Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Daftar Harga Terbaru BBM Nonsubsidi Pertamina, Resmi Turun Per 1 Agustus 2026

Sabtu, 1 Agustus 2026 06:29 WIB

Cara Cek Bansos Tahap 3: Gunakan NIK KTP untuk Pastikan Namamu Masuk Daftar Penerima

Sabtu, 1 Agustus 2026 06:00 WIB

Tanggal 1 Agustus Jatuh Hari Sabtu, Apakah Gaji Pensiunan PNS Tetap Cair? Ini Jawaban Taspen

Sabtu, 1 Agustus 2026 05:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Daftar Harga Terbaru BBM Nonsubsidi Pertamina, Resmi Turun Per 1 Agustus 2026
  • Cara Cek Bansos Tahap 3: Gunakan NIK KTP untuk Pastikan Namamu Masuk Daftar Penerima
  • Tanggal 1 Agustus Jatuh Hari Sabtu, Apakah Gaji Pensiunan PNS Tetap Cair? Ini Jawaban Taspen
  • Screenshot DM Instagram Bisa Ketahuan? Ini Rahasia Notifikasi yang Wajib Diketahui Pengguna
  • Bansos Kemensos Tahap 3 2026 Cair! Cek NIK KTP Sekarang, Ada PKH dan BPNT Rp600 Ribu
  • Cara Klaim Saldo DANA Gratis 1 Agustus 2026: Manfaatkan Peluang Cuan Hari Ini
  • Klaim Sekarang! Daftar Kode Redeem FF 1 Agustus 2026, Buruan Ambil Hadiah Skin & Bundle Gratis
  • Tantan Sulthon Bukhawan Resmi Maju Calon Ketua PWI Jabar, Bawa Program 1.000 UKW Gratis untuk Wartawan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 1 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Temuan Kebun Sawit 6,5 Hektare di Cirebon Bikin Geger, Distan: Kaget, Tiba-tiba Ada

By Aga GustianaSabtu, 3 Januari 2026 13:53 WIB4 Mins Read
Viral temuan kebun sawit 6,5 hektare di Cirebon. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ketenangan kawasan perbukitan Desa Cigobang, Kecamatan Pasaleman, Kabupaten Cirebon, mendadak terusik. Wilayah yang selama ini dikenal sebagai hutan hijau dan daerah penyangga mata air kini menampakkan wajah berbeda. Di antara pepohonan yang sebelumnya rapat, deretan tanaman kelapa sawit mulai terlihat tumbuh rapi di lereng bukit.

Pemandangan itu pertama kali disadari warga ketika jalan setapak yang biasa mereka lalui berubah suasana. Jika sebelumnya jalur kecil tersebut diapit vegetasi alami, kini di kiri dan kanannya berdiri barisan sawit muda dengan jarak tanam teratur. Dalam kurun waktu sekitar empat bulan terakhir, perkebunan sawit disebut telah menguasai lahan seluas sekitar 4 hektare di kawasan bukit Cigobang, pada ketinggian kurang lebih 28 meter di atas permukaan laut.

Sawit-sawit itu ditanam dengan jarak sekitar enam meter, menempati area yang sebelumnya merupakan hutan alami. Perubahan cepat ini memicu kekhawatiran masyarakat setempat. Bagi warga, bukit Cigobang bukan sekadar hamparan tanah kosong, melainkan wilayah penting yang berfungsi menjaga cadangan air tanah dan keseimbangan lingkungan desa.

Kekhawatiran Kerusakan Lingkungan

Sejumlah warga menilai alih fungsi lahan tersebut berpotensi mengancam keberlanjutan sumber mata air. Kawasan perbukitan Cigobang selama ini berperan sebagai daerah resapan air yang menopang kebutuhan warga, terutama saat musim kemarau. Masuknya tanaman sawit dikhawatirkan mengubah struktur tanah dan mengurangi kemampuan lahan menyerap air.

Isu ini pun sampai ke telinga pemerintah daerah. Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon mengaku terkejut dengan temuan tersebut. Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Durahman, menyatakan pihaknya belum mengetahui secara pasti bagaimana awal mula penanaman sawit di wilayah tersebut.

“Kami juga kaget, karena tiba-tiba ada penanaman kelapa sawit di lahan seluas 6,5 hektare di Desa Cigobang. Padahal sawit bukan komoditas unggulan di Kabupaten Cirebon,” ujar Durahman, dikutip Sabtu (3/1/2026).

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keberadaan sawit di Cigobang tidak sejalan dengan arah kebijakan pertanian dan perkebunan daerah.

