Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bursa Transfer Memanas! Persib Bandung Incar Bomber Irak Aymen Hussein, Sahabat Frans Putros Siap Merapat?

Kamis, 30 April 2026 10:03 WIB

Kisah Rizki yang Viral Makan Rumput, Kini Dapat Perhatian Pemerintah

Kamis, 30 April 2026 09:55 WIB

Persaingan Juara Memanas! Persib Wajib Putus Tren Imbang di Kandang Bhayangkara FC

Kamis, 30 April 2026 09:08 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bursa Transfer Memanas! Persib Bandung Incar Bomber Irak Aymen Hussein, Sahabat Frans Putros Siap Merapat?
  • Kisah Rizki yang Viral Makan Rumput, Kini Dapat Perhatian Pemerintah
  • Persaingan Juara Memanas! Persib Wajib Putus Tren Imbang di Kandang Bhayangkara FC
  • Harga Emas Antam Terkoreksi Tipis! Cek Rincian Harga Terbaru Kamis 30 April 2026 Sebelum Investasi
  • Banjir Hadiah! Kode Redeem FF 30 April 2026: Amankan Skin SG2 Terompet dan Bundle Langka Sekarang
  • Cairkan Segera! Cara Klaim Saldo DANA Gratis Kamis 30 April 2026 Lewat Fitur Resmi
  • Setara PNS, PPPK Dapat Hak Jaminan Sosial Lengkap, Apa Saja?
  • Ramai Dicari! Link Video Tasya Gym Ternyata Banyak Jebakan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 30 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Teras Cihampelas, Mimpi Urban Ridwan Kamil yang Ingin Dibongkar Dedi Mulyadi

By Aga GustianaSenin, 7 Juli 2025 12:00 WIB4 Mins Read
Teras Cihampelas Bandung
Kondisi terkini Teras Cihampelas yang terbengkalai dan sepi pengunjung, kontras dengan semangat awal pembangunannya. (Foto: bukamata.id/Rafki R)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Teras Cihampelas, jembatan pedestrian ikonik yang dibangun di atas Jalan Cihampelas, Bandung, kini terancam dibongkar. Proyek senilai Rp48,5 miliar yang diresmikan pada Februari 2017 itu sempat digadang-gadang sebagai ikon wisata baru dan simbol inovasi tata kota di era Wali Kota Ridwan Kamil. Namun, delapan tahun berselang, kondisinya memprihatinkan dan menimbulkan perdebatan baru.

Gubernur Jawa Barat saat ini, Dedi Mulyadi, secara terbuka meminta Wali Kota Bandung Muhammad Farhan untuk mempertimbangkan pembongkaran skywalk tersebut. Menurutnya, keberadaan Teras Cihampelas justru memperparah kemacetan dan menciptakan lingkungan yang kumuh.

“Pak Wali Kota harus merapikan Jalan Cihampelas karena jalannya menyempit dan bau haseum (asam),” ujar Dedi saat menemani Farhan di Bandara Husein Sastranegara, Selasa (2/7/2025). Sembari tersenyum, Dedi juga menyindir keberanian Farhan. “Pak Wali Kota ini saya lihat pemberani, tetapi ada sedikit takutnya,” ujarnya sambil tertawa.

Farhan merespons santai dan menyatakan siap menata ulang kawasan tersebut. Namun ia menegaskan bahwa pembongkaran tidak bisa dilakukan secara instan. “Sambil menunggu usulan-usulan lainnya, karena saya mesti bicara dengan DPRD, saya mesti bicara dengan Badan Keuangan dan Aset Daerah,” ucapnya.

Baca Juga:  Dihadiri Ridwan Kamil, Hari Kementerian Hukum dan HAM RI Pertama Kalinya Digelar di Gasibu

Dulu Inovatif, Kini Terbengkalai

Diresmikan pada 4 Februari 2017, Teras Cihampelas dibangun sepanjang 450 meter dengan lebar 9 meter dan tinggi 4,6 meter dari permukaan jalan. Didesain menembus rindangnya pohon-pohon besar, skywalk ini menawarkan pengalaman berjalan kaki yang menyatu dengan alam kota.

Ridwan Kamil, sang penggagas, kala itu menyebut proyek ini sebagai terobosan dalam menanggulangi keterbatasan lahan di kota besar. “Di dunia yang sempit ini membangun itu tidak harus selalu di atas tanah. Membangun itu bisa di atas jalan, bisa di bawah tanah. Ini adalah contoh kita berkreasi pada saat tanah tidak memungkinkan,” ujarnya dalam pidato peresmian.

