bukamata.id – Krisis pasokan air akibat musim kemarau meluas di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat puluhan wilayah mulai kesulitan memenuhi kebutuhan harian warga, sehingga penyaluran bantuan intensif terus digelontorkan.
Langkah darurat telah berjalan selama delapan pekan terakhir untuk menopang wilayah yang terdampak krisis air.
“Sejak dua bulan terakhir hingga saat ini pendistribusian air bersih ke daerah terdampak kemarau terus dilakukan,” kata Kepala BPBD Purwakarta, Haryadi Erlan saat dihubungi di Purwakarta, Selasa.
Hingga kini, penyaluran bantuan telah menembus angka ratusan ribu liter yang disebar secara berkala ke titik-titik krusial.
“Sampai saat ini tercatat sudah ada 819 ribu liter air bersih yang telah didistribusikan, untuk membantu warga terdampak kekeringan mendapatkan air bersih,” ujarnya.
Erlan menambahkan rincian teknis terkait pengiriman armada tangki tersebut di lapangan.
“Jika dijumlahkan, totalnya sudah 212 pendistribusian air bersih ke daerah terdampar kekeringan,” katanya.
Dampak kemarau kali ini dirasakan oleh puluhan ribu jiwa dari belasan ribu kepala keluarga yang tersebar di 14 kecamatan. Pemukiman terdampak mencakup area Bungursari, Babakan Cikao, Jatiluhur, Purwakarta, Pasawahan, Pondoksalam, Wanayasa, Bojong, hingga Darangdan.
Selain itu, pasokan air juga mengering di kawasan Plered, Sukatani, Tegalwaru, Maniis, dan Sukasari. Pemkab Purwakarta memastikan armada bantuan akan terus memprioritaskan pemenuhan kebutuhan mendasar masyarakat hingga kondisi kembali normal.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