Sawit Bukan Komoditas Unggulan Cirebon

Durahman menjelaskan, selama ini Kabupaten Cirebon tidak menempatkan kelapa sawit sebagai komoditas strategis maupun unggulan. Pengembangan sektor perkebunan lebih diarahkan pada tanaman yang sesuai dengan kondisi agroekologi wilayah serta memiliki daya dukung lingkungan yang memadai.

Karakteristik geografis Cirebon yang beragam menuntut kehati-hatian dalam menentukan jenis komoditas perkebunan. Salah memilih tanaman, kata Durahman, dapat berujung pada kerusakan lingkungan dan konflik pemanfaatan lahan.

Di tengah temuan ini, Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon juga menerima kebijakan baru dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Jawa Barat yang mengatur keberadaan tanaman kelapa sawit di wilayah provinsi.

Arahan Gubernur: Alih Komoditas Bertahap

Durahman mengungkapkan bahwa dalam surat edaran tersebut, khususnya pada poin 2 dan 3, pemerintah provinsi menegaskan agar area yang telah ditanami kelapa sawit dilakukan penggantian atau alih komoditas secara bertahap. Penggantian diarahkan pada komoditas perkebunan lain yang menjadi unggulan Provinsi Jawa Barat maupun unggulan daerah setempat.

Pengalihan tanaman ini tidak bisa dilakukan sembarangan. Setiap penggantian harus mempertimbangkan kondisi agroekologi, daya dukung lingkungan, serta karakteristik wilayah. Kebijakan tersebut bertujuan menjaga fungsi ekologis lahan, mendukung konservasi tanah dan air, sekaligus menekan risiko kerusakan lingkungan jangka panjang.

Tak hanya itu, pemerintah kabupaten dan kota di Jawa Barat juga diminta untuk melakukan inventarisasi dan pemetaan seluruh areal kelapa sawit yang ada di wilayah masing-masing. Langkah ini disertai kewajiban melakukan pembinaan dan pendampingan kepada petani maupun pelaku usaha perkebunan.

Langkah Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon

Menindaklanjuti temuan di Desa Cigobang, Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon memastikan akan segera bergerak. Durahman menyampaikan bahwa pihaknya telah menjadwalkan langkah konkret dalam waktu dekat.

“Pekan depan kami akan melakukan inventarisasi ulang terkait tanaman sawit di Desa Cigobang. Kami juga akan melakukan pendampingan agar bisa dilakukan penggantian kelapa sawit dengan varietas tanaman komoditas lain yang sesuai dengan agroekologi dan komoditas utama daerah,” ucapnya.

Selain inventarisasi, pendampingan akan difokuskan pada upaya mencari solusi terbaik bagi lahan yang sudah terlanjur ditanami sawit, agar tidak menimbulkan kerugian lingkungan maupun sosial.

Aktivitas Lanjutan Dihentikan Sementara

Sebagai langkah awal pengendalian, Durahman menegaskan bahwa untuk sementara tidak diperbolehkan adanya aktivitas lanjutan di lahan sawit Desa Cigobang. Keputusan ini diambil untuk mencegah perluasan area tanam sebelum ada kejelasan status dan penanganan lebih lanjut.

Ke depan, Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon memastikan akan lebih mengedepankan penerapan regulasi yang berlaku, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi. Hal ini dilakukan agar pengelolaan lahan pertanian dan perkebunan tetap berjalan seiring dengan prinsip keberlanjutan lingkungan, perlindungan kawasan resapan air, dan kepentingan masyarakat setempat.

Kasus Cigobang kini menjadi pengingat bahwa perubahan fungsi lahan di kawasan sensitif tidak bisa dianggap sepele. Di tengah kebutuhan ekonomi dan pembangunan, keseimbangan alam tetap harus menjadi pertimbangan utama. Warga pun berharap, langkah cepat pemerintah mampu mengembalikan fungsi ekologis bukit Cigobang sebelum dampaknya terasa lebih jauh.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

alih fungsi lahan Cigobang cirebon Distan Cirebon hutan kebun sawit lingkungan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Daftar Harga Terbaru BBM Nonsubsidi Pertamina, Resmi Turun Per 1 Agustus 2026

Tanggal 1 Agustus Jatuh Hari Sabtu, Apakah Gaji Pensiunan PNS Tetap Cair? Ini Jawaban Taspen

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos Kemensos Tahap 3 2026 Cair! Cek NIK KTP Sekarang, Ada PKH dan BPNT Rp600 Ribu

Tantan Sulthon Bukhawan Resmi Maju Calon Ketua PWI Jabar, Bawa Program 1.000 UKW Gratis untuk Wartawan

Desak Evaluasi Otonomi Daerah, APKASI Nyaring Suarakan Revisi UU Nomor 23 Tahun 2014

Pelecehan Seksual

Demi Rujuk, Ayah di Bandung Barat Siksa Anak Kandung hingga Berdarah dan Direkam

Terpopuler
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.