Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Merasa Terpukul Atas Meninggalnya Arief, Bos Persib Minta Bobotoh Tahan Diri dan Jangan Balas Dendam

Selasa, 27 Oktober 2026 17:26 WIB

5 Kuliner Bandung Viral 2026 yang Bikin Antre, Harga Mulai Rp8 Ribuan!

Selasa, 27 Oktober 2026 17:21 WIB

Tepis Penolakan Warga, DPKP Bandung Tegaskan Skatepark Taman Teuku Umar Hanya 30 Persen

Selasa, 27 Oktober 2026 17:13 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Merasa Terpukul Atas Meninggalnya Arief, Bos Persib Minta Bobotoh Tahan Diri dan Jangan Balas Dendam
  • 5 Kuliner Bandung Viral 2026 yang Bikin Antre, Harga Mulai Rp8 Ribuan!
  • Tepis Penolakan Warga, DPKP Bandung Tegaskan Skatepark Taman Teuku Umar Hanya 30 Persen
  • Sudah Terdaftar Bansos Tahap 4? Cek di cekbansos.kemensos.go.id Pakai NIK
  • Dua Pemain Muda Persib Dipanggil Timnas U-20, Siap Uji Coba Lawan Amerika Serikat
  • Pabrik Obat Keras Ilegal di Kopo Bandung Diduga Raup Rp8 Miliar Sehari, 10 Orang Jadi Tersangka
  • Wali Kota Salurkan Santunan untuk Korban Pengeroyokan Pasar Caringin, Dua Orang Tewas
  • Jenguk Warga Binaan, Pengunjung Lapas Banceuy Kedapatan Bawa Sabu di Ikat Rambut
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 27 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Serentetan Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia: Murni Kebetulan atau Ada Pemicu Tak Terduga?

By Aga GustianaSelasa, 8 September 2026 21:15 WIB3 Mins Read
Gunung Krakatau. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Fenomena langka tengah melanda Indonesia usai enam gunung berapi di berbagai pelosok nusantara meletus dalam rentang waktu yang berdekatan. Deretan gunung tersebut meliputi Anak Krakatau (Lampung), Semeru (Jawa Timur), Ibu (Maluku Utara), Sinabung (Sumatera Utara), serta pasangan Lewotobi Laki-laki dan Ile Lewotolok (NTT). Kejadian simultan ini memicu spekulasi publik lantaran terbilang sangat jarang terjadi dalam sejarah vulkanologi modern.

Pakar Vulkanologi dari Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Indranova Suhendro, S.T., M.Sc., menegaskan bahwa kesamaan lintasan subduksi tidak melambangkan adanya koneksi jalur magma antar-gunung secara langsung. Setiap gunung berapi beroperasi dengan dapur magma lokal masing-masing, sehingga gejolak di satu titik mustahil memicu letusan di titik lain yang berjauhan.

“Saat ini gunung-gunung yang mengalami erupsi berada pada posisi yang sangat jauh antar yang satu dengan yang lain, sehingga untuk membangkitkan satu sama lain itu nyaris tidak mungkin,” ujar Indranova yang mendalami ilmu gunung api (vulkanologi), dikutip dari laman UGM Selasa (8/9/2026).

Beda Karakteristik dan Mekanisme Letusan

Baca Juga:  Prediksi BMKG: Desember Jadi Fase Puncak Musim Hujan

Akibat perbedaan suplai magma, pemicu erupsi pada setiap gunung pun bertolak belakang:

  • Erupsi Freatik (Sinabung, Ibu, Semeru): Dipicu oleh paparan panas magma yang mendidihkan cadangan air di dalam perut gunung. Peningkatan tekanan uap ini kerap memicu ledakan tanpa didahului sinyal kegempaan vulkanik yang signifikan.
  • Erupsi Magmatik (Anak Krakatau): Berasal dari akumulasi gas bertekanan tinggi di dalam magma cair yang mengalami pelepasan tekanan secara mendadak.

“Layaknya minuman bersoda, erupsi magmatik bersifat eksplosif disebabkan karena adanya nukleasi gas secara masif akibat proses dekompresi yang intens,” kata Doktor lulusan Departemen Earth and Planetary Sciences, Kyushu University, Jepang itu.

Baca Juga:  BMKG Ungkap Dampak 2 Bibit Siklon Tropis, Terdeteksi Berada di Indonesia

Pengaruh Gempa Tektonik terhadap Akselerasi Vulkanik

Kendati saluran magmanya terpisah, pemicu eksternal seperti guncangan tektonik tetap sanggup mengusik kestabilan gunung api. Indranova mencontohkan eskalasi aktivitas di Gunung Lewotolok dan Lewotobi Laki-laki yang terakselerasi usai guncangan gempa di kawasan Flores.

“Bukti bahwa gejala aktivitas kegempaan vulkanik pada Gunung Lewotolok dan Lewotobi Laki-laki meningkat drastis pascagempa menjadi penanda kuat bahwa mereka dibangunkan oleh aktivitas kegempaan Flores, mirip seperti pada kasus erupsi Gunung Ruang tahun 2024 yang dibangunkan oleh gempa berkekuatan M 6,5 di sekitar Halmahera,” ungkapnya.

Pola Siklus dan Mitigasi Bahaya Spesifik

Rangkaian erupsi yang terjadi beruntun ini pada dasarnya merupakan persilangan jadwal dari siklus aktivitas masing-masing gunung. Beberapa gunung seperti Semeru dan Anak Krakatau memang memiliki interval letusan yang sangat rapat, sementara gunung lain membutuhkan jeda waktu istirahat yang jauh lebih panjang.

Baca Juga:  Jokowi: Probabilitas Resesi Indonesia Masih 1,5 Persen, Harus Kita Jaga

Masyarakat diimbau untuk memantau status resmi dan memahami ancaman spesifik di kawasan masing-masing. Jalur awan panas Semeru yang meluncur cepat di sepanjang lereng membutuhkan penanganan yang sangat berbeda dibanding ancaman sebaran abu vulkanik dari Sinabung, Ibu, atau Anak Krakatau yang sangat bergantung pada arah angin.

“Setiap gunung itu punya karakteristik erupsi masing-masing,” tutur Indranova.

Menutup penjelasannya mengenai fenomena erupsi massal ini, pakar UGM tersebut menyimpulkan bahwasanya rentetan kejadian ini tidak perlu memicu kepanikan sistemik. “Menurut saya ini lebih ke masalah timing,” kata Indranova.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

erupsi gunung api Indonesia
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Tepis Penolakan Warga, DPKP Bandung Tegaskan Skatepark Taman Teuku Umar Hanya 30 Persen

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Sudah Terdaftar Bansos Tahap 4? Cek di cekbansos.kemensos.go.id Pakai NIK

Pabrik Obat Keras Ilegal di Kopo Bandung Diduga Raup Rp8 Miliar Sehari, 10 Orang Jadi Tersangka

Wali Kota Salurkan Santunan untuk Korban Pengeroyokan Pasar Caringin, Dua Orang Tewas

peredaran narkoba

Jenguk Warga Binaan, Pengunjung Lapas Banceuy Kedapatan Bawa Sabu di Ikat Rambut

Korban Bertambah, Satu per Satu Terduga Pelaku Pengeroyokan Pasar Caringin Diciduk Polisi

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran
  • Lomba Coding SD-SMP 2026 Dibuka, Siswa Ditantang Bikin Solusi Bencana Alam
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.