Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Langsung Gas! Kode Redeem FF Max 16 Juni 2026 Bikin Player Auto Sultan

Selasa, 16 Juni 2026 20:00 WIB

Gara-Gara Daun Bawang, David Beckham Mendadak ‘Direkrut’ Kementerian Pertanian RI, Kok Bisa?

Selasa, 16 Juni 2026 19:49 WIB
Ilustrasi gempa

Palu Diguncang Gempa M 6,7, BMKG Catat 9 Gempa Susulan dalam Kurang dari 1 Jam!

Selasa, 16 Juni 2026 18:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Langsung Gas! Kode Redeem FF Max 16 Juni 2026 Bikin Player Auto Sultan
  • Gara-Gara Daun Bawang, David Beckham Mendadak ‘Direkrut’ Kementerian Pertanian RI, Kok Bisa?
  • Palu Diguncang Gempa M 6,7, BMKG Catat 9 Gempa Susulan dalam Kurang dari 1 Jam!
  • Kisah Gila dari Piala Dunia 2026: Kiper 40 Tahun Tahan Imbang Spanyol, Followers IG Naik 10.000 Persen!
  • Prancis vs Senegal di Piala Dunia 2026: Les Bleus Waspadai Sadio Mane, Duel Sengit Pembuka Grup I
  • Heboh Video Cut Salwa ‘No Sensor’ Viral, Ini Fakta yang Belum Banyak Diketahui
  • Persib dan Persija Saling Sikut? Bek Juara Liga India Rp3,48 Miliar Jadi Rebutan
  • Respons Demo MBG Pakai Kalimat Kasar, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Panen Kecaman
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 16 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Temuan Kebun Sawit 6,5 Hektare di Cirebon Bikin Geger, Distan: Kaget, Tiba-tiba Ada

By Aga GustianaSabtu, 3 Januari 2026 13:53 WIB4 Mins Read
Viral temuan kebun sawit 6,5 hektare di Cirebon. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ketenangan kawasan perbukitan Desa Cigobang, Kecamatan Pasaleman, Kabupaten Cirebon, mendadak terusik. Wilayah yang selama ini dikenal sebagai hutan hijau dan daerah penyangga mata air kini menampakkan wajah berbeda. Di antara pepohonan yang sebelumnya rapat, deretan tanaman kelapa sawit mulai terlihat tumbuh rapi di lereng bukit.

Pemandangan itu pertama kali disadari warga ketika jalan setapak yang biasa mereka lalui berubah suasana. Jika sebelumnya jalur kecil tersebut diapit vegetasi alami, kini di kiri dan kanannya berdiri barisan sawit muda dengan jarak tanam teratur. Dalam kurun waktu sekitar empat bulan terakhir, perkebunan sawit disebut telah menguasai lahan seluas sekitar 4 hektare di kawasan bukit Cigobang, pada ketinggian kurang lebih 28 meter di atas permukaan laut.

Sawit-sawit itu ditanam dengan jarak sekitar enam meter, menempati area yang sebelumnya merupakan hutan alami. Perubahan cepat ini memicu kekhawatiran masyarakat setempat. Bagi warga, bukit Cigobang bukan sekadar hamparan tanah kosong, melainkan wilayah penting yang berfungsi menjaga cadangan air tanah dan keseimbangan lingkungan desa.

Kekhawatiran Kerusakan Lingkungan

Sejumlah warga menilai alih fungsi lahan tersebut berpotensi mengancam keberlanjutan sumber mata air. Kawasan perbukitan Cigobang selama ini berperan sebagai daerah resapan air yang menopang kebutuhan warga, terutama saat musim kemarau. Masuknya tanaman sawit dikhawatirkan mengubah struktur tanah dan mengurangi kemampuan lahan menyerap air.

Baca Juga:  Hari ke-11 Kampanye, Ganjar Hadiri Dialog Kebangsaan di Cirebon

Isu ini pun sampai ke telinga pemerintah daerah. Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon mengaku terkejut dengan temuan tersebut. Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Durahman, menyatakan pihaknya belum mengetahui secara pasti bagaimana awal mula penanaman sawit di wilayah tersebut.

“Kami juga kaget, karena tiba-tiba ada penanaman kelapa sawit di lahan seluas 6,5 hektare di Desa Cigobang. Padahal sawit bukan komoditas unggulan di Kabupaten Cirebon,” ujar Durahman, dikutip Sabtu (3/1/2026).

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keberadaan sawit di Cigobang tidak sejalan dengan arah kebijakan pertanian dan perkebunan daerah.

Sawit Bukan Komoditas Unggulan Cirebon

Durahman menjelaskan, selama ini Kabupaten Cirebon tidak menempatkan kelapa sawit sebagai komoditas strategis maupun unggulan. Pengembangan sektor perkebunan lebih diarahkan pada tanaman yang sesuai dengan kondisi agroekologi wilayah serta memiliki daya dukung lingkungan yang memadai.

