Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

5 Hotel Murah di Braga Bandung, Mulai Rp95 Ribuan Cocok untuk Staycation Hemat

Kamis, 3 September 2026 04:00 WIB

PKH September 2026 Belum Cair? Cek Status Bansos Lewat HP dengan Cara Ini

Kamis, 3 September 2026 03:00 WIB
Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos September 2026 Cair? PKH dan BPNT Masuk Tahap 3, Cek Jadwalnya

Rabu, 2 September 2026 20:31 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • 5 Hotel Murah di Braga Bandung, Mulai Rp95 Ribuan Cocok untuk Staycation Hemat
  • PKH September 2026 Belum Cair? Cek Status Bansos Lewat HP dengan Cara Ini
  • Bansos September 2026 Cair? PKH dan BPNT Masuk Tahap 3, Cek Jadwalnya
  • Sherina Munaf Turun Langsung Padamkan Karhutla Kalteng, Cerita Kabut Asap Bikin Sesak
  • Terungkap! Jejak Pelaku Mayat dalam Kardus di Bandung, Sempat Minta Bantuan Tetangga
  • Super League 2026/27 Punya Aturan Baru? Ini Batas Pemain Asing yang Boleh Tampil
  • Jadi Temuan Audit, Farhan Tetap Ingin Lanjutkan Braga Beken dan CFD
  • JPO dan PJU di Jalan Soekarno-Hatta Segera Dikoordinasikan Pemkot Bandung
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 3 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Soroti Kasus Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung, Perawat Dinonaktifkan

By SusanaJumat, 10 April 2026 11:12 WIB2 Mins Read
Nina Salehah bersama sang bayi yang nyaris tertukar di RSHS Bandung. (Foto: bukamata.id/M Rafki)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kasus dugaan nyaris tertukarnya bayi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung menjadi sorotan publik. Seorang perawat yang diduga terlibat dalam insiden tersebut kini telah dinonaktifkan sementara untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Langkah ini diambil setelah muncul laporan dari pasien bernama Nina Saleha yang mengaku bayinya sempat diserahkan kepada orang lain saat proses kepulangan di Gedung Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) RSHS Bandung.

Perawat Dinonaktifkan, Menunggu Hasil Investigasi

Dalam video yang diunggah oleh Dedi Mulyadi melalui kanal YouTube pribadinya pada Kamis, 9 April 2026 malam, pihak manajemen rumah sakit memberikan klarifikasi terkait sanksi yang dijatuhkan.

“Sanksi yang diberikan apa?” tanya Dedi Mulyadi.

Baca Juga:  Nyaris Kehilangan Sang Buah Hati! Trauma Mendalam Nina Saleha di Balik Skandal RSHS Bandung

Asisten Manajer Keperawatan RSHS Bandung, Arif, menjelaskan bahwa perawat tersebut untuk sementara tidak diperkenankan menjalankan tugas pelayanan.

“Sementara dinonaktifkan dari pelayanan, untuk dikaji lebih mendalam lagi bersama komite keperawatan,” ujar Arif.

Namun, saat didesak mengenai bentuk sanksi tegas, Arif menyebutkan bahwa keputusan akhir masih menunggu hasil analisis menyeluruh.

Jika terbukti lalai, sanksi dapat berupa pencabutan kewenangan hingga permanen. Sementara jika ditemukan unsur kesengajaan, perawat tersebut berpotensi diberhentikan.

Perawat Berstatus ASN dengan Pengalaman 20 Tahun

Perawat yang bersangkutan diketahui telah bekerja lebih dari dua dekade dan berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN). Hal ini menambah perhatian publik terhadap profesionalisme dan standar pelayanan di rumah sakit rujukan nasional tersebut.

Baca Juga:  Jelang Lebaran, Dedi Mulyadi Mutasi 25 Pejabat Pemprov Jabar

“Perawatnya sudah ASN, lebih dari 20 tahun,” tambah Arif.

Kronologi Dugaan Bayi Nyaris Tertukar

Kasus ini mencuat setelah Nina Saleha (37), warga Cimahi, membagikan pengalamannya melalui akun TikTok @nindy5760.

Ia menceritakan bahwa pada Rabu, 8 April 2026, dirinya tengah menunggu proses kepulangan bayinya sejak subuh di Gedung KIA RSHS Bandung.

Namun, Nina sempat meninggalkan ruang tunggu selama sekitar 30 menit untuk makan. Saat kembali, ia mendapati bayinya justru telah diserahkan kepada orang lain oleh perawat.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Guyon Bawa Campaign ‘Gubernur Duda’ di Pilgub Jabar

Situasi semakin membuat panik ketika diketahui gelang identitas bayi sempat dilepas oleh pihak perawat.

Menurut pengakuan Nina, perawat berdalih bahwa bayi diberikan kepada orang lain karena tidak ada respons saat nama Nina dipanggil berulang kali.

Evaluasi Sistem Keamanan Rumah Sakit

Insiden ini memicu kekhawatiran masyarakat terkait sistem keamanan dan prosedur identifikasi pasien, khususnya bayi baru lahir.

Pihak RSHS Bandung menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur operasional standar (SOP), terutama dalam proses penyerahan bayi kepada keluarga.

Kasus ini kini masih dalam tahap investigasi internal, dan hasilnya akan menentukan sanksi final terhadap perawat yang bersangkutan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

berita bandung Dedi Mulyadi RSHS Bandung Viral TikTok
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

PKH September 2026 Belum Cair? Cek Status Bansos Lewat HP dengan Cara Ini

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos September 2026 Cair? PKH dan BPNT Masuk Tahap 3, Cek Jadwalnya

Sherina Munaf Turun Langsung Padamkan Karhutla Kalteng, Cerita Kabut Asap Bikin Sesak

Terungkap! Jejak Pelaku Mayat dalam Kardus di Bandung, Sempat Minta Bantuan Tetangga

Jadi Temuan Audit, Farhan Tetap Ingin Lanjutkan Braga Beken dan CFD

JPO dan PJU di Jalan Soekarno-Hatta Segera Dikoordinasikan Pemkot Bandung

Terpopuler
  • Benarkah Azab? Di Balik Narasi Bencana Nepal dan Isu Perusakan Masjid yang Viral
  • PPIH 2027 Resmi Dibuka! Cek Syarat, Formasi, Jadwal CAT dan Cara Daftarnya
  • Indramayu REANG Bergerak Cepat: Lumbung Pangan, Sekolah Rakyat, dan 6 Kawasan Industri Siap Geliat
  • Terbongkar Sosok Melva Pardede! Sebut Ojol Dikhianati Botok Pati CS, Ternyata Cuma Driver Jadi-jadian?
  • Game Free Fire
    Klaim Senjata & Emote Langka Gratis! Kode Redeem FF Terbaru Sabtu 29 Agustus 2026, Cek Cara Klaimnya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.