Ia bahkan memimpikan jalur pedestrian yang menghubungkan Bandung dari barat ke timur tanpa harus berhadapan dengan kendaraan bermotor. “Konsepnya suatu hari orang bisa berjalan kaki ke mana saja di Kota Bandung tanpa ketemu mobil dan motor,” katanya waktu itu.

Namun, impian itu perlahan memudar. Pandemi COVID-19 menghantam keras para pedagang yang menempati kios-kios warna-warni di atas skywalk. Dari 192 PKL yang direlokasi, kini hanya sekitar 30 pedagang kuliner yang masih bertahan.

Baca Juga:  Bandung Belum Sepenuhnya Inklusif: Difabel Masih Kesulitan Mendapat Pekerjaan

Suara PKL: Jangan Dibongkar Tanpa Musyawarah

Dede Setiana (47), salah satu pedagang yang masih bertahan sejak awal, mengaku tak keberatan jika pemerintah ingin membongkar Teras Cihampelas, namun meminta agar ada dialog terbuka terlebih dahulu.

“Kalau memang mau dibongkar, silakan. Tapi harus ada rembukan dulu sama pedagang, jangan cuma ramai di sosial media. Harus ada pertemuan langsung antara pemerintah dengan PKL di sini,” katanya saat ditemui, Jumat (4/7/2025).

Menurut Dede, fasilitas yang rusak dan kurangnya pengawasan menyebabkan tempat ini disalahgunakan. “Banyak kios yang dicorat-coret, bahkan ditemukan botol-botol minuman. Dulu sempat Wakil Wali Kota juga lihat sendiri kondisinya,” ungkapnya.

Pendapatannya pun merosot tajam, hanya Rp70.000 hingga Rp150.000 per hari—jauh dari saat masih berdagang di trotoar bawah. Ia juga menyoroti ketimpangan pengawasan, di mana pedagang di jalan bawah masih dibiarkan beroperasi. “Pengunjung jadi malas naik ke atas. Pedagang yang di atas jadi sepi,” ujarnya.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Unggah Tanggapan Prabowo-Gibran di Mata Warga

Suara Pengunjung: Revitalisasi, Bukan Bongkar

Berbeda dengan pandangan Gubernur, sebagian warga justru menilai Teras Cihampelas masih memiliki potensi. Danu, mahasiswa ITB yang rutin mengunjungi kawasan ini, menilai perlu adanya revitalisasi, bukan pembongkaran.

“Saya merasa nyaman di sini. Tapi memang kondisinya perlu diperbaiki. Menurut saya, bukan dibongkar, tapi direvitalisasi saja,” ucapnya.

Ia menilai masalah utama bukan pada struktur fisik, melainkan pada buruknya pengelolaan. “Dari segi konstruksi masih bagus. Yang perlu diperbaiki hanya sebagian kecil. Masalahnya ada di koordinasi dan manajemennya,” jelas Danu.

Menanti Keputusan Akhir

Teras Cihampelas kini berada di persimpangan. Di satu sisi, ada keinginan untuk menata ulang kawasan agar lebih rapi dan fungsional. Di sisi lain, masih banyak pihak yang percaya bahwa skywalk ini bisa diselamatkan dan dihidupkan kembali sebagai ruang publik yang inklusif dan menarik.

Apakah Teras Cihampelas akan dibongkar atau justru direvitalisasi? Keputusan akhirnya akan sangat menentukan wajah kawasan wisata legendaris ini di masa depan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Kota Bandung Muhammad Farhan ridwan kamil skywalk Bandung Teras Cihampelas
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kisah Rizki yang Viral Makan Rumput, Kini Dapat Perhatian Pemerintah

Setara PNS, PPPK Dapat Hak Jaminan Sosial Lengkap, Apa Saja?

Koordinasi Amburadul, Spanduk Penutupan Jalan Diponegoro Dicopot Usai Viral

Jangan Lewatkan! Jadwal Upacara Hardiknas 2026 dan Filosofinya

Pemerintah Tetapkan Gaji ke-13 2026, Simak Jadwal dan Ketentuannya

Wanita di KBB Ditemukan Tewas Misterius, Polisi Kuatkan Dugaan Pembunuhan

Terpopuler
  • Link Asli Video Bandar Membara Full Durasi, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Link Video Bandar Batang Viral! Waspada Phising
  • Viral ‘Video Bandar Membara’ di Media Sosial, Warganet Cari Link Asli No Sensor
  • Gebrakan Mewah di Bursa Transfer: Persib Bandung Incar Bintang-bintang Eks Eropa
  • Heboh Link Video “Bandar Membara Viral” : Waspada Jeratan UU ITE Menanti!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.