Karakteristik geografis Cirebon yang beragam menuntut kehati-hatian dalam menentukan jenis komoditas perkebunan. Salah memilih tanaman, kata Durahman, dapat berujung pada kerusakan lingkungan dan konflik pemanfaatan lahan.

Di tengah temuan ini, Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon juga menerima kebijakan baru dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Jawa Barat yang mengatur keberadaan tanaman kelapa sawit di wilayah provinsi.

Baca Juga:  Tempat Healing Baru, Ada Hutan di Tengah Kota Bandung 

Arahan Gubernur: Alih Komoditas Bertahap

Durahman mengungkapkan bahwa dalam surat edaran tersebut, khususnya pada poin 2 dan 3, pemerintah provinsi menegaskan agar area yang telah ditanami kelapa sawit dilakukan penggantian atau alih komoditas secara bertahap. Penggantian diarahkan pada komoditas perkebunan lain yang menjadi unggulan Provinsi Jawa Barat maupun unggulan daerah setempat.

Pengalihan tanaman ini tidak bisa dilakukan sembarangan. Setiap penggantian harus mempertimbangkan kondisi agroekologi, daya dukung lingkungan, serta karakteristik wilayah. Kebijakan tersebut bertujuan menjaga fungsi ekologis lahan, mendukung konservasi tanah dan air, sekaligus menekan risiko kerusakan lingkungan jangka panjang.

Tak hanya itu, pemerintah kabupaten dan kota di Jawa Barat juga diminta untuk melakukan inventarisasi dan pemetaan seluruh areal kelapa sawit yang ada di wilayah masing-masing. Langkah ini disertai kewajiban melakukan pembinaan dan pendampingan kepada petani maupun pelaku usaha perkebunan.

Langkah Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon

Menindaklanjuti temuan di Desa Cigobang, Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon memastikan akan segera bergerak. Durahman menyampaikan bahwa pihaknya telah menjadwalkan langkah konkret dalam waktu dekat.

“Pekan depan kami akan melakukan inventarisasi ulang terkait tanaman sawit di Desa Cigobang. Kami juga akan melakukan pendampingan agar bisa dilakukan penggantian kelapa sawit dengan varietas tanaman komoditas lain yang sesuai dengan agroekologi dan komoditas utama daerah,” ucapnya.

Baca Juga:  Kerahkan Puluhan Pasukan, Disperkim Purwakarta Rawat Taman dan Lingkungan

Selain inventarisasi, pendampingan akan difokuskan pada upaya mencari solusi terbaik bagi lahan yang sudah terlanjur ditanami sawit, agar tidak menimbulkan kerugian lingkungan maupun sosial.

Aktivitas Lanjutan Dihentikan Sementara

Sebagai langkah awal pengendalian, Durahman menegaskan bahwa untuk sementara tidak diperbolehkan adanya aktivitas lanjutan di lahan sawit Desa Cigobang. Keputusan ini diambil untuk mencegah perluasan area tanam sebelum ada kejelasan status dan penanganan lebih lanjut.

Ke depan, Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon memastikan akan lebih mengedepankan penerapan regulasi yang berlaku, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi. Hal ini dilakukan agar pengelolaan lahan pertanian dan perkebunan tetap berjalan seiring dengan prinsip keberlanjutan lingkungan, perlindungan kawasan resapan air, dan kepentingan masyarakat setempat.

Kasus Cigobang kini menjadi pengingat bahwa perubahan fungsi lahan di kawasan sensitif tidak bisa dianggap sepele. Di tengah kebutuhan ekonomi dan pembangunan, keseimbangan alam tetap harus menjadi pertimbangan utama. Warga pun berharap, langkah cepat pemerintah mampu mengembalikan fungsi ekologis bukit Cigobang sebelum dampaknya terasa lebih jauh.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

alih fungsi lahan Cigobang cirebon Distan Cirebon hutan kebun sawit lingkungan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Gara-Gara Daun Bawang, David Beckham Mendadak ‘Direkrut’ Kementerian Pertanian RI, Kok Bisa?

Ilustrasi gempa

Palu Diguncang Gempa M 6,7, BMKG Catat 9 Gempa Susulan dalam Kurang dari 1 Jam!

Respons Demo MBG Pakai Kalimat Kasar, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Panen Kecaman

Kronologi Lengkap Kecelakaan Tragis Pesepeda vs Truk di Bandung

Sentimen Damai AS-Iran Pecah, Rupiah Menguat Jadi Mata Uang Terbaik di Asia

Kenaikan BBM Nonsubsidi Bebani Pemkot Bandung, Farhan Akui Harus Lakukan Efisiensi Besar-besaran

Terpopuler
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
  • Link Asli Video Cut Salwa di Hotel Diburu Warganet, Apa Isinya?
  • Viral! Daftar Nama yang Diserahkan Sony Sonjaya ke Kejagung Terkait Kasus BGN, Siapa Saja?
  • Video Cut Salwa di Hotel Full Durasi Viral, Warganet Cari Link Telegram
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.