Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Igor Tolic Tersenyum! Kondisi Fisik Pemain Persib Meningkat Pesat

Senin, 13 Juli 2026 16:08 WIB

Horor di Ketinggian: Kaca Jendela Pesawat Ryanair Pecah, Masker Oksigen Terjun

Senin, 13 Juli 2026 15:48 WIB

Bukan Sekadar Sepak Bola! Argentina vs Inggris Kembali Bentrok, Sejarah Kelam Jadi Sorotan

Senin, 13 Juli 2026 15:25 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Igor Tolic Tersenyum! Kondisi Fisik Pemain Persib Meningkat Pesat
  • Horor di Ketinggian: Kaca Jendela Pesawat Ryanair Pecah, Masker Oksigen Terjun
  • Bukan Sekadar Sepak Bola! Argentina vs Inggris Kembali Bentrok, Sejarah Kelam Jadi Sorotan
  • Tamparan Keras buat Kita! Hewan 1 Ton Ini Dihargai di Luar Negeri, Kenapa di Indonesia Malah Tragis?
  • Teror Bom di Hari Pertama Sekolah: Polisi Buru Pelaku, Identitas Sudah Dikantongi
  • Luka Menalo Langsung Jatuh Hati pada Bandung! Rekrutan Baru Persib Puji Keramahan Warga
  • Gempar Penemuan Jasad di Lantai 12 Parkiran Mal Kings Bandung, Polisi Temukan Surat Wasiat
  • Kepala SPPG Rancamulya Meninggal Dunia, Tinggalkan Surat Menyayat Hati
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 13 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Soroti Kasus Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung, Perawat Dinonaktifkan

By SusanaJumat, 10 April 2026 11:12 WIB2 Mins Read
Nina Salehah bersama sang bayi yang nyaris tertukar di RSHS Bandung. (Foto: bukamata.id/M Rafki)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kasus dugaan nyaris tertukarnya bayi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung menjadi sorotan publik. Seorang perawat yang diduga terlibat dalam insiden tersebut kini telah dinonaktifkan sementara untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Langkah ini diambil setelah muncul laporan dari pasien bernama Nina Saleha yang mengaku bayinya sempat diserahkan kepada orang lain saat proses kepulangan di Gedung Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) RSHS Bandung.

Perawat Dinonaktifkan, Menunggu Hasil Investigasi

Dalam video yang diunggah oleh Dedi Mulyadi melalui kanal YouTube pribadinya pada Kamis, 9 April 2026 malam, pihak manajemen rumah sakit memberikan klarifikasi terkait sanksi yang dijatuhkan.

“Sanksi yang diberikan apa?” tanya Dedi Mulyadi.

Baca Juga:  Teras Cihampelas, Mimpi Urban Ridwan Kamil yang Ingin Dibongkar Dedi Mulyadi

Asisten Manajer Keperawatan RSHS Bandung, Arif, menjelaskan bahwa perawat tersebut untuk sementara tidak diperkenankan menjalankan tugas pelayanan.

“Sementara dinonaktifkan dari pelayanan, untuk dikaji lebih mendalam lagi bersama komite keperawatan,” ujar Arif.

Namun, saat didesak mengenai bentuk sanksi tegas, Arif menyebutkan bahwa keputusan akhir masih menunggu hasil analisis menyeluruh.

Jika terbukti lalai, sanksi dapat berupa pencabutan kewenangan hingga permanen. Sementara jika ditemukan unsur kesengajaan, perawat tersebut berpotensi diberhentikan.

Perawat Berstatus ASN dengan Pengalaman 20 Tahun

Perawat yang bersangkutan diketahui telah bekerja lebih dari dua dekade dan berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN). Hal ini menambah perhatian publik terhadap profesionalisme dan standar pelayanan di rumah sakit rujukan nasional tersebut.

Baca Juga:  Mengenal Barak Militer: Program Dedi Mulyadi untuk Siswa Bermasalah, Diisukan Bakal Disetop

“Perawatnya sudah ASN, lebih dari 20 tahun,” tambah Arif.

Kronologi Dugaan Bayi Nyaris Tertukar

Kasus ini mencuat setelah Nina Saleha (37), warga Cimahi, membagikan pengalamannya melalui akun TikTok @nindy5760.

Ia menceritakan bahwa pada Rabu, 8 April 2026, dirinya tengah menunggu proses kepulangan bayinya sejak subuh di Gedung KIA RSHS Bandung.

Namun, Nina sempat meninggalkan ruang tunggu selama sekitar 30 menit untuk makan. Saat kembali, ia mendapati bayinya justru telah diserahkan kepada orang lain oleh perawat.

Baca Juga:  Spirit Bojong Kokosan Warnai Gelar Senja HUT ke-80 RI di Gasibu Bandung

Situasi semakin membuat panik ketika diketahui gelang identitas bayi sempat dilepas oleh pihak perawat.

Menurut pengakuan Nina, perawat berdalih bahwa bayi diberikan kepada orang lain karena tidak ada respons saat nama Nina dipanggil berulang kali.

Evaluasi Sistem Keamanan Rumah Sakit

Insiden ini memicu kekhawatiran masyarakat terkait sistem keamanan dan prosedur identifikasi pasien, khususnya bayi baru lahir.

Pihak RSHS Bandung menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur operasional standar (SOP), terutama dalam proses penyerahan bayi kepada keluarga.

Kasus ini kini masih dalam tahap investigasi internal, dan hasilnya akan menentukan sanksi final terhadap perawat yang bersangkutan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bayi KIA RSHS bayi tertukar berita bandung Dedi Mulyadi kasus rumah sakit Nina Saleha perawat dinonaktifkan RSHS Bandung Viral TikTok
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Horor di Ketinggian: Kaca Jendela Pesawat Ryanair Pecah, Masker Oksigen Terjun

Teror Bom di Hari Pertama Sekolah: Polisi Buru Pelaku, Identitas Sudah Dikantongi

Gempar Penemuan Jasad di Lantai 12 Parkiran Mal Kings Bandung, Polisi Temukan Surat Wasiat

Kepala SPPG Rancamulya Meninggal Dunia, Tinggalkan Surat Menyayat Hati

Farhan Ungkap Penyebab Sempat Dirawat di Rumah Sakit, Kini Kondisinya Berangsur Pulih

Farhan Perkuat Pencegahan Bullying dan Kesehatan Mental Siswa di Tahun Ajaran Baru

Terpopuler
  • Sosok Febrie Adriansyah, Sang Pemburu Jadi Buruan? Menguak Sisi Lain Kasus Korupsi yang Mengguncang Negeri!
  • Polemik Aksi Kamisan, Kehadiran Kelompok LGBT dalam Gerakan HAM Jadi Sorotan
  • Muhammad Farhan Dilarikan ke Rumah Sakit, Ini Kondisi Terbarunya
  • Jejak Kontroversi ‘Ratu Sound Horeg’ Mala Agatha & Icha Chellow: Dari Panggung Lokal hingga Diancam Anisa Bahar
  • Selangor Malaysia Bidik Pasar Indonesia Lewat Promosi Wisata Medis di Bandung
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.