus ASN dengan Pengalaman 20 Tahun

Perawat yang bersangkutan diketahui telah bekerja lebih dari dua dekade dan berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN). Hal ini menambah perhatian publik terhadap profesionalisme dan standar pelayanan di rumah sakit rujukan nasional tersebut.

Baca Juga:  Kompensasi Lebaran Angkot Bermasalah, Pengamat Soroti Pentingnya Pendataan Rinci

“Perawatnya sudah ASN, lebih dari 20 tahun,” tambah Arif.

Kronologi Dugaan Bayi Nyaris Tertukar

Kasus ini mencuat setelah Nina Saleha (37), warga Cimahi, membagikan pengalamannya melalui akun TikTok @nindy5760.

Ia menceritakan bahwa pada Rabu, 8 April 2026, dirinya tengah menunggu proses kepulangan bayinya sejak subuh di Gedung KIA RSHS Bandung.

Namun, Nina sempat meninggalkan ruang tunggu selama sekitar 30 menit untuk makan. Saat kembali, ia mendapati bayinya justru telah diserahkan kepada orang lain oleh perawat.

Baca Juga:  Dapat Untung Jika RK Maju ke Jakarta, Dedi Mulyadi: Ada Garis Tangan dan Nunggu Tanda Tangan

Situasi semakin membuat panik ketika diketahui gelang identitas bayi sempat dilepas oleh pihak perawat.

Menurut pengakuan Nina, perawat berdalih bahwa bayi diberikan kepada orang lain karena tidak ada respons saat nama Nina dipanggil berulang kali.

Evaluasi Sistem Keamanan Rumah Sakit

Insiden ini memicu kekhawatiran masyarakat terkait sistem keamanan dan prosedur identifikasi pasien, khususnya bayi baru lahir.

Pihak RSHS Bandung menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur operasional standar (SOP), terutama dalam proses penyerahan bayi kepada keluarga.

Kasus ini kini masih dalam tahap investigasi internal, dan hasilnya akan menentukan sanksi final terhadap perawat yang bersangkutan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bayi KIA RSHS bayi tertukar berita bandung Dedi Mulyadi kasus rumah sakit Nina Saleha perawat dinonaktifkan RSHS Bandung Viral TikTok
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Tol Jagorawi

Ikuti Google Maps, Pengendara Motor Tersesat Masuk Jalan Tol Bandung

Positif Ganja Tapi Bebas? Misteri ‘Toilet Ajaib’ Diduga Anak Bupati di Pekanbaru!

Warga Gedebage Heboh, Mayat Bayi Tersangkut di Sungai Cinambo

Dolar AS Semakin Perkasa, Rupiah Tertekan hingga Level Rp 17.858

Dugaan Manipulasi Riset di ISPPD Gegerkan Dunia Akademik, ITB Buka Suara

Tragis! Pria di Bandung Meninggal Usai Terjatuh ke Sumur Sedalam 19 Meter

Terpopuler
  • Tebing Keraton
    Menjelajahi Pesona “Swiss van Java”: 5 Destinasi Unggulan di Bandung Barat yang Wajib Dikunjungi
  • Viral Video ‘3 vs 1’ TKW Taiwan: Jebakan Link Phishing di Balik Konten Sensasional
  • Pengusaha Tasikmalaya Bawa Rp1,3 Miliar Cash, Nekat Tawar Ikan Koi Irfan Hakim dan Bos Hartono tapi Ditolak!
  • Bandung Siap-siap Macet Total! Ini Skema Pengalihan Jalan dan Rute Konvoi Juara Persib
  • Dicap Sensasional! Video TKW Taiwan 3 Vs 1 Viral, Netizen Ramai Cari Link Aslinya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.