bukamata.id – Jejak visual satwa langka yang menjadi penghuni tersembunyi belantara Borneo kembali terdeteksi. Melalui sensor kamera pengintai di Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM), Kabupaten Malinau, keberadaan kucing merah kalimantan (Catopuma badia) sukses terabadikan. Kabar gembira dari kawasan Kalimantan Utara ini menjadi bukti konkret bahwa ekosistem bentang alam tersebut masih terjaga dengan sangat baik.
Penemuan predator endemik berstatus terancam punah ini mengonfirmasi betapa krusialnya benteng hijau Kayan Mentarang bagi kelangsungan biodiversitas Nusantara. Perangkat pemantau ini awalnya dipasang oleh personel SPTN Wilayah II Long Alango sejak 2025 di area rapatnya kanopi hutan rimba Desa Rian Tubu.
“Spesies elusif ini sempat hilang tanpa jejak selama lebih dari dua dekade di kawasan TNKM pascadokumentasi pertama pada 2003 silam, sebelum akhirnya terekam kembali di Resor Sungai Bahau pada 2023 dan kini di Resor Mentarang Tubu,” ujar Kepala Balai Taman Nasional Kayan Mentarang, Seno Pramudito, dikutip Rabu (9/9/2026).
Seno menambahkan, berkas rekaman langka tersebut baru bisa diambil dari lokasi pada 2026 saat jajaran BTNKM menjalankan agenda SMART Patrol.
“Spesies ini sangat sulit dijumpai secara langsung. Dokumentasi melalui camera trap membantu kami memperoleh data keberadaannya. Ini menjadi pengingat bahwa hutan TNKM memiliki peran vital sebagai habitat satwa liar, sehingga perlindungan kawasan harus dilakukan secara konsisten,” kata dia.
Kemunculan karnivora mini ini di sejumlah titik berbeda menegaskan bahwa bentang alam di Malinau masih prima, minim jamahan, dan jauh dari ancaman kerusakan ekologis.
“Sifat kucing merah kalimantan yang soliter, sangat waspada, serta aktif di waktu-waktu tertentu membuat keberadaannya hampir tak pernah terlihat oleh mata telanjang,” kata dia.
Kehadiran data visual terbaru ini memicu optimisme tinggi bagi para garda depan konservasi yang beroperasi di tengah medan ekstrem. Program monitoring satwa rahasia ini terwujud berkat kolaborasi strategis Balai TNKM bersama PT Kayan Hydropower Nusantara (PT KHN).
“Setiap kegiatan di lapangan terbukti memberikan data penting bagi perlindungan satwa. Temuan ini diharapkan menjadi dasar kuat bagi pengambilan keputusan dan kebijakan pengelolaan kawasan konservasi di Kalimantan Utara ke depan,” kata Kepala Resor Mentarang Tubu, Mahfuat.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










