bukamata.id – Menjelang akhir hayat dunia, umat manusia diprediksi bakal menghadapi fase ujian yang paling berat. Salah satu peristiwa monumental yang disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW adalah kemunculan sosok penebar fitnah terbesar, yakni Dajjal.
Sebelum kemunculannya mengguncang semesta, alam raya konon akan mengalami krisis iklim yang amat drastis berupa kekeringan dan kemarau panjang berkepanjangan.
Fase Krisis Pangan Menjelang Datangnya Dajjal
Berdasarkan literatur Islam, rentang waktu tiga tahun sebelum kehadiran makhluk bermata satu tersebut di muka bumi diwarnai oleh penderitaan akibat kelaparan global. Merujuk pada pemaparan Abu Fatiah al-Adnani dalam karyanya, Rasulullah SAW pernah memberikan gambaran detail mengenai penurunan drastis kesuburan bumi.
Kondisi alam yang dilanda kemarau panjang ini terekam jelas dalam sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah:
وَإِنَّ قَبْلَ خُرُوجِ الدَّجَّالِ ثَلَاثَ سَنَوَاتٍ شِدَادٍ يُصِيبُ النَّاسَ فِيهَا جُوعٌ شَدِيدٌ يَأْمُرُ اللَّهُ السَّمَاءَ فِي السَّنَةِ الأُولَى أَنْ تَحْبِسَ ثُلُثَ مَطَرِهَا وَيَأْمُرُ الْأَرْضَ فَتَحْبِسُ ثُلُثَ نَبَاتِهَا ثُمَّ يَأْمُرُ السَّمَاءَ فِي الثَّانِيَةِ فَتَحْبِسُ ثُلُثَيْ مَطَرِهَا وَيَأْمُرُ الْأَرْضَ فَتَحْبِسُ ثُلُثَيْ نَبَاتِهَا ثُمَّ يَأْمُرُ اللَّهُ السَّمَاءَ فِي السَّنَةِالثَّالِثَةِ فَتَحْبِسُ مَطَرَهَا كُلَّهُ فَلَا تُقْطِرُ قَطْرَةً وَيَأْمُرُ الْأَرْضَ فَتَحْبِسُ نَبَاتَهَا كُلَّهُ فَلَا تُنْبِتُ حَضْرَاءَ فَلَا تَبْقَى ذَاتُ ظِلْفِ إِلَّا هَلَكَتْ إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ
Artinya: “Sesungguhnya sebelum keluarnya Dajjal adalah tempo waktu tiga tahun yang sangat sulit, dimana pada waktu itu manusia akan ditimpa oleh kelaparan yang sangat. Allah memerintahkan kepada langit pada tahun pertama darinya untuk menahan 1/3 dari hujannya dan memerintahkan kepada bumi untuk menahan 1/3 dari tanamannya. Kemudian Allah memerintahkan kepada langit pada tahun kedua darinya agar menahan 2/3 dari hujannya dan memerintahkan bumi untuk menahan 2/3 dari tan tanamannya. Kemudian pada tahun ketiga darinya Allah memerintahkan kepada langit untuk menahan semua air hujannya, lalu ia tidak meneteskan setitik airpun dan memerintahkan bumi agar menahan seluruh tanamannya, maka setelah itu tidak tumbuh satu tanaman hijau pun dan semua binatang berkuku akan mati kecuali yang tidak dikehendaki Allah.” (HR. Ibnu Majah)
Ketika para sahabat merasa cemas dan mempertanyakan sumber kehidupan manusia di tengah situasi separah itu, Nabi SAW memberikan jawaban yang menenangkan secara spiritual:
قِيلَ فَمَا يُعِيشُ النَّاسُ فِي ذَلِكَ الزَّمَانِ قَالَ التَّهْلِيلُ وَالتَّكْبِيرُ وَالتَّسْبِيحُ وَالتَّحْمِيدُ وَيُجْرَى ذَلِكَ عَلَيْهِمْ مُجْرَى الطَّعَامِ
Artinya: Para sahabat bertanya, “Dengan apa manusia akan hidup pada saat itu?” Beliau menjawab, “Tahlil, takbir dan tahmid akan sama artinya bagi mereka dengan makanan.” (HR. Ibnu Majah)
Ragam Fitnah Menyesatkan yang Dibawa Dajjal
Kehadiran sosok pembawa fitnah ini tidak hanya mendatangkan krisis ekologis, melainkan juga ujian akidah yang luar biasa pelik. Sejumlah referensi hadits shahih mencatat beberapa bentuk tipu daya utama yang bakal dilancarkan:
Deklarasi Palsu sebagai Tuhan dan Nabi: Jauh hari sebelum kemunculannya, dunia diramaikan oleh kemunculan para pendusta yang mengaku sebagai utusan Tuhan, sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam riwayat Muslim:
لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُبْعَثَ دَجَّالُونَ كَذَّابُونَ قَرِيبٌ مِنْ ثَلَاثِينَ كُلُّهُمْ يَزْعُمُ أَنَّهُ رَسُولُ اللَّهِ
(Kiamat takkan terjadi sebelum dibangkitkannya para pendusta yang jumlahnya hampir tiga puluh orang, semuanya mengaku utusan Allah).
Dalam riwayat Tsauban, beliau juga menegaskan:
وَإِنَّهُ سَيَكُونُ فِي أُمَّتِي ثَلَاثُونَ كَذَّابُونَ كُلُّهُمْ يَزْعُمُ أَنَّهُ نَبِيٌّ وَأَنَا خَاتَمُ النَّبِيِّينَ
(Dan sesungguhnya akan muncul dalam umatku tiga puluh pendusta, semuanya mengaku nabi, padahal aku penutup para nabi).
Ilusi Surga dan Neraka: Dajjal dibekali kemampuan memperdaya penglihatan manusia. Nabi SAW memperingatkan bahwa makhluk tersebut bermata satu dan datang membawa rupa surga dan neraka, padahal hakikat yang disebut surga justru merupakan neraka (HR. Muslim).
Ekspedisi Penjelajahan Global: Jejak langkah fitnah makhluk tersebut dipastikan menjangkau seluruh penjuru planet bumi tanpa terkecuali, dengan pengecualian mutlak pada wilayah tanah suci Mekkah dan Madinah (HR. Bukhari dan Muslim).
Manipulasi Kehidupan dan Kematian: Dalam riwayat Abu Sa’id Al-Khudri, Dajjal sempat mencoba menantang iman seorang pemuda saleh di dekat Madinah. Setelah mengeksekusi dan menghidupkan kembali pemuda tersebut demi meraup pengikut, korban justru semakin teguh meyakini bahwa sosok di hadapannya memang benar-benar sang pembohong besar.
Kolaborasi dengan Bangsa Jin: Mengutip riwayat Abu Umamah RA, Dajjal bahkan tega memanfaatkan tipu daya setan yang menyamar sebagai almarhum orang tua dari manusia yang ia temui, guna memaksa mereka bersaksi mengakui keilahiannya (HR. Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, dan Hakim).
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










