Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Viral KDKMP di KBB Berdiri di Atas Bukit: Indah Tapi Kok Jauh dari Permukiman?

Jumat, 23 Oktober 2026 19:41 WIB

Persib Kembali Dihadapkan ‘Tradisi Lambat Panas’, Tanda-tanda Juara Lagi?

Jumat, 23 Oktober 2026 19:00 WIB

Tembus Rp36 Triliun! Cristiano Ronaldo Jadi Pesepak Bola Terkaya Sepanjang Sejarah

Jumat, 23 Oktober 2026 18:14 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Viral KDKMP di KBB Berdiri di Atas Bukit: Indah Tapi Kok Jauh dari Permukiman?
  • Persib Kembali Dihadapkan ‘Tradisi Lambat Panas’, Tanda-tanda Juara Lagi?
  • Tembus Rp36 Triliun! Cristiano Ronaldo Jadi Pesepak Bola Terkaya Sepanjang Sejarah
  • Karier Hancur dalam 10 Menit? Mengenal Irenna Kristyn, Influencer yang Disorot Gara-gara Sindir Biaya Hidup
  • Suhu Panas Bandung Tembus 39 Derajat, Kapan Cuaca Kembali Normal?
  • Dua Kebun Bambu Terbakar dalam Sehari, Bandung Barat Siaga Kebakaran Lahan
  • Kebakaran Gunung Ciremai Meluas hingga Majalengka, Petugas Berjibaku Tembus Medan Ekstrem
  • Dua Emas Lagi! Indonesia Kokoh di 10 Besar Asian Para Games 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 23 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Soroti Kasus Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung, Perawat Dinonaktifkan

By SusanaJumat, 10 April 2026 11:12 WIB2 Mins Read
Nina Salehah bersama sang bayi yang nyaris tertukar di RSHS Bandung. (Foto: bukamata.id/M Rafki)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kasus dugaan nyaris tertukarnya bayi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung menjadi sorotan publik. Seorang perawat yang diduga terlibat dalam insiden tersebut kini telah dinonaktifkan sementara untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Langkah ini diambil setelah muncul laporan dari pasien bernama Nina Saleha yang mengaku bayinya sempat diserahkan kepada orang lain saat proses kepulangan di Gedung Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) RSHS Bandung.

Perawat Dinonaktifkan, Menunggu Hasil Investigasi

Dalam video yang diunggah oleh Dedi Mulyadi melalui kanal YouTube pribadinya pada Kamis, 9 April 2026 malam, pihak manajemen rumah sakit memberikan klarifikasi terkait sanksi yang dijatuhkan.

“Sanksi yang diberikan apa?” tanya Dedi Mulyadi.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Ubah Nama RSUD Al Ihsan Bandung Jadi Welas Asih, Ini Alasannya

Asisten Manajer Keperawatan RSHS Bandung, Arif, menjelaskan bahwa perawat tersebut untuk sementara tidak diperkenankan menjalankan tugas pelayanan.

“Sementara dinonaktifkan dari pelayanan, untuk dikaji lebih mendalam lagi bersama komite keperawatan,” ujar Arif.

Namun, saat didesak mengenai bentuk sanksi tegas, Arif menyebutkan bahwa keputusan akhir masih menunggu hasil analisis menyeluruh.

Jika terbukti lalai, sanksi dapat berupa pencabutan kewenangan hingga permanen. Sementara jika ditemukan unsur kesengajaan, perawat tersebut berpotensi diberhentikan.

Perawat Berstatus ASN dengan Pengalaman 20 Tahun

Perawat yang bersangkutan diketahui telah bekerja lebih dari dua dekade dan berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN). Hal ini menambah perhatian publik terhadap profesionalisme dan standar pelayanan di rumah sakit rujukan nasional tersebut.

Baca Juga:  Maulana Yusuf Sentil Proyek Dedi Mulyadi, Prioritas Rakyat Dipertanyakan

“Perawatnya sudah ASN, lebih dari 20 tahun,” tambah Arif.

Kronologi Dugaan Bayi Nyaris Tertukar

Kasus ini mencuat setelah Nina Saleha (37), warga Cimahi, membagikan pengalamannya melalui akun TikTok @nindy5760.

Ia menceritakan bahwa pada Rabu, 8 April 2026, dirinya tengah menunggu proses kepulangan bayinya sejak subuh di Gedung KIA RSHS Bandung.

Namun, Nina sempat meninggalkan ruang tunggu selama sekitar 30 menit untuk makan. Saat kembali, ia mendapati bayinya justru telah diserahkan kepada orang lain oleh perawat.

Baca Juga:  Sudah 9 Hari Hilang, Keberadaan Mahasiswi Unisba asal Cicalengka Masih Misterius

Situasi semakin membuat panik ketika diketahui gelang identitas bayi sempat dilepas oleh pihak perawat.

Menurut pengakuan Nina, perawat berdalih bahwa bayi diberikan kepada orang lain karena tidak ada respons saat nama Nina dipanggil berulang kali.

Evaluasi Sistem Keamanan Rumah Sakit

Insiden ini memicu kekhawatiran masyarakat terkait sistem keamanan dan prosedur identifikasi pasien, khususnya bayi baru lahir.

Pihak RSHS Bandung menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur operasional standar (SOP), terutama dalam proses penyerahan bayi kepada keluarga.

Kasus ini kini masih dalam tahap investigasi internal, dan hasilnya akan menentukan sanksi final terhadap perawat yang bersangkutan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

berita bandung Dedi Mulyadi RSHS Bandung Viral TikTok
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Viral KDKMP di KBB Berdiri di Atas Bukit: Indah Tapi Kok Jauh dari Permukiman?

Suhu Panas Bandung Tembus 39 Derajat, Kapan Cuaca Kembali Normal?

Dua Kebun Bambu Terbakar dalam Sehari, Bandung Barat Siaga Kebakaran Lahan

Kebakaran Gunung Ciremai Meluas hingga Majalengka, Petugas Berjibaku Tembus Medan Ekstrem

Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang

Purwakarta Krisis Air Bersih, Lebih dari 219 Ribu Jiwa Terdampak Kemarau Panjang

Terpopuler
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • Flexing Nikah Berbuah Hujatan! Nasib Tragis Juan dan Evelyn hingga Gulung Tikar dari Youtube!
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.